Undesirable Relationship

Undesirable Relationship
PEMANDANGAN INDAH BAGI CHELSEA?



“ Dylan, masih sakit banget ya?” tanya Chelsea sambil mengusap keringat Dylan yang terasa dingin. Ya, Dylan menahan rasa sakitnya hingga mengeluarkan keringat dingin.


“ ya jelas lah Sal, lo pake nanya segala lagi.” Jawab Alka mengompori.


“ Lo diem deh, gue kan nanya-nya sama Dylan. Kenapa lo yang jawab sih.” Ketus Chelsea kesal.


“ heheh, yaudah maaf… lo urusin deh tuh ya, gue mau pergi dulu.” Balas Alka yang membuat kening Chelsea berkerut.


“ eh, udah malem gini lo mau pergi kemana?” tanya Chelsea yang membuat Alka menyunggingkan senyumnya lalu mendekatkan bibir ke telinga Chelsea.


“ Biasa,,, mau ke club dulu Sal… hehe,” bisik Alka agar tidak di dengar oleh Dylan.


“ ohhh, ok deh… tp jangan sampai kayak kemarin ya Ka,” peringat Chelsea pada Alka.


“ siap! Kalo gitu gue pergi dulu ya… oh iya, si Steven lagi di rooftop jadi pintu kamarnya jangan dikunci dulu.” Pamit Alka lalu keluar dari kamar dengan jaket kulit yang bertengger di pundaknya.


“ Langsung, ganti baju dulu ya… baju lo udah lengket soalnya.” Ucap Chelsea yang dibalas gelengan oleh Dylan.


“ ayolah, sini biar gue bantu… minimal baju aja deh, celananya gk usah.” Ucap Chelsea lagi yang dibalas anggukan oleh Dylan.


“ ayo lo duduk dulu.” Titah Chelsea sambil membantu Dylan untuk duduk bersender di kepala ranjang.


“ mau pake baju yang mana?” tanya Chelsea pada Dylan.


“ Terserah.” Jawab Dylan. Tanpa berlama lagi, Chelsea pun langsung mengambil kaos abu – abu berlengan pendek milik Dylan.


“ pake ini aja ya.” Ucap Chelsea yang dibalas anggukan oleh Dylan.


“ gue buka gk kenapa – napa kan ya?” tanya Chelsea ragu.


“ i-iyaa.” Jawab Dylan ikut gugup.


Chelsea dengan ragu pun membuka kancing – kancing seragam Dylan. Setelah kancing sudah terbuka semua, Chelsea pun dengan cepat membuka seragam Dylan lalu memakaikan kaos abu – abu yang ia ambil tadi. Wajah Chelsea memerah padam karena melihat pemandangan tubuh shirtless milik Dylan yang sangat menakjubkan menurutnya.


“ Udah, sekarang lo istirahat dulu ya… Besok gk usah masuk sekolah dulu, kita ke dokter. Maafin gue ya, gue kira gk sampe segininya.” Ucap Chelsea menyesal atas perbuatan kenalan – kanakan nya.


“ iya,” balas Dylan singkat lalu memejamkan matanya berusaha untuk tidur.


“ ok, selamat tidur. Mimpi indah ya,” Ucap Chelsea lalu beranjak dari ranjang Dylan menuju lemari pakaiannya untuk mengambil piyama tidurnya sekaligus mengganti pakaiannya di kamar mandi.


Alka POV.


Setelah sampai di club, gue pun langsung menuju meja yang ditempati oleh seorang gadis cantik dan imut yang sedang melamun sendirian.


“ Hai cantik, lagi ngelamunin apa sih?” tegur gue setelah duduk di sebelah hadis tersebut.


“ eh, kamu yang kemarin nolong aku kan?” tanya Luna sambil mengamati wajah gue.


“ Wihh, masih ingat ya? Lo ngapain disini? Lo gk takut kejadian kemarin terulang lagi?” Tanya gue yang membuat Luna sedikit tersentak.


“ Masih kok, mana mungkin aku lupain orang yang sudah menolong aku. Hm, aku sudah tidak takut lagi sekarang, lagipula orang yang kemarin menipumu sudah meminta maaf kepadaku. Kepalaku sedang pusing, jadi kupikir ini adalah tempat yang pas untuk menghilangkan rasa pusingku.” Jawabnya yang membuat gue tersenyum simpul.


“ Ouhh jadi gitu ya… eh, kalo gitu lo mau nyoba wine disini gk? Wine disini enak banget lohh, pokoknya lo harus coba. Gue juga mau sekalian mesen kok.” Ucap gue yang membuat Luna melebarkan matanya.


“ bro, wine-nya dua ya!” ucap gue pada bartender.


“ Alka, batalin pesananya!” ucap Luna dengan cepat.


“ Loh, kenapa?” tanya gue heran.


“ Wine itu gk bagus untuk kesehatan. Aku gk akan pernah mau minum itu, dan kamu juga harus membiasakan untuk tidak meminum minuman seperti itu.” Jawab Luna yang membuat gue tersenyum manis.


“ ouhh, begitu ya. Yaudah deh, BRO! WINE-nya GK JADI YA!” teriak gue agar sang bartender tersebut mendengar.


“ ok, siap!” balas bartender tersebut juga berteriak.


“ Makasih ya udah ngasih tau kalo wine itu gk baik buat kesehatan.” Ucap gue pada Luna sambil tersenyum jahil yang tak dapat dilihat olehnya.


“ iya sama – sama, lagipula memangnya kamu bener – bener gk tau ya? Aku yakin kamu juga udah tau tapi kamu gk peduli.” Balas Luna yang membuat gue terkekeh.


“ wah, ketauan deh gue.” Balas gue yang membuat Luna sedikit mengerutkan bibirnya.


“ hm, daripada kita diem disini gk jelas. Mending lo ikut gue deh.” Ucap gue pada Luna.


“ Kemana?” tanyanya.


“ ke hatiku.” Jawab gue sambil tersenyum jahil yang membuat pipinya sedikit memerah. Ih yaampun dia imut bangettt!!