
Andra memikirkan semua yang di ucapkan oleh DIANA,ia merasa bersalah atas perlakuan nya terhadap Diana,tapi Andra tidak pernah tau apa yang sebenarnya membuat Andra semarah itu,sedangkan Andra menikahi Diana karna ingin melindungi gadis itu,dan sekarang ia malah menyakitinya.
"Andra, apa kamu bisa jelaskan semua ini?"Tanya Jesika Saat melihat Andra hanya diam
"Jesika, besok Tante akan menjelaskan semua nya,lebih baik sekarang kamu pulang dulu,ini sudah malam",ucap Bella cepat,ia tahu suasana hati anak nya saat ini.
"Tapi Tan,Jesika mau mlm ini juga",ucap Jesika tak mau menunggu.
"sudah Ma,Andra akan menjelaskan semuanya,termasuk alasan kenapa Andra menikahi Diana",ucap Andra tegas.
"jadi kamu memang benar sudah menikahi Diana?",Tanya Jesika marah.
"Benar",ucap Andra cepat.
"Baik,jelaskan sekarang".kata Jesika lagi.
"Ma apa mama ingat dengan kluarga maheswara?",Tanya Andra
Bella mendengar ucapan anak nya,ia mencoba mengingat ingat nama maheswara
"Mama ingat dengan om anggara putra maheswara",Ucap Andra lagi.
"Ahhhh iya mama ingat,bukankah tuan anggara adalah pewaris tunggal keluarga maheswara nak",ucap Bella cepat
"Benar ma,dan perusahaan maheswara sekarang di pegang oleh paman "jois",sepupu dari paman anggara",ucap Andra lagi.
"Lalu apa hubungan nya dengan kamu menikahi Diana?",Tanya Bella cepat.sedangkan Jesika hanya mendengarkan dengan cermat kata kata Andra.
"Paman Jois adalah orang yang licik ma,ia pernah ingin menghancurkan perusahaan qta,ia juga tidak segan segan untuk membunuh semua penghalangnnya,perusahaan Andra andalah pesaing terberat nya",ucap Andra lagi.
"Hmmmm,Andra menghela nafas berat,mencoba melanjutkan perkataannya."Diana adalah satu satunya pewaris paman anggara Ma,Diana sudah di incar oleh paman Jois sejak lama,tapi kakek Diana berhasil menutupi identitas Diana,Andra menikahi Diana hanya karna balas budi,,bukan kah paman anggara pernah menolong papa",ucap Andra sambil melihat mama nya.
Bella sungguh terkejut mendengar penuturan anak nya itu,ia tak percaya jika Diana adalah anak dari penolong suaminya."apa kamu yakin nak?",Tanya Bella cepat
"Andra yakin Ma,Andra sudah menyelidiki semua nya,Diana tidak memakai nama maheswara hanya untuk menghilangkan jejak nya,nama Diana sekarang juga bukan nama masa kecil nya",ucap Andra yakin
"Maksudnya bukan nama masa kecil",Ucap Bella cepat.
Bella kembali mengingat nama ank kecil yang slalu ia panggil ana,setiap bertemu dengan anggara,ia slalu bermain dengan ank kecil itu,tak terasa air mata Bella jatuh di pipinya,ia tidak pernah menyangka anak yang ia ajak bermain dulu sekarang sudah menjadi menantu nya."Astaga,Jadi dia Anak yang slalu Mama Ajak bermain sejak dia kecil,Jika memang sepertu itu,harus nya kamu mengingat Diana kan Andra",Ucap Bella pada putra nya itu
"Maksud mama?",Tanya Andra cepat
"Mama sering mengajak mu berbain dengan Diana Dulu,Apa kamu tidak mengingat nya Nak?",Tanya Bella cepat
"Tidak Ma,Andra masih terlalu kecil",Ucap Andra cepat
"Dulu kami sempat ingin menjodohkan kalian,Tapi sejak Anggara pindah,kami kehilangan kontak nya",Jelas Bella
"Apa kamu benar benar tidak mencintai Diana?",Tanya Jesika mulai membuka suara
"Tidak,aku hanya ingin membalas kebaikan paman anggara",Jawab Andra yakin
"Tapi aku tidak yakin,dari sikap mu tadi,aku melihat kemarahan di mata mu",Ucap Jesika lagi
"Itu,Aku hanya tidak ingin Dia bergaul dengan orang yang salah",Ucap Andra mengelak
"Baik lah,aku percaya dengan mu Andra,aku berharap kau tidak mengecewakan Aku",ucap Jesika Cepat,setelah semua masalah selesai Jesika pamit untuk pulang ke rumah nya,
*KAMAR KANAYA
Setelah Diana tertidur,Kanaya pun keluar dari kamarnya,turun menuju ke arah dapur,ia masih melihat mama dan abang nya di ruang tamu,mlm sudah semakin larut.Kanaya menghampiri keduanya.
"Mama,Bang,kalian kenapa masih disini?",Tanya Kanaya cepat
"Apa Diana sudah tidur?",tanya Bella yang melihat putrinya itu.
"Sudah Ma,mlm ini biarkan Diana tidur di kamar Kanaya ya bang",ucap Kanaya kepada abang nya.
"Baik lah,Kakakmau ke kamar dulu",ucap Andra yang langsung pergi menuju ke kamarnya.
"Ma,lebih baik mama juga istirahat",ucap Kanaya cepat.
Mereka semua menuju ke kamar mereka masing-masing.menghilangkan lelah yang ada di tubuh mereka.Andra yang sudah sampai di kamar nya langsung merebahkan tubuh nya,Mata nya masih belum bisa di pejam kan,Ia masih memikirkan Diana.