True Love Of A Ceo

True Love Of A Ceo
RASA YANG MULAI TUMBUH



🍃KEDIAMAN WIGUNA


Andra segera berkemas,memasukan semua keperluan nya ke dalam koper.setelah semua siap Andra mengistirahatkan tubuh nya sebentar sebelum dia berangkat,butuh waktu 5 jam perjalanan darat menuju ke kota xxx.Dan Andra lebih memilih perjalan dengan Mobil.


Tokkk tokkk tokkkk


ketukan pintu kamar Andra membuat istirahatnya terganggu,Andra segera turun dari ranjang nya untuk membukakan pintu.


"cklekkkk


pintu di buka,terlihat Bella sedang berdiri di depan kamarnya,


"Ada apa ma?",Tanya Andra cepat


"Apa mama boleh masuk Ndra",Ucap Bella cepat


"Iya Ma,ayo masuk",Ucap Andra dan langsung membuka pintu kamar itu dengan lebar dan mempersilakan Mama nya untuk masuk ke dalam


"Nak apa kamu yakin dengan keputusan mu nak?",Tanya Bella sambil duduk di sofa kamar sang ank.


"Ma Andra sudah memikirkannya,lagian Andra tidak mencintai Diana Ma,begitu pun sebaliknya.Andra menikahi Diana karna hanya ingin melindungi Diana",Ucap Andra Cepat


"Apa kamu yakin Diana juga tidak mencintai kamu nak,mama tidak ingin ada penyesalan setelah semua nya terjadi,mama tau kamu sayang,mama yang melahirkan kamu,mama hanya ingin yang trbaik untuk kamu",Ucap Bella cepat.Ia tidak ingin Putranya itu menyesali keputusan nya di kemudian hari


"Hahhhhh."Andra menghela nafas nya,ia bingung dengan perasaan nya ini."Andra Tidak tau Ma,tapi untuk sekarang,Ini yang terbaik untuk Andra,Andra mohon,tolong Andra Kali ini saja Ma,Andra hanya tidak ingin menyakiti Jesika."Ucap Andra dengan menundukkan kepala nya


"Nak kamu bisa melupakan Livia,kenapa kamu malah tidak bisa melupakan Jesika,jika kamu mencintai Jesika,Lepaskn lah Diana,Dengan kamu melindungi Diana seperti ini,Itu Akan menyakiti Diana,Mama tau Niat kamu Baik,Tapi fikirkan lah baik baik Nak",Ucap Bella cepat


"Ma,Jesika telah banyak berkorban untuk Andra,saat Andra terpuruk dan jatuh Jesika lah yang slalu ada di blakang Andra,memegang tangan Andra,,Andra memang mencintai nya ma,tapi Andra masih kecewa karna Jesika lebih memilih karirnya.Andra hanya tidak mau Jesika kecewa.dan masalah diana,setelah semua nya terselesaikan Andra akan menceraikan Diana ma",ucap Andra Cepat


"Hahhhhh,Mama tidak abis fikir dengan mu syng,semoga keputusan mu ini tidak kau sesali suatu saat nanti,mama mau istirahat dulu,kamu berangkat jam berapa nak?",Tanya Bella


"Sebentar lagi Andra berangkat Ma,Jawab Andra cepat


"Ya sudah,kalo kamu mau berangkat temui Mama di kamar ya",Ucap Bella


"Baik Ma,Andra bersih bersih dulu dan bersiap",ucap Andra


Bella keluar dari kamar sang anak,Sedangkan Andra bergegas untuk bersiap .Setelah Selesai bersiap Andra langsung berpamitan kepada Mama nya.


****


Di tempat lain Diana Bekerja dengan Tidak semangat,Ia masih memikirkan kata kata suami nya.Diana bekerja dengan wajah yan lemas,diana tidak punya tenaga.menunggu waktu untuk pulang terasa sangat lama.


"Di kamu kelihatan tidak bersemangat,ada masalah?",Tanya alex Saat melihat Diana Bekerja dengan lemas


"Tidak apa apa kak,aku hanya sedikit tidak enak badan",ucap Diana dengan senyum yang di paksakan.


"Kalau kamu tidak enak badan kenapa harus bekerja",ucap alex cepat


"Kan kakak tau aku hidup sendiri,aku haru mencari rejeki untuk kehidupan q kak",ucap Diana sedikit berbohong.


"Kalo begitu kau menikah saja dengan kakak",Ucap alex serius.


"Kakak ini selalu saja bercanda,aku sedang tidak ad mod untuk bercanda kak",ucap Diana cepat.


Alex mendekati Diana dan memegang pundak Diana."Kalau aku serius,apa kamu mau menerima ku Diana",Ucap alex serius.


Diana yang berada dekat dengan alex pun merasa gugup,Diana mencoba melepaskan tangan alex dari pundak nya." kakak ini bicara apa sihhh",ucap Diana cepat.


"Diana aku serius",Ucap alex cepat


"Diana" Panggil Febi yang saja keluar dari mengambil tasnya


"Iya,kenapa Feb?",Tanya Diana Cepat,Diana merasa lega karna terselamatkan dari pertanyaan alex.


"Emang kamu gk mau pulang,ini udah jam pulang",Ucap Febi Sambil mendekat ke arah keduanya


"Ya,Ini mau jalan pulang,trimakasih sudah mengingatka,"ucap Diana cepat.


"Diana,kamu di tunggu temen temen kamu juga di depan Tuh,Aku duluan ya,bayyy",Ucap febi Sambil berlalu meninggalkan Diana


"Kak aku duluan ya",Ucap Diana cepat,


Didepan cafe Kanaya dan Kirana sudah menunggu.mereka sengaja tidak menghubungi Diana karna ingin memberi kejutan untuk sang pengantin baru.


"Diana",Triak kirana saat melihat Diana berjalan ke arah mereka


"Toakkk banget si loo Ki",kesal Kanaya


"Yeeee,Bodo",Ucap Kirana


"Tumben kalian jemput gue gk bilang bilang",Ucap Diana yng sudah Berdiri di antara kedua sahabat nya itu


"Ya mau bikin kejutan aj buat pengantin baru",Ucap Kirana cepat


Mereka bertiga langsung masuk ke dalam mobil Kanaya,Kanaya pun langsung melajukan mobil itu menuju rumah Kediaman Wiguna.


"Ehhhh cong,gimana rasanya nikah?",Tanya Kirana Mulai Kepo


"Apaan sih Lo,Kalau mau tau Lo nikah cepet,jomblo",ledek Kanaya.


"Gue nanya Diana bukan lo odong",kesal Kirana


"Yeeee Diana itu sekarang kakak ipar gue tau",Ucap Kanaya


"Huuuuu,bodo amat wekkk",Ucap Kirana


"DI lo belum jawab pertanyaan gue,dan gima malam pertama lho di,Enak Gak",Ucap Kirana sambil mendekatkan kepalanya ke arah Diana


Diana yang mendapat pertanyaan itu pun merasa malu,muka nya memerah,menahan malu.


"Heeeee kenapa muka lho jadi merah,hahahaha",Ucap Kirana Sambil tertawa melihat sahabatnya begitu malu.


"Udah jangan ganggu Diana,lo itu yaaa",kesal Kanaya.


Dalam perjalanan,Diana hanya diam mendengar ocehan para sahabat nya itu,tanpa terasa mereka sampai di rumah kediaman Wiguna.Kanaya langsung memasukan mobilmya di dalam Garase,Setelah Itu mereka segera masuk ke dalam


"Gue capek banget,tugas kampus banyak banget hari ini",keluh Kanaya.


"Sama Nay,gue juga pegel,dosen gue kiler banget,Bikin gue slalu malas kalo udah ada dosen itu",Ucap Kirana cepat.


Kedua sahabat Diana memang kuliah,hanya Diana yang bekerja.Kanaya mengambil jurusan kedokteran dan Kirana mengambil jurusan arsitektur.sebenarnya cita cita Diana sama dengan Kanaya,tapi ada yang membuat Diana terpaksa tidak melanjutkan kuliah nya.Tanpa Teras Mereka berbincang sampai lupa waktu.Diana sangat senang Karna sekarang ia tidak kesepian di rumah besar ini sendirian.