
“ bodo amat, sekarang juga lo pergi dari hadapan gue! cepet pergi!” bentak Reza yang membuat semuanya tersentak.
Bagaimana tidak, di depan mereka semua Reza memang tak pernah seperti itu. Meski kesal pun ia hanya mengeluarkan cengiran khasnya. Dan sekarang…Reza membentak…seorang perempuan?
“ lo mending pergi deh Reza bisa gk terkontrol kalo lagi marah.” Ucap Reyhan pada Stella.
“ ck, iya deh iya…aku pulang dulu ya honey…see you tomorrow.” Ucap Stella lalu pergi meninggalkan parkiran.
“ huh, yang satu udah pergi. Kenapa yang ini belum juga pergi.” Ucap Reyhan menyindir Natasha.
“ ish, gue kan pulangnya bareng Glen.” Balas Natasha tak tau malu.
“ abang gk mau nganter lo pulang *****.” Ucap Steven yang akhirnya mengeluarkan kata – kata kasar.
“ bodo amat ah, ayo semuanya pulang. Biarin aja ni cewek kita tinggal disini.” Ucap Alka yang dibalas anggukan oleh semuanya.
Mereka masuk ke mobil masing – masing lalu mulai melajukan mobil mereka meninggalkan sekolah Steven, Glen, Rachel, dan Natasha yang masih berada di parkiran.
“ kenapa lo nunduk? Malu karena udah tercyduk sama gue kalo lo tinggal di rumah Glen beberapa hari ini?” Tanya Natasha pada Rachel yang membuat Steven terbelalak.
“ Chel..” panggil Steven dengan nada meminta penjelasan pada Rachel. Sedangkan Rachel, hanya bisa tertunduk malu dan mengeratkan genggamannya dengan Glen.
“ diam. Lo gk punya bukti atas itu semua. Sekarang lo pergi! Pergi dari kehidupan gue! lo gk usah deketin gue lagi! Atau lo bakal tau akibatnya!” ucap Glen tegas sambil menatap Natasha tajam. Sedangkan yang ditatap hanya diam mematung ketakutan.
“ Steve, Chel. Masuk.” Ucap Glen lagi pada Rachel dan Steven. Setelah Rachel dan Steven sudah masuk ke dalam mobil, Glen berkata pada Natasha.
“ tutup mulut. Kalo lo gk mau hidup lo menderita. Pegang ucapan gue.” bisik Glen di telinga Natasha yang membuat sang empunya bergidik ngeri. Setelah itu, Glen masuk kedalam mobil dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan Sekolah dan Natasha yang masih mematung di tempat.
“ lo tadi ngomong apa aja bang sama dia?” Tanya Steven memecah keheningan di antara mereka.
“ bukan urusan lo.” Jawab Glen fokus ke arah jalanan yang mulai macet.
“ ok.” Ucap Steven yang sebenarnya tak ingin mencampuri urusan kakaknya itu.
Setelah mengalami kemacetan yang terbilang cukup parah, mereka pun akhirnya sampai di rumah. Tanpa ada yang berbicara lagi, mereka pun masuk ke dalam kamar mereka masing – masing untuk berganti pakaian.
“ lupain.” Ucap Glen saat ia dan Rachel sudah berada di dalam kamar.
“ gk usah dipikirin omongan Natasha tadi.” Ucap Glen memperjelas saat Rachel menatapnya dengan tatapan bertanya.
“ oh.” Ucap Rachel yang baru menyadari arah omongan Glen.
“ iya, gue gk mikirin kok.” Sambung Rachel lalu mengambil piyamanya dari lemari pakaiannya sendiri dan langsung menuju kamar mandi meninggalkan Glen yang masih merapihkan tasnya.
“ gua gk akan biarin Natasha menghina lo.” Gumam Glen dengan sorot mata tajamnya.
Setelah ia mandi, Rachel langsung turun ke bawah untuk mempersiapkan makan malam.
“ gue pengen bantu boleh gk?” izin Chelsea menghampiri Rachel yang sedang menyiapkan bahan – bahan untuk memasak.
“ boleh.” Ucap Rachel sambil memberikan senyum ke Chelsea.
“ yeaayy gue masak.” Pekik Chelsea girang yang membuat Rachel terkekeh.
“ Dylan, gue masak dong… pokoknya nanti lo harus cobain masakan gue!” teriak Chelsea yang membuat wajah Dylan memerah mendengarnya. Eh tunggu, kenapa wajah Dylan jadi memerah?
“ berisik Sal!” balas Dylan lalu kembali fokus ke laptopnya.
Chelsea dan Rachel hanya terkekeh mendengar balasan Dylan. Selanjutnya, mereka mulai kegiatan masak – memasak mereka dengan khidmat.
Setelah selesai, Rachel dan Chelsea meletakkan semua masakan mereka di meja makan dan memanggil para sepupunya untuk makan malam.
“ Wah, lo masak yang mana Sal?” tanya Alka saat semuanya sudah duduk di bangku masing – masing.
“ kita masak semuanya berdua kok.” Jawab Chelsea yang diikuti anggukan dari Rachel.