Undesirable Relationship

Undesirable Relationship
TIMEZONE!!



“ Seriusan nih? Cowo sekece, seganteng, dan semanis sepupuku yang satu ini gk pernah punya pacar, gebetan, maupun orang yang di suka?!” tanya Chelsea yang dibalas gelengan oleh Dylan.


“ emangnya kenapa sih? Kok lo kayak gk percaya banget kalo gue gk punya pacar, gebetan, maupun orang yang gue suka?” jawab Dylan dengan menaikkan sebelah alisnya.


“ ya kan udah gue bilang. Kayak aneh aja gitu, cowok ganteng, manis, putih, pinter, tinggi dan murah senyum kayak lo gk pernah punya pacar.” Ucap Chelsea yang membuat Dylan terkekeh.


“ lah, emangnya Reza, Glen, Steven, dan yang lain udah pernah pacaran?” Tanya Dylan pada Chelsea sambil bersedekap.


“ Lah, mana gue tau. Tapi gue yakin pacar sama mantannya Alka udah segudang.” Jawab Chelsea.


“ Sok tau lo. Kita semua tuh belum pernah punya pacar, termasuk Alka. Meskipun dia terkenal genit sama cewek – cewek dia belum pernah tuh pacaran.” ucap Dylan yang membuat Chelsea membelalakkan matanya tak percaya.


“ Serius?! Demi apapun?! Ahh! Sayang bangett… tapi gk kenapa – kenapa sih, lumayan kan kalo kalian buat gue aja?” tanya Chelsea sambil menaik turunkan alisnya yang membuat Dylan lagi – lagi terkekeh.


“ boleh aja sih buat lo, tp gk boleh egois dong. Pilih salah satu aja.” Jawab Dylan tepat di telinga Chelsea lalu berjalan duluan menuju pintu masuk mall.


Chelsea mematung seketika mendengar suara Dylan yang tadi tepat di telinganya, entah mengapa jantungnya terasa berdebar kencang saat nafas Dylan berhembus di telinganya tadi. Oh sungguh, Chelsea merasa ia harus pergi ke rumah sakit untuk mengecek keadaan jantungnya.


“ woi! Gk usah bengong! Ayo cepet masuk! Nanti kemaleman!” teriak Dylan yang membuat Chelsea tersadar dari lamunannya.


“ e-eh? Iya – iya tunggu!” balas Chelsea lalu berlari ke arah Dylan yang sedaritadi menunggunya di depan pintu masuk mall.


“ huh, lo kok ninggalin gue sih?!” protes Chelsea saat dirinya sudah berada di departemen Dylan yang sedang menunggunya sambil bersedekap dada.


“ ayo ah, lama lo!” balas Dylan sambil mengambil tangan bebas Chelsea lalu menyelipkan jari – jari tangannya ke jari – jari mungil milik Chelsea dan menggenggamnya erat. Chelsea yang sadar akan perlakuan Dylan padanya pun membuatkan matanya. Pipi Chelsea yang putih pun memerah seketika ketika tangannya yang mungil itu ditarik oleh tangan kekar milik Dylan.


“ P-pelan – pelan dong.” Protes Chelsea gugup saat tangannya ditarik oleh Dylan.


“ Lo lama sih, ayo cepet. Kita mau kemana dulu nih?” tanya Dylan pada Chelsea.


“ Kita ke Timezone!! Ayo!!” jawab Chelsea antusias. Kini, Chelsea yang menarik Dylan. Sedangkan Dylan, hanya mengikuti kemana gadis itu pergi.


“ mau main apa dulu?” tanya Dylan pada Chelsea saat keduanya sudah membeli kartu agar mereka bisa bermain di Timezone.


“ Ayo kita main tembak – tembakkan dulu.” Jawab Chelsea lalu menarik Dylan ke arah permainan tembak – tembakan yang dimaksud Chelsea.


“ Parah banget sih zombie nya dikatain jelek, nanti dia marah loh….trus nanti lo di datengin sama dia, hayooo!!” ucap Dylan menakut - nakuti Chelsea.


“ iihh, bodo amat. Kan ada lo. Nanti gue tinggal nyuruh lo buat usir zombie nya kalo dia datengin gue.” Jawab Chelsea enteng sambil mengambil pistol – pistolan yang berada di depannya. Lalu ia membidik para zombie yang ada di layar dengan serius.


Dylan yang melihat Chelsea mulai kewalahan melawan para zombie pun langsung mengambil pistol yang berada di sebelah pistol yang tadi Chelsea ambil, lalu ikut menembak – kembali para zombie.


Setelah bermain tembak – tembakan, mereka berdua bermain balap mobil, setelah itu mereka bermain permainan lain hingga akhirnya Chelsea pun kelelahan.


Dylan yang melihat Chelsea kelelahan pun langsung mengajak Chelsea untuk makan malam. Mereka berdua memang belum makan karena terlalu lama bermain di Timezone tadi. Dylan mengajak Chelsea ke salah satu restaurant yang berada di mall tersebut.


“ Lo mau makan apa?” tanya Dylan pada Chelsea saat mereka sudah berada di dalam restaurant.


“ Gue steak sama milkshake aja deh.” Jawab Chelsea yang dibalas anggukkan oleh Dylan.


“ mbak, steak nya dua sama milkshake coklatnya juga dua ya.” Ucap Dylan pada waiters.


“ baik tuan, ini bill nya.” Ucap waiters tersebut pda Dylan. Dan Dylan pun langsung mengeluarkan delapan lembar uang seratus ribuan dan memberinya pada waiter tersebut.


“ baik tuan dan nona, mohon ditunggu pesanannya.” Ucap waiter tersebut pada Dylan dan Chelsea lalu pergi meninggalkan meja mereka berdua.


“ Ish, berasa kayak apaan gitu… pake tuan dan nona segala. Biasanya juga kak, pak, bu, atau apalah gitu.” Gerutu chelsea yang membuat Dylan lagi – lagi terkekeh. Coba kalian tebak, sudah berapa kali Dylan terkekeh hari ini?


“ berisik, gk usah norak deh. Malu tuh diliatin orang.” Ucap Dylan pada Chelsea yang sedang menggerutu.


“ Bodo amat.” Balas Chelsea sambil bersedekap. Dylan pun dengan gemas mengacak rambut panjang Chelsea yang tergerai.


“ Ish, rambut gue nanti berantakan Dylan!” protes Chelsea sambil merapikan rambutnya yang berantakan.


“ di sekolah belajarnya udah mulai susah?” tanya Dylan pada Chelsea.


“ bangettt!! Susahnya minta ampun deh… kadang suka kesel sendiri gitu, kenapa gue gk bisa?!” jawab Chelsea sebal.