Undesirable Relationship

Undesirable Relationship
AKU YANG MENYENTUHMU!! BUKAN DIA!!



“ Glen bangun… maafin gue…ahh Glen mah gitu…Rachel sayang banget sama Glen…Glen bangun yaa…ahhh Glen mah gituuu..” cerocos Rachel dengan isakan tangis yang amat perih.


Setelah menangis kurang lebih 2 jam, Rachel pun tanpa sadar tertidur karena kelelahan. Ia memang sudah selesai mengobati luka Glen dari tadi, bahkan ia sudah membalut luka tersebut menggunakan perban.


Sekitar kurang lebih satu jam sejak Rachel tertidur, Glen membuka matanya perlahan, ia sempat meringis sejenak karena lukanya tadi belum kering sama sekali. Ia menatap Rachel dengan tatapan yang sulit diartikan, ia sedih melihat kondisi Rachel saat ini, ia benar – benar menyesal dengan perbuatannya tadi siang. Glen mengelus rambut Rachel dengan lembut hingga tanpa sengaja, ia membangunkan Rachel yang baru saja tertidur 1 jam yang lalu.


“ Glen? Apa yang kamu rasain sekarang?” Tanya Rachel panik saat kesadarannya sudah terkumpul.


“ gue gk apa – apa.” Jawab Glen menenangkan Rachel.


“ beneran?” Tanya Rachel lagi memastikan.


“ iya.” Jawab Glen lembut sambil tersenyum.


“ Glen mau makan apa? Bubur aja ya.” Tanya Rachel yang sebenarnya lebih ke pernyataan.


“ apa aja.” Jawab Glen sambil mengelus rambut Rachel lembut.


Rachel tersenyum manis lalu beranjak dari kamar Glen menuju dapur yang sangat rapih dan mewah.


“ bagus banget dapurnya.” Gumam Rachel takjub.


Tanpa manunggu lama, Rachel langsung membuatkan bubur untuk Glen dan untuknya. Setelah selesai, ia langsung bergegas membawanya ke kamar.


“ baunya enak banget nih.” Ucap Glen sambil terkekeh kecil.


“ iya dong, ayo makan. Gue yang suapin ya.” Balas Rachel sambil tersenyum. Glen yang diperlakukan seperti itu pun membuka mulutnya seperti anak kecil yang membuat Rachel gemas sendiri melihatnya.


“ kenyang.” Ucap Glen pada Rachel yang sejak tadi terus menerus menyuapinya makan.


“ iya udah..” balas Rachel sambil menaruh kedua mangkuk tersebut di atas meja.


“ udah sore, mending lo mandi deh sekarang.” Ucap Rachel yang membuat Glen mendecak pelan.


“ lo lupa.” Balas Glen sambil menunjuk lukanya.


“ oh iya lupa, yaudah kalo gitu sekarang lo pake ganti baju aja dulu sana, eh maksudnya pake baju.” Ucap Rachel yang menyadari bahwa sejak tadi Glen tidak memakai baju karena tubuhnya sudah terlilit perban.


“ gk mau ah, luka gue masih basah banget. Kalo gue gerak, yang ada lukanya makin melebar, dan tambah sakit juga.” Balas Glen sedikit meringis di akhir kalimatnya.


“ ish bau tau, kalo gtu biar gue deh yang pakein lo baju.” Ucap Rachel tanpa sadar perkataannya barusan.


“ h-hah?” Tanya Glen salah tingkah.


“ eeh, maksudnya gue pakein lo baju doang kan… kalau celana sih pake aja sendiri.” Jawab Rachel yang ikut menjadi salah tingkah.


“ gk usah, lo siapin aja baju gue. gue yang pake sendiri, mudah – mudahan bisa.” Ucap Glen yang dibalas anggukan oleh Rachel.


Tanpa menunggu lagi, Rachel langsung mengambil pakaian Glen dan memberikannya pada Glen.


“ lo mandi aja, gue pake bajunya disini soalnya.” Ucap Glen.


“ gue kan gk bawa baju.” Balas Rachel.


“ lo pilih aja baju – baju gue yang ada di lemari.” Ucap Glen yang dibalas anggukan oleh Rachel. Setelah memilih – milih baju, Rachel langsung bergegas ke kamar mandi. Sedangkan Glen, ia mengganti pakaiannya sambil menahan sakit yang luar biasa hebatnya.


Setelah beberapa menit Rachel mandi, akhirnya ia pun selesai dan keluar dari kamar mandi. Saat ia kelar, ia melihat tubuh lemah Glen yang tertutup selimut saat ini. Ia bisa melihat raut wajah Glen yang sedang merasa kesakitan sekarang walaupun matanya tertutup rapat.


Rachel yang sudah merasa ngantuk pun membaringkan tubuhnya di samping Glen, ia memeluk Glen dan mencium pipi Glen dengan penuh perhatian. Setelah itu, ia pun menyusul Glen di alam mimpi.


Cahaya matahari yang perlahan masuk lewat cela – cela jendela pun mengusik sepasang sepupu yang tengah tertidur pula situ. Glen yang lebih dulu membuka matanya pun kaget dengan apa yang ada di hadapannya sekarang. Glen menatap Rachel yang masih tertidur di hadapannya saat ini. Cantik, itulah yang ada di benak Glen saat ini. Tanpa sadar ia mencium pipi Rachel yang membuat sang empunya merasa terusik.


Rachel yang sedang membuka matanya perlahan pun dibuat kaget saat melitah jaraknya dengan Glen yang sangat dekat saat ini, ditambah lagi saat ini Glen juga sedang menatapnya yang membuat ia benar – benar merasa malu.


Glen mengelus rambut Rachel dengan lembut. Namun saat ia menyelipkan rambut Rachel ke telinga, ia melihat bercak merah yang membuat dirinya berpikir yang tidak – tidak.


“ kemaren kamu diapain aja sama cowok – cowok bangsat itu?” Tanya Glen pada akhirnya, ia begitu khawatir dengan Rachel.


“ hm, gk diapa – apain kok.” Jawab Rachel dengan senyum paksaannya.


“ berani bohong sama aku huh?!” Tanya Glen sinis yang membuat Rachel gugup.


“ aku gk bohong kok.” Jawab Rachel yang membuat kesal.


“ berani banget ya kamu boongin aku?” Tanya Glen dengan wajah tak bersahabatnya.


“ hm, maaf.” Jawab Rachel pada akhirnya sambil menundukkan kepalanya.


“ apa aja yang udah dia sentuh dari kamu?” Tanya Glen lagi dengan nada menahan marah.


“ pipi, telinga, kaki, dan leher aku.” Jawab Rachel takut – takut.


“ apa lagi?” Tanya Glen lagi yang berusaha menahan amarahnya.


“ udah.” Jawab Rachel lirih.


“ tutup mata kamu.” Perintah Glen tegas yang langsung dilakukan oleh Rachel.


Rachel tersentak saat Glen mencium pipinya.


Ia menegang saat Glen menggigit telinganya pelan.


“ ahh…” desah Rachel saat Glen menghisap lehernya sambil mengelus lembut kakinya yang membuat pikirannya panas.


“ Glen..kamu ngapain…” ucap Rachel susah payah karena sedang menahan desahan yang ingin ia keluarkan dari mulutnya.


“ sekarang, anggap aja kalo aku yang melakukan itu semua sama kamu. Jadi, kamu gk perlu merasa kotor atau sebagainya karena sudah di sentuh orang lain. Mulai saat ini, yang perlu kamu ingat adalah aku yang menyentuhmu, bukan pria brengsek itu. Apa kamu ngerti?” ucap Glen panjang lebar.


“ iya, aku ngerti.” Jawab Rachel yang merasa tenang saat ini. Jujur, ia memang sempat memikirkan masalah ini tadi malam. Namun, ia merasa tenang sekarang karena yang melakukan adalah Glen, sepupunya sendiri, dan bukan orang lain.


“ makasih Glen.” Ucap Rachel lalu memeluk tubuh Glen.


“ sama – sama.” Balas Glen sambil tersenyum.


“ lukanya gimana, masih sakit gk?” Tanya Rachel memastikan.


“ lumayan sih, tapi kalo buat jalan sedikit insyaallah bisa.” Jawab Glen jujur.


“ yaudah kalo gitu, aku mau mandi dulu, nanti kamu pake salepnya lagi ya. Sama aku juga mau pinjam baju kamu lagi ya.” Ucap Rachel.


“ iya.” Balas Glen.


Setelah itu Rachel mengambil baju dan langsung bergegas masuk ke kamar mandi. Saat ia keluar dari kamar mandi, ia melihat Glen yang masih tergulung selimut sambil membaca buku.