
“ oh iya, pasti cowok – cowok ganteng gk ada
yang mau sama gue. Kalo enggak lo dulu aja yang nyobain, lo kan ganteng banget
tuh… cewek – cewek juga pada ngantri kok buat dijadiin pacar sama lo. Nanti
kalo lo udah ngerasain, cerita sama gue, rasanya gimana.” Jawab Rachel yang
membuat Glen geleng – geleng kepala tak percaya.
“ lo juga cantik kali Chel, cowok – cowok
juga pada ngantri. Kenapa gk lo aja yang coba, gue gk usah.” Ucap Glen ketus.
“ masa sih? Tapi masih ada yang lebih cantik
dari gue di sekolah kita. Kalo lo kan gk ada saingannya.” Balas Rachel.
“ masih banyak juga yang lebih ganteng dari
gue.” Ucap Glen acuh.
“ ih enggak tau, dari yang gue liat dari
sekolah lama sampai sekolah kita yang baru ini, menurut gue Cuma lo yang paling
ganteng. Jujur sih, ka Aldi juga ganteng, tapi masih lumayan jauh kok sama lo.”
Balas Rachel panjang lebar yang terlihat bersemangat saat berbicara.
“ seganteng itukah gue?” Tanya Glen terkekeh
pelan dan menaikkan sebelah alisnya saat menatap Rachel.
“ iyalah, bahkan bisa dibilang sempurna.”
Jawab Rachel spontan. Ucapan Rachel barusan membuatnya tanpa sadar
mengembangkan senyum merekah dari bibirnya itu. Tentu saja, Rachel yang baru
melihat Glen tersenyum seperti itu pun terdiam tak bergeming. Iris mereka
berdua bahkan saling mengunci satu sama lain sampai akhirnya salah satu dari
mereka pun harus mengalihkan pandangnnya terlebih dahulu.
“ udah malem, tidur.” Ucap Glen mengalihkan
pandangan lalu beranjak dari kasurnya menuju sofa.
“ eh, mau kemana?” Tanya Rachel menahan
tangan Glen sebelum ia menuju sofa.
“ mau tidur lah.” Jawab Glen enteng.
“ lo harus tidur deket gue!” ucap Rachel.
“ yaudah di sofa kan deket juga.” Balas Glen
malas.
“ jauh, disini aja ya please..” bujuk Rachel
dengan wajah memelas.
“ huh.. ok.” Balas Glen malas lalu
membaringkan tubuhnya di samping Rachel pasrah.
“ nah gitu dong.” Ucap Rachel dengan nada
penuh kemenangan.
Tidak ada sahutan dari Glen, akhirnya Rachel
pun memejamkan matanya berusaha untuk tidur. Namun ternyata hasilnya nihil, dia
tetap tidak bisa tertidur. Sejujurnya ia sangat iseng sekarang, sedangkan Glen
sepertinya sudah tertidur pulas memunggunginya.
akhirnya. Ia memang benar – benar tidak bisa tidur sekarang.
“ udah.” Jawab Glen setelah beberapa detik
menghiraukan pertanyaan Rachel.
“ trus siapa dong yang jawab?” goda Rachel
memeluk tubuh Rachel sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah Glen berniat
menggoda saja.
“ minggir, berat.” Balas Glen yang masih
setia menutup matanya.
“ lah apanya yang berat coba?” Tanya Rachel
heran.
“ tangan lo berat, leher gue pegel.” Jawab
Glen masih menutup matanya.
“ elah, gitu doang juga. Btw, buka dong mata
lu, berasa lagi ngomong ama mayat hidup tau gk.” Ucap Rachel sambil mengguncang
– guncang tubuh Glen.
“ emang gue mayat hidup.” Balas Glen lalu
membalikkan tubuhnya seraya membalas pelukan Rachel. Sedangkan Rachel yang
awalnya tidak mengira bahwa Glen akan membalas pelukannya pun hanya diam memat
“ cepet tidur, atau gue berubah jadi mayat
hidup beneran.” Ucap Glen mengeratkan pelukannya dengan Rachel. Jujur, ia
sangat nyaman dengan posisinya sekarang seperti ini.
“ eh, emangnya bisa?” Tanya Rachel menimpali.
“ bisa, tapi gue harus mati bunuh diri dulu.”
Jawab Glen asal masih dengan mata tertutup.
“ serem banget woi. Eh btw, itu mah namanya
arwah gentayangan kali, bukan mayat hidup.” Balas Rachel yang membuat Glen
terkekeh pelan.
“ emang.” Sahut Glen yang membuat Rachel
memutar kedua bola matanya malas.
“ gk jelas banget.” balas Rachel malas.
“ udah tidur, jangan banyak omong.” Ucap Glen sambil mengelus lembut rambut Rachel. Rachel yang mulai merasa nyaman di
pelukan Glen pun akhirnya tertidur pulas, sedangkan Glen menyul setelah
beberapa menit kemudian.
Cahaya yang masuk sedikit demi sedikit
melalui celah – celah jendela kamar Glen yang masih tertutup tirai itupun
membuat tidur sepasang saudara sepupu tersebut terusik. Rachel yang membuka
matanya terlebih dahulu pun sempat kaget dengan posisinya saat ini. Bagaimana
tidak, jarak wajahnya dan wajah Glen saat ini memang begitu dekat, ia juga bisa
merasakan nafas teratur milik Glen di wajahnya. Rachel yang melihat Glen
tertidur dengan wajah damainya pun menarik kedua sudut bibirnya tersenyum.