
“ hmm… sama… gue juga ngantuk…” Ucap Dylan lalu ikut bergelung dalam selimut Alka.
“ Hehehe… ayok kita tidur bareng..” ucap Alka lalu memeluk Dylan bagaikan guling.
“ jijik ah, tp gpp.” Balas Dylan yang sebenarnya hanya mengigau.
“ woi! Apa – apaan sih kaliann!! Cepet bangun!” ucap Chelsea sambil menggeleng – geleng kan kepalanya tak habis pikir dengan kelakuan para sepupunya itu.
“ Bawel ah.” Balas Dylan lalu buru – buru mengambil baju dan masuk ke kamar mandi untuk menjalankan ritual paginya.
“ lo juga ka. Cepet bangunn!!” ucap Alka pada Chelsea.
“ iyaaa…” Balas Alka sambil menguap.
“ buku mulut lo.” Titah Chelsea sambil mendekat.
“ e-eh… jangan deket – deket… nanti pada mikir yang enggak – enggak.” Ucap Alka sambil melirik sekitar.
“ Gotcha! Bau alkohol! lo gk usah buka mulut dulu sampe nanti gue balik bawain lo air putih.” Ucap Chelsea memperingatkan.
“ H-m” balas Alka sambil merapatkan kedua bibirnya dan kembali bergelung dalam selimut.
“ sebentar.” Ucap Chelsea lalu berlari keluar menuju dapur untuk mengambil air minum.
“ Kok Chelsea gk marah?”tanya Alka pada dirinya sendiri.
“ Woi, bangun gc. Udah jam berapa ini.” Ucap Dylan yang baru selesai mandi.
“ H-m,” gumam Alka masih menutupi tubuhnya dengan selimut.
“ Abis mandi langsung turun ya lo.” Ucap Dylan yang sudah memakai seragam sekolah lengkap lalu langsung bergegas mengambil tas ranselnya dan turun ke bawah.
“Eh, udah siap ya. Cepet kebawah, Rachel sama yang lain udah pada nunggu di bawah. Kalian makan duluan aja.” Ucap Chelsea pada Dylan saat berpapasan di depan pintu kamar.
“ iya, nanti kalo lo gk sempet sarapan biar gue masukin ke tempat makan jatah lo.” Balas Dylan sambil mengacak – ngacak pucuk kepala Chelsea.
“ makasih.” Ucap Chelsea sambil tersenyum.
“ jangan pacaran mulu oyy!!!!” ucap Alka sambil melempar bantal ke arah Dylan dan Chelsea.
“ berisik.” Balas Dylan lalu bergegas turun ke bawah.
“ Woi, nih minum.” Ucap Chelsea sambil menyodorkan air putih ke Alka.
“ makasih Sal… lo baik deh… lo gk marah?” tanya Alka pada Chelsea setelah meminum air putih.
“ sstt, kita saling jaga rahasia ya… gue juga sering ke sana kok.” Jawab Chelsea yang membuat mata Alka terbelalak.
“ Serius?! Demi apa lo?! Lo? Masih jadi kecebong aja udah berani ke sana?!” tanya Alka tak percaya.
“ iish, gue bukan kecebong! Gue udah dewasa tau! Sebenarnya kan umur gue sama lo juga sama. Cuma, gue doang yang masuk SD nya telat waktu itu.” Jawab Chelsea yang membuat Alka terkekeh.
“ Iya deh iya…. Salsa dah besar ya..” ucap Alka sambil menepuk – nepuk puncak kepala Chelsea pelan.
“ huh, pokoknya nanti lo harus cerita ke gue. Sekarang mending lo ganti baju. Gk usah mandi karena kita udah telat. Jangan lupa pake minyak wangi biar gk bau.” Ucap Chelsea lalu mengambil seragam Alka beserta pakaian dalam nya dan melemparkannya ke Alka.
“ SALSA!!! KAN GUE UDAH SERING BILANG… JANGAN SENTUH PAKAIAN DALEM GUE!!! MALU TAU ELAH!! SINI DEH LO GUE KAWININNN!!” teriak Alka kesal yang terdengar jelas hingga lantai bawah sehingga semua yang berada di meja makan pun mendengar teriakan Alka yang berada di kamar.
“ Sal, lo ngambilin ****** Alka lagi?” tanya Steven sambil tertawa ngakak.
“ Iya…,” Jawab Chelsea enteng.
“ Sal, makanan lo udah gue siapin. Kita udah telat. Dah pada selesai semua.” Ucap Dylan lalu bangkit dari kursinya dan menaruh piringnya di westafel.
“ kita udah telat nih, gue nyuci piringnya nanti aja deh pas pulang sekolah.” Ucap Rachel yang diberi anggukan dari semuanya.
“ Alka!!! Hurry up,” Teriak Lauren yang sudah siap memakai sepatu.
“ Yess baby!! Aku udah siapp nih!” balas Alka buru – buru turun ke bawah.
“ gelo.” Gumam Rasya yang tak dapat didengar oleh para sepupunya.
“ Ayo berangkat.” Ucap Alka langsung mengambil kunci mobil dan berjalan menuju garasi diikuti oleh para sepupunya.
Setelah sampai di garasi, mereka pun masuk ke mobil mereka masing – masing seperti biasa dan mulai meninggalkan halaman rumah mereka.
Setelah sampai di sekolah mereka pun bergegas ke kelas masing – masing.
“ ikut gue ke sana sebentar,” ucap Dylan sambil menarik tangan Chelsea menjauh dari para sepupunya yang sedang berjalan menuju kelas mereka.
“ e-eh.. Mau kemana? Ngapain??” tanya Chelsea heran saat dirinya ditarik oleh Dylan menuju bangku panjang yang berada di lorong yang cukup gelap.
“ Sarapan dulu nih. Masih ada 10 menit buat lo makan.” Jawab Dylan setelah mereka berdua duduk di kursi panjang itu dan mengeluarkan kotak makan berwarna hitam.
“ oh, makasih ya.” Ucap Chelsea menerima kotak makan tersebut sambil tersenyum.
“ iya, cepet tapi makannya. Gue tungguin.” Ucap Dylan yang dibalas anggukan dan senyuman oleh Chelsea.
Dengan cepat Chelsea pun menghabiskan sarapannya. Setelah selesai, ia pun segera membereskan tempat makan Dylan lalu memberikannya kepada pemiliknya.
“ makasih ya Dylan, lo emang terbaik dehh.” Ujar Chelsea sambil mengoyang – goyangkan tubuh Dylan pelan.
“ iya – iya, lepas woi ah.” Balas Dylan sambil melepaskan tangan Chelsea dari bahunya.
Kringgg…bel masuk pun berbunyi, akhirnya mereka berdua pun bergegas pergi untuk masuk ke kelas masing – masing.
“ dari mana aja lo?” Tanya Aurel saat Chelsea baru saja masuk ke kelas dan duduk dengan napas tersengal – sengal karena berlari. Ya, Chelsea berlari karena dari tempat ia sarapan tadi ke kelasnya memang jauh, jadi mau tidak mau Chelsea harus berlari agar ia tak terdahulukan oleh guru.
“ abis sarapan, tadi kan gue gk sarapan dirumah.” Jawab Chelsea setelah mengatur napasnya kembali.
“ ouhh.” Balas Aurel cuek.
Tak lama kemuadian, guru pun masuk ke kelas mereka dan memulai pelajaran pertama mereka hari ini. Selama pelajaran berlangsung, Chelsea benar – benar menyimak penjelasan dari Bu Sadimah dengan fokus dan serius. Sampai pada akhirnya pandangan dan fokusnya beralih pada lelaki yang baru saja masuk ke kelasnya untuk menyampaikan pesan ke Bu Sadimah.
“ permisi,” ucap lelaki tersebut sopan sambil mengetuk pintu kelas yang terbuka.
“ iya, masuk.” Balas Bu Sadimah dengan raut wajah juteknya seperti biasa.
“ maaf sebelumnya, ibu dipanggil oleh pak Sunarto sekarang juga di kelas XI IPA 3.” Ucap lelaki tersebut dengan kata – kata formalnya.