
Pagi ini Diana bangun dengan tubuh yang lebih segar,ia mencoba duduk di atas brankar tidurnya.Diana melihat ke arah sofa ruangan itu,ia melihat Andra yang tidur pulas dengan tangan yang di lipat ke dada,wajahnya begitu sejuk di lihat,Diana tersenyum melihat Andra begitu tenang saat tidur.
ckleekk suara pintu di buka,Diana melihat fiko berjalan menuju ke arah nya.dengan senyum yang merekah di wajah nya.
"Pagi Lavana,bagaimana keadaan mu.sudah lebih baik",ucap Fiko yang kini sudah berdiri di depan Diana.
"Iya,sudah lebih baik",ucap Diana cepat.
"Baik lah,aku akan memeriksa tensi mu dulu",ucap Fiko dan langsung meletakan alat di tangan Diana
"Fiko, apa kabar mu,kenapa kamu bisa ada di kota ini?",Tanya Diana cepat.
Fiko tersenyum mendengar pertanyaan Diana."Kamu bisa melihat nya kan,aku sangat baik. kenapa kamu bertanya seperti itu,Apa kau lupa dengan janji qt",.ucap Fiko cepat
"Ko, maaf kan aku,tapi kau tau aku sudah menikah",ucap Diana Lirih
"Aku tau,dan aku juga tau tentang pernikahan mu,aku akan menunggu sampai pria itu menceraikan mu",ucap Fiko sambil melihat ke arah Andra.
"Fiko,jangan seperti ini,kau harus melanjutkan hidup mu,jangan menunggu aku,janji qta,hanya janji seorang anak kecil yang belum mengerti aapa apa",Ucap Diana dengan wajah memelas.
Fiko tersenyum ke Arah Diana,menatap mata Diana ."Tapi bagi ku janji itu bukan hanya sekedar janji anak kecil",ucap Fiko
Andra membuka matanya,mendengar suara dari dalam ruangan itu,ia mencoba bangun dari tidur nya,Andra melihat ke arah ranjang Diana,ia melihat Diana sedang berbincan dengan dokter itu lagi.
"Sial,kenpa dia datang lagi",Gumam Andra mendengus kesal.lalu bangkit menuju ke arah mereka berdua."Wahhh pagi sekali dokter sudah memeriksa istri saya",ucap Andra Sambil berjalan ke arah mereka berdua
Fiko melihat ke arah Andra."Bukankah saya harus memastikan kondisi pasien saya tuan Andra Wiguna",ucap Fiko sinis.
Diana kembali merasakan hawa panas di ruangan itu,walau ac ruangan itu tengah menyala.
"Ma'af tuan Andra Wiguna yang terhormat,bukan kah anda menikahi lavana karna terpaksa ,kenapa anda memperlakukan lavana seakan akan ada sangat mencintai nya",ucap Fiko dengan nada meremehkan.
"Jaga ucapan anda dokter Fiko,anda tidak berhak ikut campur urusan saya",ucap Andra dengan nada tinggi.
"Sudahhhhh cukupppp",triak Diana yang mulai tidak tahan dengan situasi sekarang."Fiko tolong pergi dulu,aku mohon".ucap Diana cepat
"Heee kenapa kamu memohon dengan nya,harus nya ia tau batasan sebagai seorang dokter",ucap Andra yang tidak suka melihat istrinya memohon seperti itu.
"Sudah lah kak,aku pusing mendengar kalian berdebat",ucap Diana kesal."Dan kamu Fiko,setelah aku kluar dari rumah sakit,kita akan bicara,aku mohon keluar lah dari sini",ucap Diana lagi.
"Hahhhh baik lah,aku hanya mau bilang,siang ini kamu sudah boleh pulang,ini kartu nama ku,setelah ini tepati jnji mu,aku akan menunggu mu di tempat biasa qta bermain waktu kecil",ucap Fiko sambil membelai pipi Diana lembut,dan langsung keluar dari ruangan tersebut.
setelah Fiko keluar Andra begitu kesal,ia menatap tajam ke arah Diana.Diana menatap Andra balik,seolah tau suaminya itu akan komplain.
"Kakak jangan marah dulu,Fiko tidak akan menyakiti ku kak,aku tau kakak hanya ingin melindungi q.Tapi Fiko adalah sahabat masa kecil ku,aku harus menemuinya,aku harap kakak tidak melarang.seperti aku tidak melarang kakak berhubungan dengan Jesika",ucap Diana cepat
Andra diam mendengar perkataan Diana,ia ingin marah,tapi benar apa yang di katakan Diana,mungkin ia terlalu egois.
"Baik lah,kakak harus pergi ke kantor,sebentar lagi mama akan datang",ucap Andra datar.Andra keluar dari ruangan Diana,baru saja Andra ingin menutup pintu ruangan Diana,Mama nya sudah berada di belakang
"Pagi sayang,hari ini kau ke kantor nak?",Tanya Bella saat melihat anak nya ke luar dari ruangan Menantunya
"Iya Ma,tolong jaga Diana ya Ma,nanti siang Andra akan menjemput Diana dan Mama,karna dokter bilang siang ini Diana sudah boleh pulang",ucap Andra cepat
"Baik lah,hati hati sayang",ucap Bella dan langsung masuk ke dalam ruangan menantunya .
Andra berjalan menuju ke arah parkir rumah sakit,Andra mengambil mobil miliknya dan melajukan mobil nya menuju rumah,Andra harus mengganti pakaian nya yng terlihat kucal.sebelum berangkat ke kantor nya.