True Love Of A Ceo

True Love Of A Ceo
SUASANA BARU



Pagi ini Diana ikut bersama Andra ke prusahaan nya,ia sudah bersiap sejak pagi tadi,sambil menunggu Andra selesai bersiap Diana membuat sarapan untuk mereka berdua,karna memang tidak ada ART di rumah baru mereka.


Diana melihat Andra turun Dari lantai atas,ia pun bergegas untuk menyiapkan sarapan di meja mkan,setelah sarapan siap mereka langsung melahap sarapan mereka dengan diam.Selesai sarapan Andra langsung mengajak Diana berangkat ke kantor.Hari ini pertama kali Diana ikut ke prusahaan Andra,ia sangat gugup terlihat dari raut wajah Diana.


"Ini,lap keringat mu itu".Ucap Andra sambil menyodorkan tisu ke pada Diana.


"Trimakasi".Ucap Diana menerima tissu yang di berikan Andra.


"Jangan terlalu takut,di prusahaan ku tidak ada yang memakan orang".Ucap Andra cepat.


Diana hanya melirik ke arah Andra,ia enggan untuk berkomentar,mobil yang di kendarai Andra tiba di sebuah gedung yang sangat besar,Andra dan Diana langsung turun setelah sampai di loby kantor.banyak karyawan yang baru datang,mereka semua menatap Diana dengan tatapan yang sulit di artikan.


Andra mengajak Diana untuk masuk ke dalam kantor,Andra berjalan dan di ikuti Diana di belakangnya menuju ke arah lif khusus presdir.Andra dan Diana masuk ke dalam lif,para fans Andra yang ada di prusahaan itu melihat Diana tidak suka,banyak juga yang bergosip jelek tentang Diana.


"Ehhhhh siapa tu yang di bawa sama bos,jangan jangan wanita penggoda",ucap wanita yang tingginya kayak bambu.


"Wahhhh bisa jadi tuch,kita ada saingan lagi nich".ucap wanita yang sedikit pendek.


"Ihhhhh penggoda kayak gitu di samain sama qta,gk lah ya".Ucap wanita yang sedikit gemuk.Yah seperti itu lah mulut mereka jika melihat Andra dengan Wanita yang mungkin tidak sepadan dengan mereka.


Diana sedikit risih mendengar kata wanita penggoda di telinga nya,tapi syukur pintu lif langsung tertutup,jadi Diana tidak mendengar kata kata yng mengotori telinga nya.


Andra dan Diana keluar dari lif setelah sampai di lantai 15,meraka berjalan ke arah ruangan Andra.sesampainya di ruangan Andra,Diana terlihat sedikit lega.


"Duduk lah di sana dulu,sebentar lagi Divo akan datang untuk mengajari mu semua yang harus kamu kerjakan."Ucap Andra cepat.


"Baik..."Ucap Diana yang langsung duduk di sofa ruangan itu.


Diana melihat sekeliling rungan Andra yang sangat luas,sedangkan Andra langsung duduk di kursu kebesarannya.


Tokkk tokkk tokk


"Masuk."Ucap Andra cepat


Pintu ruangan Andra terbuka,terlihat Divo masuk ke dalam ruangan Andra dengan membawa tumpukan berkas di tangan nya.


"Selamat Pagi pak bos?"Selamat pagi nyonya bos?"Ucap Divo sedikit menggoda.


Andra menatap tajam ke arah Divo,sedangkan Diana hanya tersenyum menanggapi godaan dari asisten suaminya itu.


"Asiap bos,Ini berkas yang anda butuhkan."Ucap Divo sambil meletakan berkas yang ia pegang sejak tadi.


"Bagus,sekarang Antar Diana ke ruangan nya,dan ajari dia semua yang di perlukan."Ucap Andra tegas.


"Baik pak bos."Ucap Divo cepat.


Divo mengajak Diana menuju ke rungan yang sudah di sediakn untuk nya,disana Diana akan belajar tentang bisnis.Diana sudah sangat siap,Andra sudah berjanji kepada Diana,jika ia berhasil menguasai belajar dengan waktu 2 bulan,Andra akan memberi tau Diana tentang status kluarga nya.


"Diana ini ruangan kamu sekarang,berjuang lah.karna setelah ini akan sangat banyak kejutan yang akan kamu terima,jadi kamu harus siap untuk menerimanya."Ucap Divo dengan wajah serius.


"Baik....Trimakasi kak Divo."Ucap Diana tulus


"Ini berkas yang harus kamu pelajari hari ini,jika ada yang tidak kamu mengerti bisa langsung tanya ke saya."Ucap Divo lagi.


"Baik Kak".Ucap Diana cepat


Divo pun meninggalkan Diana sendiri,ia kembali ke ruangan Andra karna ada hal penting yang harus Divo sampaikan.


"Ndra gue punya berita penting."Ucap Divo yang langsung nyelonong masuk ke ruangan Andra.


"Apa lo gk bisa ketuk pintu dulu sebelum masuk ke ruangan gue hahhhhhh."Ucap Andra seraya menatap tajam ke arah Divo.


"Woles brow,tegang mulu.gue punya berita peting buat lho.Lho mau marah marah apa mau denger berita dari gue."Ucap Divo sambil duduk di depan Andra.


"Hmmmmm,Ada berita apa."Ucap Andra cepat.


"Ini tentang perusahaan mertua lo brow."Ucap Divo cepat


"Apa ada berita baru?"Tanya Andra penasaran.


"Qta berhasil bekerjasama dengan prusahaan itu,dan ya mereka sama sekali tidak curiga.tapi qta harus tetap berhati hati."Ucap Divo serius


"Bagus,tetap hati hati,qta harus fokus dengan Diana,jangan sampai om Jois tau tentang Diana,berikan pengawasan ketat untuk Diana."Ucap Andra cepat.


"Ok bos."Ucap Divo cepat.


Setelah kepergian Divo,Andra kembali melanjutkan pekerjaan nya.ia sedikit khawatir dengan keadaan Diana,Andra harus secepatnya membuat Diana bisa memegang prusahaan sendiri.