True Love Of A Ceo

True Love Of A Ceo
PENYESALAN PART 2



🍃SLAMAT MEMBACA


Setelah Andra Selesai mengurus semua keperluan Diana,diana pun segera di pindahkan ke kamar VIP .Andra mengikuti perawat yng mendorong brankar istri nya.Andra melihat wajah istrinya yang begitu pucat,wanita itu masih belum sadar,ia masih nyaman dengan tidur panjangnya,setelah Diana di pindahkan ke ruang perawatan,Andra menyuruh mama nya untuk pulng terlebih dulu.


"Mama,lebih baik Mama pulng dulu,Diana biar Andra yang jaga,nanti jika Diana sudah sadar,Andra akan memberi tau mama",ucap Andra


"Baik lah nak,segera hubungi Mama jika Diana sudah sadar,Mama pulang dulu,nnti sore Mama akan suruh Kanaya untuk membawakan mu makanan,Kanaya belum mama beri tau".ucap Bella lalu pergi meninggalkan ruangan menantunya itu.


Setelah sang Mama pergi Andra mendekati tempat tidur Diana, ia menggenggam tangan Diana,rasa bersalah yng menyelimuti hati nya sangat dalam,ntah mengapa hati Andra begitu sakit melihat gadis yang ia nikahi terkulai lemas di atas tempat tidur rumah sakit.Andra menundukkan kepalanya,setia menunggu wanita yang ada di depan nya itu untuk membuka matanya.


Satu jam berlalu,Diana mencoba untuk membuka matanya yang terasa sangat berat,samar samar Diana mulai sadar.ia merasa badannya sangat lemas,kepalanya pun terasa sangat berat.


"Air",Ucap Diana dengan suara yang hampir tak terdengar dan sangat lemah.tapi masih bisa di dengar oleh Andra.


Andra mendongakan kepalanya,melihat ke arah sumber suara.di sudut bibir nya menampakan senyum,Andra begitu lega melihat wanita di depannya itu telah membuka mata nya


"kau sudah sadar",ucap Andra cepat.


"Air",ucap Diana lagi.


Andra dengan sigap mengambilkan Diana air,ia membantu Diana untuk meminum air tersebut,setelah itu Andra memanggil dokter untuk mengecek keadaan Diana.


"Bagai mana dok?"Tanya Andra cepat.


"Kondisi istri anda masih sangat lemah,saya akan berika resep obat dan vitamin untuk memulihkan kondisi istri anda.dan tolong jngan membuatnya terlalu banyak fikiran pak,itu bisa membuat kondisi istri bapak kembali drop".ucap dokter itu


"Baik dok,trimakasih",ucap Andra


"Kalo begitu saya permisi dulu,nanti akan ada suster yang akan mengecek kondisi istri bapak 2 jam sekali",ucap dokter itu ramah.dan berlalu meninggal kan ruangan tersebut.


diana masih sangat lemah,berbicara pun rasanya ia tak mampu,Diana mencoba melihat ke arah Andra,ntah kenapa Diana sangat senang dengan kehadiran Andra.


Andra melihat ke arah diana,ia kembali mendekati wanita itu."apa kau butuh sesuatu?",Tanya Andra cepat


Andra mengangkat tangan nya,membelai lembut kepala Diana."Ma'af kan aku Diana,aku sudah keterlaluan",ucap Andra menyesal


Diana kembali membuka matanya."Kakak tidak perlu minta maaf,setelah aku sehat,qta bisa bicara baik2",ucap Diana dengan suara yang sangat lemah.


Andra yang mendengar kata kata Diana hanya bisa tersenyum sambil terus membelai lembut kepala Dian."Tidur lah,kakak akan menjaga mu disini",ucap Andra lembut


Diana pun kembali memejamkan mata nya.


*di lain tempat,


Kanaya yang mendapat kabar dari Mamnya begitu panik.ia segera pergi menuju rumah sakit tempat Diana di rawat.


Tak Lama kemudian Kanaya sampai di rumah sakit tempat Diana di rawat,Kanaya Langsung menanyakan tempat Diana di rawat kepada resepsionis rumah sakit tersebut,setelah mendapatkan informasi ruangan yang di tuju,Kanaya langsung berlari menuju ruangan tempat Diana di rawat.


Dengan nafas yang memburu Kanaya mencoba menetralkan nafasnya,ia mendorong pintu ruangan Diana,ia melihat sahabatnya yang terbaring lemah,dan Kakak nya tengah duduk di sebelah sahabatnya itu


"Bang,bagaimana ke adaan diana?",tanya Kanaya sambil mendekati abang nya.


Andra melihat ke arah sumber suara di belakang nya,suuttt Diana baru saja tidur,kata dokter kondisi nya masih lemah.


"Maaf,Lebih baik Abang pulang dulu,biar Naya yang menjaga Diana bang",Ucap Kanaya cepat.Kanaya tau abang nya sangat lelah,terlihat dari penampilannya yang sangat berantakan.


"Tidak,kakak akan tetap disini",Kata Andra sambil menatap ke arah Diana.


"Sudah lah kak,setidaknya pulang lah untuk mandi,aku akan menghubungi Kirana untuk menemaniku,setelah kakak selesai,kakak bisa kembali kesini",Ucap Kanaya cepat.


"Baik lah,kakak titip Diana,kakak akan cepat kembali",Ucap Andra cepat


Andra keluar dari ruangan Diana menuju ke tempat parkir untuk mengambil mobil nya.dialam perjalanan pulang Andra slalu memikirkan Diana.Rasa bersalah itu masih menyelimuti hatinya,Andra melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,ia ingin segera sampai di rumah dan kembali ke rumah sakit dengan cepat.