
“ beneran?” Tanya Rachel lagi memastikan.
“ iya.” Jawab Glen.
Setelah itu, keheningan ikut bergabung dengan Glen dan Rachel. Mereka berdua sama – sama terdiam sambil saling menatap satu sama lain, dan tangan Glen juga masih mengelus rambut Rachel dengan lembut.
tak lama kemudian, Glen pun mulai mengusir keheningan yang tadi sempat bergabung dengan mereka berdua. Glen memulai pembicaraan terlebih dahulu dengan Rachel.
“ Chel, maafin gue ya..” ucap Glen dengan nada bersalah.
“ karena..gue udah bentak lo semalam.” Lanjut Glen.
“ gk kok, justru gue yang mau minta maaf sama lo karena gue lebih banyak bentak lo semalam….” Balas Rachel mengakui bahwa ia juga bersalah karena ia memang yang mulai membentak – bentak Glen semalam.
“ gue udah tersulut emosi semalam, gue juga nyesel kok karena soal semalem…luka lo jadi kebuka lagi…bener kan?” Tanya Rachel lirih.
“ soal semalan kita lupain aja ya, kita sama – sama salah kok. Dan lo juga gk perlu nyesel, luka gue kebuka lagi bukan karena lo kok. Ini Cuma karena kecerobohan gue.” jawab Glen sambil tersenyum.
“ ok…berarti kita baikkan ya…” ucap Rachel sambil mengangkat salah satu jari kelingkingnya ke udara.
“ ya.” Balas Glen sambil menautkan salah satu jari kelingkingnya ke kelingking Rachel.
“ bener ya?” Tanya Rachel sambil mempererat tautan kelingking mereka.
“ iya.” Jawab Glen sambil menarik tautan kelingking mereka ke arah bibirnya untuk mengecupnya.
“ jangan cengeng dong…” ucap Glen sambil terkekeh pelan yang membuat Rachel mengerucutkan bibirnya kesal.
“ abisnya dari kemarin nangis terus sih..” ucap Glen sambil mencubit pelan hidung Rachel.
“ iihh…sakit tau…” ucap Rachel sambil mengerucutkan bibirnya yang membuat Glen gemas.
“ gk usah di maju – majuin tuh bibir… monyong sekalin mau?” Tanya Glen yang membuat Rachel mengatupkan bibirnya rapat – rapat.
“ ih, ogah banget ya…” jawab Rachel kesal.
“ eh, tunggu…lo kenapa Cuma pake bathrobe doang gini?” Tanya Glen yang baru menyadari bahwa Rachel hanya memakai bahroobe sejak tadi.
“ eh, iya…ini, sebenernya gue pengen minjem baju lo…boleh gk?” Tanya Rachel pada Glen dengan rona merah di pipinya. Entah mengapa menurut Glen, Rachel sangat cantik dengan rona merah di pipinya.
“ boleh, kenapa gk dari tadi aja langsung ngambil juga gk kenapa – kenapa kali.” Jawab Glen sambil terkekeh pelan…sangat pelan…dan mungkin saja Rachel tak mendengarnya.
“ ok, gue ganti baju dulu kalo gitu…tunggu sebentar ya.” Ucap Rachel pergi menuju lemari pakaian Glen dan mengambil salah satu baju Glen yang ia rasa pas ditubuhnya.
Setelah itu, ia langsung bergegas ke kamar mandi untuk mengganti pakaian.
Reza POV.
Sudah hampir empat hari Glen dan Rachel menghilang entah kemana. Hanya ada pesan yang Glen kirimkan ke Chelsea bahwa ia dan Rachel izin untuk tidak sekolah, setelah itu mereka tidak ada kabar lagi. Jujur aja, gue bener – bener menyesal udah bikin Glen sakit dan harus dioperasi. Kalo aja waktu itu gue sama Steven gk bikin ulah kayak gitu, Glen pasti gk bakal sakit, dan Glen sama Rachel pun masih ada disini seperti biasanya.
Kondisi di rumah hari demi hari semakin berbeda. Biasanya rumah kami semua selalu diisi oleh canda – tawa kami semua. Tapi sekarang, semuanya berbeda. Chelsea yang biasanya selalu bercanda bareng Rachel, kini ia hanya menonton drama koreanya sendiri di ruang tamu tanpa adanya kehebohan yang biasa ia tunjukkan jika sedang menonton drama korea kesukaannya. Dylan yang biasanya selalu belajar bersama dengan Rachel, kini juga harus belajar sendiri, gue bisa ngeliat raut wajahnya yang merasa pusing sendiri karena gk ada tempat buat konsultasi masalah pelajaran sekolah.
Sebenernya gue mau banget bantuin dia, Cuma ya kalian tau lah batasan otak seorang Reza Antonio… dibawah rata – rata mungkin. Terlebih lagi, sekarang yang masak juga gk ada, jadi kita semua terpaksa harus memesan makanan luar. Dan yang terakhir… Steven, ia sangat, sangat, sangat merasa bersalah pada abang kesayangannya dan Rachel. Setiap harinya dia yang selalu membuat lelucon, namun semenjak kejadian tersebut, Steven lebih menjadi pendiam, ia lebih sering mengurung dirinya sendiri di kamar. Gue yang melihat itu semua hanya bisa diam dan berdoa agar Glen dan Rachel bisa cepat kembali ke rumah.