Undesirable Relationship

Undesirable Relationship
PUNISHMENT?!



“ maaf…” ucap Steven lalu memakan nasi gorengnya sendiri diikuti oleh yang lain.


Setelah selesai, mereka semua pun bergegas menuju kelas masing – masing dengan sangat terburu – buru karena bel sudah berbunyi sekitar 5 menit yang lalu. Ya, ini semua gara – gara Steven bukan?


Rachel, Glen, Dylan, Alka, dan yang lainnya kecuali Chelsea dan Aurel bernasib baik. Kebetulan saat mereka masuk kelas, guru mereka juga belum ada. Berbeda dengan Aurel dan Chelsea, mereka berdua mendapati Bu Endang yang terlihat marah saat mereka akan masuk ke kelas.


“ dari mana saja kalian berdua?!” bentak Bu Endang pada Chelsea dan Aurel.


“ maaf bu, kami berdua telat karena kami baru saja selesai makan siang.” Sahut Chelsea sambil menunduk.


“ istirahat 30 menit memangnya tidak cukup?! Sekarang kalian berdua ibu hukum membersihkan gudang setelah pulang sekolah!” ucap Bu Endang yang membuat mata Aurel terbelalak tak percaya.


Sedangkan Chelsea yang menyadarinya pun menghela nafas berat kemudian ia berkata,“ biar saya saja yang membersihkan gudang sendiri bu, Aurel akan tetap pulang seperti biasa.” balas Chelsea yang lagi – lagi membuat Aurel terkejut.


“ apa kamu serius akan membersihkan gudang sendirian? Bukankah di sana sangat kotor dan gelap?” Tanya Bu Endang yang membuat Chelsea menggerutu dalam hati.


“ saya serius bu, kalau begitu bolehkah saya dan Aurel duduk?” Tanya Chelsea yang dibalas anggukan oleh Bu Endang.


Bel pulang sekolah pun berbunyi, semua siswa pun bergeas pulang ke rumah masing – masing. Namun berbeda dengan Chelsea, ia tetap masih berada di sekolah untuk melaksanakan hukumannya. Sebenarnya tadi Aurel sempat menawarkan diri lagi untuk membantu, namun Chelsea menolak, ia tahu persis bagaimana Aurel. Cewek itu benar – benar tak suka dengan gelap, makanya Chelsea memberanikan diri untuk melaksanakannya sendiri tanpa bantuan Aurel.


Dylan POV.


Saat gue dan sepupu gue menunggu di parkiran, Aurel datang menghampiri kami semua seorang diri. Gue yang khawatir akan Chelsea pun langsung bertanya pada Aurel.


“ Rel, Chelseanya mana?” Tanya gue pada Aurel.


“ oh, Chelsea lagi di hukum sama Bu Endang gara – gara tadi telat masuk ke kelas.” Jawabnya yang membuat gue menyernyitkan dahi heran.


“ bukannya lo tadi ke kelasnya bareng sama Chelsea? Kok bisa Chelsea doang sih yang di hukum?” Tanya gue lagi penasaran.


“ Chelsea bilang ke Bu Endang katanya biar dia aja yang ngelakuin sendirian dan biarin gue pulang duluan.” Jawabnya enteng yang membuat gue kesal.


“ kenapa lo nurut aja? Lo gk kasian sama sepupu lo sendiri.” Ucap gue menahan kesal.


“ heh, lo gk usah nyalahin gue. tadi jug ague udah tawarin bantuan ke dia, tapi dianya malah nolak. Mungkin, dia tau kalo gue gk suka tempat kotor dan gelap.” Balasnya yang membuat gue berpikir sejenak. Tunggu, kotor dan gelap? Bukankah… Chelsea juga sedikit takut dengan gelap?!


“ dimana dia sekarang?” Tanya gue panik yang membuat semuanya bingung.


“ gudang.” Jawabnya yang membuat mata gue terbelalak tak percaya, begitu pula dengan yang lainnya. Sungguh, betapa teganya dan cueknya Aurel.


“ gue susul Chelsea dulu, kalian pulang duluan aja. Biar nanti gue sama Chelsea pulangnya naik taksi.” Ucap gue lalu bergegas pergi menuju gudang sekolah.


Chelsea POV.


Ya tuhan, sejujurnya aku mulai takut saat ini. Aku memang sedikit takut dengan gelap, hal tersebut hanya satu orang yang mengetahuinya. Jadi, wajar jika tadi Aurel tidak terlalu memaksakan diri untuk membantuku.


Pada saat aku hendak mengambil kardus bekas yang berada di atas lemari besar itu, tiba – tiba saja bangku tinggi yang kunaiki patah hingga tak sadar akupun memekik kaget.


Aku memejamkan mataku saat tubuhku mulai ambruk. namun sebelum tubuhku benar – benar jatuh, aku merasakan lengan kekar yang menangkapku dengan cepat. Dan saat aku membuka mataku, aku dapat melihat orang tersebut yang membuatku menjerit tak karuan dalam hati.


“ D-dylan?” Tanya Chelsea memastikan bahwa dirinya sedang tak salah lihat.


“ kenapa sih lo selalu aja ceroboh.” Jawab Dylan ketus lalu mendudukkan Chelsea dilantai, begitupula dengan dirinya.


“ e-em, tadi bangkunya…tiba – tiba aja patah.” Ucap Chelsea sambil menundukkan kepalanya.


“ lo takut kan?” Tanya Dylan dengan wajah seriusnya.


“ e-eh, maksudnya?” sahut Chelsea belum paham dengan maksud Dylan.


“ lo takut gelap kan?” Tanya Dylan yang membuat Chelsea tediam.


“ kanapa lo sok mampu ngelakuin hukuman ini sendirian?” Tanya Dylan lagi dengan wajah marahnya.


“ maaf Dylan,,,” hanya itu yang bisa Chelsea katakan saat ini. Tubuhnya bergetar menahan tangis. Dylan yang menyadari hal tersebut pun langsung membawa Chelsea ke dalam dekapannya.


“ lo gk perlu sok bisa dan sok kuat kalo kenyataannya lo itu lemah.” Ucap Dylan sambil mengusap punggung Chelsea lembut.


“ lo gk bisa terus – terusan ngorbanin diri lo demi orang lain. Di suatu saat, lo itu harus bersikap egois Chelsea.” Ucap Dylan lagi yang membuat Chelsea menangis sesegukkan.


“ t-tapi..” ucapan Chelsea terpotong oleh ucapan Dylan.


“ sshhtt,,,udah mulai sekarang lo harus ngikutin semua saran gue. ini buat kepentingan lo juga Chelsea.” Ucap Dylan sambil berusahan meredakan tangisan Chelsea.


“ udahan ya nangisnya, nanti lo tambah jelek. Nobita kan jadi gk suka sama cewek jelek.” Ucap Dylan sambil mengecup puncak kepala Chelsea yang membuat sang empunya membeku seketika.


“ m-maksudnya?” tanya Chelsea panik bercampur gugup.


“ maksudnya apa?” Balas Dylan balik bertanya.


“ E-enggak jadi.” Jawab Chelsea malu yang membuat Dylan terkekeh pelan.


“ udah, mending kita cepet – cepet beresin ini deh. Biar gue bantu.” Ucap Dylan lalu menarik Chelsea agar berdiri.


“ i-iya, makasih.” Balas Chelsea dengan rona di pipinya.


Kemudian, Chelsea dan Dylan pun saling membantu membersihkan gudang hingga terasa langit pun sudah sedikit mulai menggelap.


“ Udah selesai semua kan? Kalo gitu ayo kita pulang, udah sore nih.” Ucap Dylan yang dibalas anggukan oleh Chelsea.


Setelah itu mereka pun keluar dari sekolah dan berjalan menuju halte untuk menunggu taksi yang lewat.


“ Lan, kayaknya taksi gk lewat – lewat deh dari tadi. Kalo kita naik bus aja mau gk?” tanya Chelsea yang semakin bosan karena daritadi tak ada satupun taksi ya lewat.


“ Yaudah, kita naik bus aja. Udah sore banget ini tambah gelap takutnya malah gk kedapetan bus nanti. Ayo cepet kita ke halte bus sana.” Jawab Dylan lalu menarik tangan Chelsea untuk mengikutinya menuju halte bus yang letaknya cukup jauh dari sekolah.