True Love Of A Ceo

True Love Of A Ceo
WAKTU PINDAH TIBA



Satu minggu berlalu,Kaki Diana kini sudah cukup baik dan sudah bisa berjalan lagi.dan kini waktunya bagi sepasang suami istri ini untuk pindah ke rumah baru nya.


Diana sudah mengemasi Barang sejak pagi.Sedangkan Andra masih setia dengan tidur nya.Setelah mengemasi barang nya Diana lalu turun ke bawah.Di Bawah Diana melihat Mertuanya sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk semua nya.


"Pagi Ma",Sapa Diana


"Pagi Sayang,Kaki mu sudah baik Nak?",Tanya Bella cepat


"Sudah kok Ma,Ohhh ya Ma,Apa kak Andra sudah bilang,jika kita pindah hari ini",Ucap Diana sambil membantu mengupas Bawang


"Benar kah,Andra belum memberi tau Mama,Jam Berapa kalian akan pindah?",Tanya Bella cepat


"Ntah Lah Ma,Mungkin Siangan,Kak Andra juga belum Bangun",Jawab Diana cepat


"Ya Sudah,Kamu tolong Mama bawa Makanan itu ke meja makan ya Nak",Ucap Bella cepat


"Baik Ma",Ucap Diana Sambil membawa makan itu ke meja makan.


Setelah Selesai menyiapkan makanan,Diana langsung kembali ke atas untuk membangunkan Suaminya.Tapi sesampainya di Kamar,Diana tidak melihat Suaminya di dalam kamar itu


"Kemana perginya kak Andra,Baru di tinggal sebentar sudah menghilang,Gumam Diana dan langsung berbalik


Bukkkkk


Diana terjatuh saat badan nya berbenturan dengan badan Andra."Aduhh",triak Diana Saat bokong nya menyentuh lantai bawah


"Kenapa kau mendadak berbalik",Ucap Andra sambil membantu Diana berdiri


"Mana aku tau Kakak akan muncul di belakang dengan tiba tiba",Ucap Diana cepat."Hari ini Kakak bekerja?",Tanya Diana lagi


"Iya,Kakak akan pulang jam makan siang Nanti,Jangan pergi ke mana mana lagi,Mengerti",Ucap Andra sambil mengambil Tas kerjanya nya.


"Iya kak",Jawab Diana


Mereka pun Turun ke bawah Untuk Sarapan.Di Bwah Sudah Ada Kanaya Dan Mama nya yang menunggu di meja makan.


"Kakak Lama sekali",Gerutu Kanaya


"Dasar tukang makan",Ucap Andra


"Sudah Ayo sarapan,apa pagi pagi Mama harus sarapan perdebatan kalian",Ucap Bella


"Ma'af Ma",Ucap Kanaya


Mereka pun Melanjutkan sarapan tanpa Ada yang bicara.setelah Selesai Sarapan Andra langsung pergi ke perusahaan,Begitu pun dengan Kanaya,hari ini ia ada kelas pagi.


PERUSAHAAN WIGUNA


Andra Baru saja masuk ke Ruanga,Ia membuka satu persatu file yang menumpuk di meja kerja nya.Kenapa banyak sekali,Batin Andra


Tokkk tokkkk


"Masuk",Ucap Andra cepat


Clekkk


Divo masuk ke dalam ruangan Atasan nya itu.


"Pagi Bos",Ucap Divo dengan lemas


Andra melihat ke arah asistennya itu."Kenapa wajah mu di tekuk pagi pagi bengi,Seperti pakaian yang belum di setrika saja",Ucap Andra cepat


"Hahhhhhh,Aku kesal dngan Ibu ku,pagu pagi dia sudah meminta istri pada ku",Ucap Divo cepat


"Lalu",Ucap Andra


"Ya aku harus mencari calon istri Bos",Ucap Divo dngan wajah frustasi


"Hahhhh,Kau itu.Pergi lah,pekerjaan ku banyak sekali,jangan menganggu dengan rengekan mu yang tidak penting itu",Ucap Andra lalu melanjutkan pekerjaan nya.


"Divo terpaksa keluar dari sana,karna sahabatnya itu sama sekali tidak membantu.


Tak terasa Jam Makan Siang pun tiba.Andra sudah berada di dalam mobil nya untuk menuju ke rumah nya untuk menjemput Diana.Sekitar 30 Menit akhirnya Andra tiba di rumah nya.


"Sudah siap semua?"Tanya Andra saat melihat Diana sudah duduk di ruang tamu dengan 3 koper besar di sbelah nya.


"Ya sudah",Ucap Diana dengan lemas


Andra langsung membawa koper itu ke dalam mobil nya,Setelah semua siap,Andra dan Diana berpamitan dengan Mama nya.Mobil Andra melaju menuju rumah baru mereka,Hanya 15 Menit saja mereka sudah sampai di sebuah rumah besar dengan dua lantai.


Setelah memarkirkan mobilnya Andra mengeluarkan semua bawaan nya dan memasukannya ke dalam rumah.


"Di atas kamar kita,Kakak akan kembali ke kantor,ini kunci rumah,dan ingat jangan pergi kemana mana",Ucap Andra cepat


"Baik kak",Jawab Diana


Setelah kepergian Andra,Diana langsung menuju ke kamar Atas,Kamar Utama.Diana Merebahkan Tubuh nya di atas tempat tidur Besar itu."Hahhhhh,apa aku harus tinggal di rumah besar ini sendiri,Batin Diana


Diana bangkit dan memindahkan semua barang bawaan nya ke dalam Almari.Hampir sekitar 2 jam Diana berkutat dengan 3 koper besar bawaan nya.Diana merebahkan kembali tubuhnya yang sangat lelah,sekilas Diana melihat jam dalam ponsel nya,Terlihat waktu menunjukan pukul 03.35 Wib.Diana memejamkan matanya karna sangat lelah,tanpa terasa Ia terlelap dengan begitu mudahnya.


*********


Diana terbangun saat waktu menunjukan pukul 06.50 sudah hampir dua jam Diana tertidur,ia meregangkan badan nya yang terasa pegal karna terlalu lama tidur.Diana melihat sekeliling kamar nya,masih belum ada tanda tanda Andra pulang."Apa kak Andra belum pulang,tapi ini sudah hampir malam.Gumam Diana


Dengan perasaan takut Diana berjlan perlahan lahan ke arah tv yng menyala,baru beberapa langkah tiba tiba ada yang menepuk punggung Diana,reflek diana langsung berteriak sangat keras.


"Aaaaaaaaaaaa,Ampun setan,saya tidak bermaksud mematikan tv itu,ampuni saya".Ucap Diana sambil berjongkok dan menutup matanya.


"Buahhhahahahaha,Andra terpingkal melihat kelakuan Diana.ia tidak menyangka jika Diana sangat penakut.


Diana membuka matanya saat mendengar tawa yang sangat ia kenal,ia bangkit lalu menatap tajam ke arah Andra." Kak Andra sengaja ya ngerjain aku".Ucap Diana kesal.


"Kamu nya yang penakut kenapa nyalahin aku".Ucap Andra yang baru menghentikan tawanya.


Diana yang kesal pun ingin pergi meninggalkan Andra,tapi dengan sigap Andra menarik tangan Diana.Diana yang kaget dengan tarikan tangan Andra pun langsung terjatuh di pelukan Andra.


Mata mereka tak sengaja bertemu,membuat jantung Diana berdegup sangat kencang.sama halnya dengan Andra.


Cupp,


Diana begitu terkejut mendapat ciuman dari Andra,mata Diana hampir saja melompat keluar.Andra pun melepas pelukannya.


"Maaf".Ucap Andra cepat.


"Kak itu ciuman pertama ku",ucap Diana sambil memegang bibir nya.ia masih tidak percaya dengan yang terjadi.


tok tok tok


suara ketukan pintu mengalihkan kecanggungan keduanya


"Aku buka pintu dulu kak".Ucap Diana cepat


Diana berjalan ke arah pintu dan langsung membuka pintu rumah itu,ia melihat Jesika tengah berdiri di depan pintu.


"Mbak Jesi".Ucap Diana cepat.


"Hay Diana,apa kabar".Ucap Jesika yang langsung menerobos masuk ke dalam rumah .


"Maaf mbak,apa mbak bisa sedikit sopan".Ucap diana cepat


Jesika menghentikan langkah kaki ny,dan berbalik menatap Diana."Kenapa,apa kau tidak suka".Ucap Jesika ketus


" Saya hanya ingin mbak menghormati saya sebagai tuan rumah".Ucap Diana sopan.


"Hahahahaha,apa kau sedang bermimpi gadis bodoh,apa kau tidak tau Andra membeli rumah ini karna ia ingin bebas berdua dengan ku".Ucap Jesika percaya diri.


Degg


Hati Diana terasa sakit mendengar perkataan Jesika,tapi ia tetap mencoba intuk tidak terlihat lemah.Jesika berlalu meninggalkan Diana yang masih mematung di depan pintu.


"SAYANG......".Ucap Jesika memeluk Andra dari arah belakang.


Andra yang mendapat pelukan dari Jesika langsung berusaha melepaskan pelukan itu.


"Jes lepas".Ucap Andra cepat


"Kamu kenapa sih Ndra".Ucap Jesika seraya melepaskan pelukan nya dan langsung duduk di sebelah Andra.


"Untuk apa kamu malam malam begini ke rumh ku?" Tanya Andra cepat.


"Sayang aku sangat merindukan mu,apa kamu tidak merindukan ku?"Ucap Jesika dengan nada manja.


"Apa kau tidak bisa sedikit sopan Jesika".Ucap Andra dengan sedikit bentakan.


"Kenpa kau jadi berubah seperti ini Ndra,kau tau aku sangat mencintai mu,aku kembali ke kota ini hanya untuk kamu,lagi pula wanita itu hanya istri yang kau nikahi karna ingin melindungi nya saja kan.kau sendiri yang bilang akn meninggalkan nya jika hutang budi ayah nya sudah kau balas".Ucap Jesika sedikit berteriak.


Diana yang mendengar itu pun merasa sesak di dada nya,sebenarnya Diana sudah tau sejak awal,tapi ntah kenapa ada rasa tidak rela di hati Diana.Diana pun akhir nya lebih memeilih kembali ke kamar tanpa mengisi perut nya yang lapar.


"Maaf Jes,lebih baik kamu pulang sebelum aku semakin marah".Ucap Andra dengan menatap tajam ke arah Jesika.


"Tapi khan Ndra".


"PERGI SEKARANG JUGA".Bentak Andra


Jesika terpaksa pergi dari rumah itu,ia tidak menyangka jika Andra akan bersikap kasar terhadapnya.Setelah kepergian Jesika,Andra mencoba mencari Diana di kamar nya.


Andra mendekati Diana yang tengah tertidur,ia duduk di tepi ranjang dengan tangan mengelus wajah mulus Diana."Tanpa sadar aku mencintai kamu Diana,tapi aku akan memastikan nya terlebih dulu.karna aku tidak ingin menyakiti mu".Gumam Andra dalam hati


Mendapat sentuhan yang sangat nyaman membuat Diana membuka matanya."Kak Andra".Ucap Diana cepat.membut Andra reflek menjauhkan tangan nya.


"Maaf membuat mu terbangun".Ucap Andra cepat.


"Apa kakak lapar,maaf aku lupa masak makan malam".Ucap Diana lagi


"Tidah usah memasak,Aku sudah memesan makanan,cuci muka mu dan turun lah ke bawah,aku tunggu di meja makan".Ucap Andra lalu melangkah keluar dari kamar itu.


Diana bergegas mencuci muka nya,setelah selesai ia langsung turun ke bawah untuk makan bersama Andra.diana duduk berhadap hadapan dengan Andra.di sela makan mereka diana mencoba untuk bertany kepada Andra.


"Kak apa Mbk Jesi sudah pulang?,kenapa ia tidak ikut makan malam bersam qta".Ucap Diana sedikit takut.


"Hmmmmmm,Jangan membahas hal yang tidak penting saat qta sedang makan".Ucap Andra cepat.


Mendengar jawaban dari Andra,Diana pun tidak berani untuk bertanya lagi,mereka pun makan dengan diam.hanya ada suara sendok yang bergesekan dengan piring yang memecah keheningan di antara mereka berdua.