Undesirable Relationship

Undesirable Relationship
ADA APA DENGAN CHELSEA?!



Setiap harinya dia yang selalu membuat lelucon, namun semenjak kejadian tersebut, Steven lebih menjadi pendiam, ia lebih sering mengurung dirinya sendiri di kamar. Gue yang melihat itu semua hanya bisa diam dan berdoa agar Glen dan Rachel bisa cepat kembali ke rumah.


Steven POV.


Gue, Steveen Ardelio Freddy. Benar – benar menyesal atas perbuatan yang udah gue lakuin terhadap abang gue sendiri, yaitu Glen. Glen dan Rachel, gue gk tau sekarang mereka ada di mana, gue gk tau kondisi mereka kayak gimana, gue juga gk tau apa yang udah terjadi sama mereka selama kurang lebih empat hari ini. Gue khawatir sama mereka. gue selalu berdoa agar mereka cepat – cepat kembali ke rumah dan keadaan rumah akan berubah menjadi semula.


Author POV.


Keadaan rumah memang benar seperti yang Reza katakana, semuanya perlahan – lahan berubah. Memang tidak seperti sebelumnya yang selalu diisi oleh canda dan tawa, sekarang semuanya hanya diam melakukan kesibukkan masing – masing. Mereka semua mengkhawatirkan Glen dan Rachel. Mereka semua juga merindukan keadaan rumah yang selalu dihiasi oleh keceriaan. Namun apa boleh buat, mereka hanya bisa berdoa dan berharap agar Glen dan Rachel bisa cepat – cepat kembali ke rumah dengan sehat dan pada akhirnya keadaan rumah juga akan kembali seperti semula.


“ lan, gue pergi dulu ya. Pulang malem, jadi jangan cari gue.” ucap Reza yang dibalas anggukan singkat oleh Dylan yang sedang membaca buku.


“ dan nanti malem juga jangan pesenin gue makanan, karena gue mau makan di luar.” Ucap Reza lagi yang hanya dibalas anggukan lagi oleh Dylan. Setelah itu, Reza mengambil kunci motornya dan keluar dari rumah.


“ Chel, lo kapan pulang sih?” batin Dylan melihat gerak – gerik Reza yang frustasi dan akan melampiaskannya dengan berbagai hal.


“ Dylan, Reza mau kemana?” Tanya Chelsea menghampiri Dylan yang baru saja mematikan televisi.


“ gk tau, palingan juga tawuran…mungkin juga sih dia ke club.” Jawab Dylan yang masih fokus ke buku yang sedang ia baca.


“ gk bakal kenapa – napa kan?” Tanya Chelsea yang membuat Dylan mengalihkan arah pandangannya dari buku.


“ maksudnya?” Tanya balik Dylan bingung.


“ ish, gini deh resiko ngomong sama orang lola.” Kesal Chelsea sambil memutar kedua bola matanya malas.


“ masih mending gue lola, dari pada lo gobl*o*.” balas Dylan yang mulai kesal juga.


“ ish, maksudnya tuh si Reza gk kenapa – kenapa kita biarin kayak gitu. Tawuran dan ke club? Soalnya kan biasanya kalo ada Rachel juga si Reza bakalan di cegah dan dilarang sama Rachel.” Ucap Chelsea yang disimak baik – baik oleh Dylan.


“ hm, ia juga sih…tapi kita doain aja mudah – mudahan dia baik – baik aja.” Balas Dylan yang dibalas anggukan oleh Chelsea.


“ ck, main ngusir – ngusir orang aja. Dasar, gk punya sopan santun.” Ketus Chelsea yang dihadiahi pelototan tajam dari Dylan.


“ apa?! Kenapa?! Mau marah ?! sok atuh silahkan. Aing teh siap kalo situ ngajak gelud.” Tantang Chelsea sambil memasang kuda – kuda.


“ sabodo teuing.” Balas Dylan acuh.


“ ish, dasar kutu buku!!” ucap Chelsea sambil mengambil kacamata yang bertengger di hidung mancung milik Dylan.


“ apa – apaan sih lo! Gk jelas banget.” Balas Dylan sambil mendecak sebal.


“ gue bosen…main yuk!!” ucap Chelsea antusias yang disambut gelengan oleh Dylan.


“ ogah! Main aja sendiri. Kalo enggak ya main sana ama yang lain.” Balas Dylan langsung mengambil kacamatanya dari tangan Chelsea.


“ ishh,, sebel banget deh gue sama lo!” ucap Chelsea sambil bersedekap dan mencebikkan bibirnya kesal.


“ bodo. Bodo. Bodo dan bodo. Gue gk peduli. Udah sana jauh – jauh! Mual gue ngeliat muka lo lama – lama. Dasar , ganggu orang belajar aja.” Ketus Dylan lalu kembali membaca bukunya.


“ temenin gue jalan yuk.” Ajak Chelsea lagi tak patah semangat.


“ lo kenapa sih hah?! Gangguin gue mulu perasaan. Gue mau belajar, gk usah ganggu. Lo kan bisa jalan sama yang lain. Kenapa harus gue yang lo ajak?!” kesal Dylan sambil menatap tajam mata Chelsea.


“ kenapa harus lo ya?....” Tanya Chelsea dengan dirinya sendiri dengan nada menggoda?


Chelsea mendekat ke arah Dylan, lalu duduk di pangkuan Dylan dengan sengaja yang membuat Dylan membelalakkan matanya tak percaya.


“ l-lo?! Lo ngapain sih?!” Tanya Dylan sambil merutuki suaranya sendiri yang terdengar gugup. Pipi Dylan langsung merah secara tiba – tiba. Oh tuhan, ada apa dengan Chelsea?~ batin Dylan.