True Love Of A Ceo

True Love Of A Ceo
RENCANA ANDRA



Andra tiba di parkir rumah sakit,Andra dan jesika segera turun dan berjalan menuju ruangan tempat Diana di rawat.Tak lamq Andra pun sampai di depan kamar rawat Diana,ia segera masuk ke dalam ruangan itu di ikuti oleh Jesika,Andra melihat Diana sudah mengganti baju nya dengan baju rumahan,


"Ma",sapa Andra melihat mama nya yang sedang duduk di sofa.


"Siang tante",ucap jesika


"Andra,mama kira kamu kesini sendiri",ucap Bella yang melihat ad Jesika juga.


"Ahhh ia tante,kebetulan tadi aku mau ngajak Andra makan siang,tapi kata Andra ia mau menjemput kalian di sini",ucap jesik."Hay Diana,Bagaimana kabar kamu?",Tanya Jesika sok peduli,aslinya mah,ia tidak suka sama skali


"Aku sudah lebih baikan kok kak Jesika",ucap Diana ramah


"Sudah siap semua kan,qta pulang sekarang".ucap Andra cepat.


Saat mereka melangkahkan kaki mereka ke luar kamar tersebut,tiba tiba ada yang memanggil Diana.


"Ana tunggu",Panggil Fiko sambil berlari kecil menghampiri Diana.


semua pun menoleh ke arah Fiko.Sedangakn Andra menatap Tidak suka ke arah Fiko,tatapan tidak suka yng slalu Andra berikan ke pada laki laki di depan nya itu.


"Iya Fiko ada apa?"Tanya Diana saat melihat Fiko sudah ada di depan nya


"Ini untuk kamu,buka setelah kamu sampai di rumah",ucap Fiko sambil menyerahkan kotak berukuran sedang dengan ukiran yang khas di bagian atas nya,Diana menatap kotak tersebut,dam kembali melihat ke arah Fiko.


"Baik lah trimakasih",ucap Diana dan langsung berpamitan dengan Fiko.


KEDIAMAN WIGUNA


Mereka sampai di kediaman wigunasaat pukul menunjukan jam 01.30 Mereka langsung saja masuk ke dalam rumah itu,Diana yang merasa lelah pun segera berpamitan untuk ke kamar nya terlebih dulubegitu pun dengan Bella,ia ingin istirahat sejenak.Tinggal Andra dan jesika di ruang tamu.


"Andra, apa aku boleh menginap di sini",ucap Jesika manja


"Kamu khan punya rumah,aku akan mengantarkan mu pulang",ucap Andra cepat.ia tidak ingin membuat masalah.


"Ayo lah,khan aku slalu menginap di sini sejak dulu,kenapa sekarang tidak boleh",ucap jesika kesal.


"Hmmmmm,Andra menghela nafas nya berat."Tapi aku sudah menikah je",ucap Andra lagi.


"Memang kenapa,toh juga kamu tidak mencintai nya",ucap Jesika semakin kesal.


"Hmmmmm baik lah,tapi kau tidur di ruang tamu",ucap Andra cepat


"Kenapa di ruangan tamu,aku ingin tidur di kamar mu",ucap jesika dan langsung berdiri dari duduk nya,ia segera melangkahkan kakinya ke arah tangga,dengan sigap Andra menarik lengan Jesika.


"Je tolong lah,di sana ada istri ku,jadi jangan membuat drama",ucap Andra Mulai menaikan voulume suaranya


"Aku tidak perduli",ucap Jesika ketus Ia melepas pegangan tangan Andra dan langsung berlari menuju ke atas menuju ke arah kamar Andra,dengan kasar jesika membuka pintu kamar itu,Jesika melangkahkan kaki nya menuju ke arah tempat tidur milik Andra,dengan cepat Jesika langsung menarik lengan Diana dengan kasar.


Diana yang mendapat serangan mendadak langsung terkejut mendapat tarikan di lengan nya,


"Je Jangan keterlaluan",bentak Andra sambil mendekat ke arak keduanya


Diana meringis menahan skit di lengan nya.


Jesika pun melepaskan cengkraman tangan nya."saya mau istirahat di sini,kamu pindah di kamar tamu",ucap Jesika ketus.


"Tidak,kau tetap di sini Diana",ucap Andra cepat,


"Sudah lah kak,tidak apa apa,aku akan turun ke bawah dan tidur di kamar tamu,Atau aku bisa tidur dengan Kanaya,biarkan kak Jesika tidur di kamar ini",ucap Diana sembari bangkit dari tempat tidur,tapi lengan nya di tahan oleh Andra."Apa kau ingin menjadi istri pembangkang,Kakak bilang bilang tetap di sini",ucap Andra dingin.


Andra menatap Jesika dengan tatapan yang tajam,seakan mengisyaratkan bahwa wanita itu sudah sangat kelewatan.


"Je,keluar sekarang",ucap Andra dingin.


"Tapi Andra, aku mau di kamar ini",,ucap Jesika Lagi


"Aku bilang keluar ya keluar",bentak Andra hingga membuat Jesika takut dan langsung berjalan kluar dari kamar itu,Dengan cepat Andra pun langsung menutup pintu kamar nya.


Andra memegang tangan Dianadan menuntunnya kembali ke Tempat tidur,membaringkan tubuh gadis itu di atas ranjang.dan mengusap lembut kepala Diana.


"Maaf kan aku",ucap Andra lembut."Karna aku kau jadi seperti ini",Ucap Andra cepat


Diana sedikit heran dengan sikap yang di tunjukan Andra,tapi ada kehangatan yang Diana rasakan dalam hati nya."kenapa kakak minta maaf,aku tidak apa apa,lagi pula itu bukan salah kakak",ucap Diana


"Kamu tidur lah,Kakak harus kembali ke kantor,jika ingin sesuatu panggil bibik saja di bawah",ucap Andra lagi.


"Baik kak",ucap Diana


Setelah keluar dari kamar nya Andra pun kembali ke kantor nya


PRUSAHAAN WIGUNA


Andra berjalan di loby menuju ke arah lif khusus,Andra dengan cepat masuk ke lif,sesampainya Andra di lantai 15,Andra langsung berjalan ke ruangan nya,di dalam ruangan itu Andra segera merebahkan tubuh nya di atas sofa ruang kerja nya,ia memijit dahi nya yang tidak pusing,ia merasa aneh dengan prasaan nya terhadap Diana.


tok tok tok


Mendengar pintu ruangannya di ketuk,Andra pun beranjak dari tidur nya.dan berjalan ke Kursi kerjanya


"Masuk".ucap Andra saat sudah kembali duduk di kursi meja kerja nya.


Divo masuk dengan setumpuk dokumen yang harus Andra tanda tangani."Bos ini berkas yang harus anda tanda tangani",ucap Divo dan langsung meletakkan tumpukan berkas itu di meja Andra.


"Divo,Tolong carika rumah untuk ku secepatnya",ucap Andra menatap ke arah Divo.


"Kenapa tiba tiba kamu ingin membeli rumah?",Tanya Divo heran.


"Aku ingin mandiri bersama istri ku,carikan di dekat rumah orang tuaku saja",ucap Andra cepat.


"Baik lah,akan aku coba carikan",ucap Divo Sambil berjalan kelaur dari ruangan atasannya itu.


Selepas Divo pergi Andra masih melamunkan Diana,dalam hati kecil nya ia mulai menyukai gadis itu,tapi ia masih sedikit ragu,setidak nya ia ingin memastikan dengan cara tinggal berdua dengan istri nya itu.Andra pun kembali mengerjakan pekerjaan nya yang semakin menumpuk.