True Love Of A Ceo

True Love Of A Ceo
MASA KECIL DIANA



🍃SLAMAT MEMBACA


Selepas kepergian Andra Diana kembali merebahkan tubuh nya yang lemah,kedatangan Fiko membuat nya kembali mengingat masa kecilnya yang indah sebelum kepergian sang Papa.


"flashback on"


Diana kecil sedang asyik bermain di tepi danau,setiap hari minggu tiba ia slalu bermain di tepi Danau itu,saat sedang asyik memainkan mainan nya,Diana mendengar ada yang menangis di balik pohon besar yang ada di depan nya,Diana bangkit dari duduk nya,lalu berjalan menuju ke arah pohon tersebut,awal nya Diana sangat takut,,ia mengira itu adalah hantu pohon,perlahan lahan Diana menghampiri pohon tersebut. samar samar Diana melihat seorang anak laki laki sedang duduk sambil memegang kedua lutut nya,Diana dengan prasaan takut menghampiri anak tersebut.


"Hai,sedang apa kau disini,menangis sendiri seperti hantu".ucap Diana kecil


Anak laki laki itu pun mengangkat kepalanya.lalu menatap ke sumber suara,ia masih saja diam dan terus meneteskan air matanya.


Diana yang melihat anak laki laki itu tidak mbersuara pun akhirnya mendekati anak itu."Heee kenapa kamu menangis, siapa nama mu?",Tanya Diana sambil berjongkok di depan anak laki laki itu.


"Aku fiko,kau siapa,dan sedang apa disini?",Tanya Fiko sambil mengusap air mata nya.


"Setiap minggu aku slalu bermain di sini,rumah ku tidak jauh dari sini,he kau belum menjawab pertanyaan q".ucap Diana lagi.


"Aku baru pindah ke mari beberapa hari yang lalu,karna ibuku sedang sakit,aku belum punya teman disini",ucap Fiko dengan lemas


"Ohhh begitu,lalu kenapa kamu menangis?",Tanya Diana lagi


"Tadi kondisi ibuku kembali memburuk,dan langsung di lari kan ke rumah sakit,ayah melarangku ikut ke sana",Jawab Fiko cepat


"Hahahahaha,jadi kamu menangis hanya karna tidak di ajak",ucap Diana sambil terus Tertawa


"Kenapa kamu menertawaiku,memang ada yang lucu",kesal Fiko.


"Ohhh ma'af,kau itu anak laki laki,harusnya kau tidak boleh menangis,kata ayah ku,qta harus tetap kuat meskipun sedang dalam keadaan buruk",ucap Diana lagi.


"Tapi aku hanya takut kehilangan Ibuku",ucap Fiko sambil menundukkan kepala nya


"Aku yakin Ibu mu akan baik baik saja",Ucap Diana sambil tersenyum


"Trimakasih,Apa kamu mau menjadi teman ku?",Tanya Fiko


"Tentu saja aku mau,baik qta teman ok",ucap Diana Senang


"Ok,nama kamu siapa?",tanya Fiko lagi


"Ahhh Iya,nama ku lavana,panggil ana juga boleh",ucap Diana sambil tersenyum.


Sejak saat itu mereka slalu bermain bersama,berbagi cerita satu sama lain,menjadi sahabat yang slalu saling menguatkan,sampai di suatu hari Fiko kehilangan ibunya,Fiko sangat terpukul akan hal itu,ayah fiko membawa fiko pergi dari kota itu,karna sebuah pekerjaan yang mengharuskannya untuk meninggalkan kota itu.sebenarnya Fiko tidak ingin ikut sang ayah,tapi Fiko tidak punya siapa siapa di kota itu.


"ana",panggil Fiko sambil berlari menghampiri Diana,Dengan cepat Fiko memeluk sahabatnya itu sambil menangis.


"Kenapa kau menangis lagi?",Tanya Diana kesal.


Fiko melonggarkan pelukan nya.ia menatap wajah Diana.lalu berkata sambil menangis."hikss hiks,ana aku harus pergi sekarang.papa mengajak q pindah dari kota ini",ucap Fiko dengan air mata yang terus membajiri kedua pipi nya.


"Apa kau sedang berbohong",ucap Diana dengan wajah kesal nya.


Fiko menggelengkan kepalanya.


"Baik,pergilah,aku tidak akan menahan mu",ucap Diana acuh


"Apa kau tidak sedih?", Tanya Fiko sambil mengusap air matanya.


"Tidak,kau hanya pindah kota,bukan pergi untuk selamanya,jika ada waktu kau bisa kesini lagi",ucap Diana Cepat


Fiko yang mendengar perkataan Diana langsung berfiki."Benar juga",Ucap Fiko cepat


"Aku pergi hari ini",ucap Fiko cepat


"Baik lah",Ucap Diana


"Tapi aku ingin kau berjanji satu hal pada ku,tunggu aku di sini sampai aku kembali,aku akan menikahi mu,jngan pernah berpikir untuk menikah dengan orang lain",ucap fiko cepat.sambil mengangkat jari kelingkingnya.


"Baik lah,aku berjanji".ucap Diana sambil melingkarkan jari kelingkingnya di jari milik fiko.


"flashback off"


Lamunan Diana buyar saat melihat Andra masuk ke dalam ruangan itu,Diana melihat Andra membawa dua tas kresek berisi makan,Tanpa Diana sadari ia tersenyum ke arah suaminya itu.


"Kau sedang melamunkan apa?",Tanya Andra yang baru masuk ke dalam ruangan Diana,


"Tidak,aku tidak melamunkan apa apa",Jawab Diana cepat


"Ayo makan,aku sudah membelikanmu makanan".ucap Andra sambil membuka kotak makanan itu."aku suapi",ucap Andra lagi.


"Tidak usah,aku makan sendiri saja",Tolak Diana cepat.


"Kau sedang sakit,biarkan aku menyuapimu",ucap Andra sambil mengarahkan makan ke mulut Diana.


Diana hanya bisa pasrah,ia memakan makanan itu hingga abis tanpa sisa."Apa kakak tidak makan?"Tanya Diana


"Aku sudah makan di rumah,sekarang kau minum obat mu dan istirahat lah.aku akan menjagamu",Ucap Andra sambil menyodorkan obat dan air minum


Setelah Diana meminum obat nya Andra menyuruh Diana untuk Tidur,Setelah Andra melihat Diana sudah terlelap,Ia langsung bangkit menuju ke arah sofa,ia membaringkan tubuhnya yang sangat lelah.samar samar Andra mendengar pintu di buka,Andra membuka matanya yang baru saja terpejam,lalu melihat ke arah pintu. Andra menatap tajam ke arang orng yang berjalan menuju ke arah Diana,Andra dengan sigap bangun dari tidur nya dan menghalangi orang tersebut.


"Kenapa Anda balik lagi ke sini?",Tanya Andra dengan nada tak suka


Fiko menatap Andra."Aku adalah dokter jaga malm ini,jadi aku berhak memeriksa pasien ku",ucap Fiko ketus.dan lansung mendekati Diana.fiko memeriksa Diana seperti dokter pada umum nya


Diana yang merasa tangan nya di pegang pun terbangun dari tidurnya,ia melihat Fiko yang tengan memeriksa denyut nadi nya,lalu mengalihkan pandangan nya ke arah Andra.ada tatapn tidak suka yang di perlihatkan Andra di raut wajah nya.


"Ana kamu bangun,maaf aku mengganggu tidur mu,tapi aku harus memeriksa keadaan mu".ucap fiko Dengan Nada suara yang lembut.


"Iya tidak apa apa,kapan aku bisa pulang dari sini?",Tanya Diana cepat


"Denyut nadi mu sudah normal,dan yang lainnya juga sudah baik,tunggu lah sampai besok,jika badan mu sudah tidak lemah,kau boleh segera pulang",ucap Fiko sambil membelai lembut kepala Diana,


Andra yang melihat pemandangan itu pun langsung menghampiri Diana dan Fiko,ia menatap Fiko tidak suka.


"Jauhkan tangan mu dari kepala istri ku",ucap Andra kesal.


Fiko tidak menghiraukan ucapan Andra,ia terus memandangi Diana.Diana mengerti dengan sikap yang Fiko tunjukan,sebenarnya ia juga sangat merindukan teman masa kecil nya itu,tapi Diana sadar sekarang dia sudah memiliki suami.


"Ko,aku ingin Istirahat",ucap Diana.ia ingin menyudahi perang mata antara suami nya dan teman masa kecil nya itu.


"Hmmmm baik lah,besok pagi aku akan kembali lagi",ucap Fiko lembut sambil mengecup dahi Diana,dan berlalu meninggalkan Diana dan Andra yang sudah sangat kesal melihat tingkah laki laki itu.


Diana sangat terkejut mendapat perlakuan itu,ia tidak menyangka Fiko tidak menghiraukan ucapan Andra.Diana melihat ke arah Andra,wajahnya sudah memerah,tangan nya yang terkepal dengan kuat.


"kak maafkan sikap yang Fiko tunjukan",ucap Diana sambil memegang tangan suaminya.


"Tidur lah,Ini sudah malam",Ucap Andra cepat


Malam itu Andra tidur dengan resah,Ntah kenapa ia sangat takut kehilangan Diana,apa lagi sejak kedatangan Fiko hari ini.