
Akhirnya Aldi dan Laura keluar dari ruangan tersebut diikuti oleh Rachel, Dylan, Steven, Glen, dan Alka dibelakangnya. Sepanjang jalan menuju kelas, Aldi terus memberi informasi tentang sekolah dan lain – lain, sedangkan mereka berlima hanya menyimak informasi mengenai sekolah baru mereka yang Aldi jelaskan sejak tadi.
“ nah, yang perlu kalian tahu adalah bahwa semua murid yang berada di kelas XI IPA 3 adalah murid pilihan sekolah kami berdasarkan tingkat kepintaran mereka. Dan kelasnya juga kelas yang paling luas diantara kelas – kelas lain.” Jelas Aldi saat mereka sudah hampir sampai di kelas tujuan.
“ terima kasih kak atas informasi yang kakak beri tadi kepada kami semua.” Ucap Dylan sopan kepada Aldi.
“ berkat kakak, sekarang kami sedikit lebih tau tentang sekolah ini, terima kasih sekali lagi. Kalau begitu kami masuk ya kak.” Tambah Rachel dengan senyum manisnya yang tidak ia perlihatkan sejak tadi.
“ sama – sama, kalau begitu kami berdua pergi dulu, permisi.” Jawab Aldi membalas senyum Rachel dengan tak kalah manisnya.
“ yaudah sekarang kita masuk.” Ucap Dylan setelah Aldi dan Laura pergi.
“ ok.” Sahut Rachel lalu mengetuk pintu kelas.
“ masuk.” Ucap seseorang di balik pintu kelas.
“ permisi.” Ucap Dylan yang pertama kali masuk ke dalam kelas.
“ oh, kalian murid baru ya?” Tanya guru tersebut sambil tersenyum.
“ benar bu.” Jawab Rachel membalas senyum guru yang ada di depannya.
“ perkenalkan saya Feyra selaku wali kelas, tapi kalian bias memanggil saya Bu Fey.” Ucap Bu fey sopan.
“ baik bu.” Jawab Steven.
“ kalau begitu perkenalkan diri kalian satu persatu.” Ucap Bu Fey.
“ hallo, perkenalkan nama saya Dylan Rasya Putra, kalian bisa panggil saya Dylan.” Ucap Dylan memperkenalkan dirinya lebih dulu.
Wah gila sih ganteng juga ya.
Eh udah punya pacar belum ya.
Ih sopan banget gaya bicaranya.
Iya, senyumnya juga manis banget sihh.
Itulah yang murid – murid cewek katakan saat Dylan memperkenalkan diri.
“ hai, perkenalkan namaku Rachella Emilia Putri, kalian bisa panggil aku Rachel.” Ucap Rachel memperkenalkan diri setelan Dylan.
Bagaimana reaksi murid sekelas saat Rachel memperkenalkan diri?
Gila senyumnya ituuu.
Ahhhh cantik banget sumpahhh.
Jadi pacar aku mau gk?
Ihhh sekarang kecantikan aku udah ada yang ngalahin.
Gk kuat sayaaaa.
Duh sempurna banget sihhh.
Ya, itulah reaksi mereka saat Rachel memperkenalkan diri. Sempurna? Ya bisa dikatakan seperti itulah Rachel, kuliatnya yang putih bersih, tubuhnya yang tinggi, matanya yang sangat indah, rambutnya hitam pekat alami yang memberi kesan anggun, senyumnya yang sangat manis, dan jangan lupakan kecantikannya yang sungguh menawan.
“ hai semua… namaku Steven Ardelio Freddy, kalian bisa panggil aku Steven, salken yaa semuaa.” Ucap Steven memperkenalkan diri dengan cengiran khasnya. Reaksinya?
Ahhhh ganteng banget….
Imut benget sih yaampunn…
Gk kuat nih akunyaa
Minta ID LINE nya dong
“ kenalin, gue Alkainan Tara Reandri, kalian bisa panggil gue Alka.” Ucap Alka dengan gaya bad nya. Ya pasti taulah reaksinya gimana. Tidak perlu saya jelaskan kalian pasti udah tau kok.
Dan terakhir yang membuat seisi kelas penasaran dengan wajahnya, ya orang itu adalah Glen. Glen sejak tadi memang memakai masker, jadi wajar saja jika orang – orang penasaran dengan wajahnya.
“ gue Glen Alexandra Freddy, panggil gue Glen.” Ucap Glen dingin kontras dengan wajah datarnya yang terlihat dingin. Ya, dia memang membuka maskernya saat ia ingin memperkenalkan diri.
Reaksi sekelas tidak bisa dijelaskan dengan kata – kata. Sekelas mendadak riuh saat Glen membuka maskernya, tapi Glen dan sepupu – sepupunya merasa sudah terbiasa dengan reaksi seperti itu.
“ sudah – sudah, jangan membuat kelas menjadi gaduh. Di paling belakang ada dua kursi kosong. Disebelah Natasha, Reno, dan Dino juga masih kosong. Silahkan kalian pilih tempat duduk kalian masing – masing.” Ucap Bu Fey.
“ terima kasih bu.” Ucap Dylan langsung memilih tempat duduk diikuti sepupunya di belakang.
“ gue duduk di sebelah lo ya.” Izin Dylan pada Reno.
“ iya, duduk aja.” Jawab Reno dengan senyumnya.
“ makasih.” Ucap Dylan yang hanya ditanggapi dengan senyum manis Reno.
“ duduk sama aku aja yuk beb.” Goda Dino genit saat Rachel memilih tempat duduk.
“ gk!” ucap Steven dan Dylan bersamaan.
“ lah gitu banget sih kalian.” Ucap Dino kecewa.
“ lo duduk sama gue aja ya.” Ucap Steven dengan cengirannya. Sementara Rachel hanya **** senyumnya melihat kedua sepupunya itu tampak protektif padanya.
“ gue duduk dibelakang aja ya, maaf.” Ucap Rachel yang akhirnya mengeluarkan suaranya.
“ ok.” Pasrah Dino.
“ Glen, kamu duduk sama aku aja yuk.” Ucap Natasha dengan nada dibuat – buatnya. Glen menatap Natasha sekilas lalu beralih menatap Alka datar.
“ eh, kamu duduk sama aku aja ya.” Ucap Alka mengerti dengan maksud tatapan Glen, ia tahu kalau sepupunya yang satu itu memang sulit berhubungan dengan orang lain, baik laki – laki ataupun perempuan.
“ ah–“ ucap Natasha terpotong dengan ucapan Rachel.
“ sama gue aja Glen.” Ucap Rachel melambaikan tangannya sambil tersenyum manis. Tanpa ragu, Glen menghampiri bangku kosong di sebelah Rachel.
“ sama aku aja ya cantik.” Ucap Alka langsung duduk di sebelah Natasha. Akhirnya Natasha mengangguk pasrah.
“ baik anak – anak, kita mulai pelajarannya sekarang, buka buku fisika kalian.” Ucap Bu Fey kembali mengajar.
Kringg…kringg….kring… tanpa terasa, bel istrirahat pun berbunyi. Murid – murid bergegas ke luar kelas karna tidak ingin waktu istirahat mereka terbuang. Namun berbeda dengan Natasha, ia malah menghampiri bangku Glen dan Rachel yang sedang merapikan buku – buku mereka.
“ hai Glen, aku boleh istirahat bareng kamu kan?” Tanya Natasha dengan nada yang dibuat seimut mungkin olehnya.
“ ….” Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Glen, ia masih sibuk memasukkan bukunya ke dalam tas. Sementara Rachel hanya diam sambil merapikan buku – bukunya yang berantakan di atas meja, ia tidak mau ikut campur dengan urusan Natasha dan Glen, lagi pula Natasha bilang hanya berdua dengan Glen, berarti dia tidak di ajak bukan?
“ ih kok gk dijawab sih Glen, boleh kan pasti.” Ucap Natasha yang membuat keduannya semakin risih.
“ ayo, mereka nunggu kita.” Ucap Glen dingin dan datar sambil menarik tangan Rachel.
Rachel yang menerima perlakuan seperti itu hanya pasrah saat ditarik oleh Glen, pasalnya ia tahu bahwa Glen sangat risih dengan sikap Natasha yang seperti itu.
“ ih tungguin aku dong Glen, aku mau ikut.” Ucap Natasha sambil mensejajarkan langkah mereka.
“ eh, kok lu–“ ucap Rachel terpotong dengan ucapan Glen yang terdengar tegas.
“ biarin.” Ucap Glen dingin dengan nada sedikit geram. Sontak ucapan Glen membuat Rachel menatap Glen tidak percaya. Sedangkan Natasha tersenyum penuh kemenangan.
“ makasih Glen, kamu baik banget deh.” Ucap Natasha yang hanya terdengar helaan nafas kasar Glen.
Saat mereka bertiga sampai di kantin, ternyata memang semuanya sudah menunggu Glen dan Rachel. Akhirnya mereka bertiga pun menghampiri meja kantin panjang yang hanya ditempati oleh sepupu – sepupunya saja.
“ woi, lu berdua kenapa lama banget sih.” Ucap Alka saat mereka bertiga sudah duduk di tempat yang tersedia.