True Love Of A Ceo

True Love Of A Ceo
SIKAP ANEH ANDRA



"Kenapa Kau terus saja mengganggu kami hahhhh",Triak Kanaya yang mulai geram dengan sikap laki laki di depannya itu


"Tidak bisakah kita berdamai dan berteman,Aku hanya ingin lebih dekat dengan kalian",Ucap Kevan lembut


Kanaya terdiam mendengar ucapan Kevan,Ia bukannya luluh Tapi ia hanya lelah jika harus di kejar terus oleh laki laki itu."Baik lah,Tapi Kau harus berjanji tidak akan mengganggu Diana,Karna Dia itu adalah istri Kakak ku,Kau mengerti",Ucap Kanaya cepat


"Nay,Apa kau tidak salah Bicara",Bisik Kirana


"Sudah lah,Aku lelah kita terus di ganggu olehnya,Lagi pula tidak ada salahnya jika kita berdamai dan berteman dengannya bukan",Ucap Kanaya cepat


"Terserah Kau saja",Ucap Kirana pasrah


Kevan Tidak terkejut karna Dia sudah Tau."Baik Lah,lagi pula aku hanya ingin berteman dengan Kalian",Ucap Kevan dengan senyum mengembang


"Baik,Kalau begitu aku mau pulang Dulu,Jangan ganggu kami",Ucap Kanaya sambil menarik tangan Kirana dengan cepat


Kevan menatap kepergian dua gadis cantik yang baru saja menjadi temannya itu,Kevan sangat senang karna bisa menjadi teman Kanaya,Karna memang itu tujuannya untuk bisa menjadikan Kanaya Belahan jiwanya.


*****


DI DALAM MOBIL


"Ehm....Kak Andra",Panggil Diana sedikit takut


"Hmmmm",Jawab Andra singkat


"Tidak Jadi",Ucap Diana menunduk


Andra menoleh ke arah sang Istri."Ada Apa,Kau ingin bicara sesuatu?"Tanya Andra cepat


"Ahhhh....Tidak Kak,Aku hanya Iseng",Jawab Diana dengan senyum yang terlihat di paksakan


Andra sekilas menatap wajah istrinya yang murung."Baik lah",Ucap Andra lalu kembali menatap lurus ke depan


Kenapa dengan Kak Andra,Apa Dia marah pada ku?Tapi kenapa,Aku kan tidak salah apa apa,Batin Diana


Tiga puluh menit kemudian Mobil Andra masuk ke pekarangan rumahnya,Setelah Diana Turun Andra langsung menginjak pedal gas nya Tanpa mengatakan sesuatu.Diana menatap mobil suaminya dengan begitu banyak pertanyaan yang ada di kepalanya.


Diana menalangkahkan kakinya masuk ke dalam ruamah dan langsung menuju ke kamarnya.Diana membersihkan badannya yang terasa sangat lengket,Setelah selesai Bersih bersih,Diana merebahkan Tubuhnya di tempat tidur.Tubuhnya yang lelah memaksa Diana untuk mengistirahatkannya.Karna entah kenapa belakangan ini Diana sangat mudah lelah.Diana memejamkan matanya,Tak butuh waktu lama Diana sudah terlelap dalam lelahnya.


*******


"Cihhhhh.....Kenapa Kau masih disini",Ucap Andra cepat


"Apa kau sedang Datang Bulan?Kenapa Kau terus mengomel seperti Nenek nenek Rempong",Ledek Aldrian


"Apa lo lagi ada masalah dengan Diana",Tebak Divo


"Tidak,Mungkin gue hanya sedikit lelah,Enatah kenapa Belakangan Ini gue sering merasa Tidak enak",Ucap Andra


"Alahhhhh,Paling itu cuma akal akalan lo biar Kita tidak jadi ke rumah Lo kan",Ucap Aldrian


"Kalian boleh ke rumah gue kapan aja,asal pas lagi ada gue",Ucap Andra yang tidak ingin berdebat lagi


"Ok,Kalu gitu Besok kita ke sana.Tapi lo ajak Kanaya Ya",Ucap Aldrian cepat


"Cihhhh.....Lo masih suka sama Adek Gue?"Tanya Andra


"Elahhhhh,Gas terus brow",Heboh Divo


*****


Mereka berbincang sampai lupa waktu,Aldrian memutuskan pulang ke rumahnya karna Ada operasi mendadak.


"Apa Lo tidak mau pulang bos?"Tanya Divo dengan canda


"Lo Duluan,Ada pekerjaan yang harus gue selesaikan sekrang juga",Jawab Andra tanpa melihat ke arah Divo


"Ok,kalau begitu gue duluan",Pamait Divo


Setelah kepergian Divo Andra menyenderkan punggungnya,Menatap langit langit ruang kerjanya,menatap jauh ke atas.Andra Terkaget saat merasakan getar handpone yang ada di saku celananya.


Andra mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang sudah mengirim pesan ke ponselnya.Dahi Andra mengerut saat melihat begitu banyak pesan yang di kirim oleh Kanaya.


Andra langsung membuka pesan adiknya itu,Berapa terkejutnya Andra saat membaca pesan Kanaya,Andra langsung mengambil kunci mobilnya dan langsung berlari keluar Kantor.Fikiran nya mulai kalut,Andra melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju tempat yang Kanaya kirimkan.


Mobil Andra kini sudah terparkir sempurna di sebuah Rumah Sakit Dekat Rumahnya.Andra berlari dengan cepat menuju ruangan yang sudah di beri tau oleh Kanaya sebelumnya.Saat Andra tiba di depan ruangan itu Andra langsung membuka pintu itu dengan keras.


"Brakkkkkk",Andra terlihat panik,wajahnya memerah dengan nafas yang memburu,Semua orang yang ada di dalam ruangan itu langsung menatap Andra penuh tanda tanya