True Love Of A Ceo

True Love Of A Ceo
MALAM PERTAMA HAMPIR TEJADI



Mentari terus menyinari bumi,hingga sampai pada titik dimana ia akan menenggelam kan sinar nya.Sore itu seluruh karyawan wiguna Group kembali ke rumah nya masing masing,meng istirahaatkan tubuh mereka yang sangat lelah bekerja seharian.


Andra dan Diana juga pulang ke rumah baru nya,Andra melajukan mobil itu menembus keramainan jalan sore itu,di dalam mobil hanya ada keheningan tanpa ada satu pun yng berbicara.Mobil yng di kendarai Andra sudah masuk ke dalam halaman rumah berlantai dua itu.Andra dan Diana pun turun dan langsung masuk ke dalam rumah.


Diana duduk dan menyenderkan punggung nya di sofa ruang tamu,sedangkan Andra langsung masuk menuju ke dalam kamar utama.


"Aku sangat lelah,ternyata bekerja di prusahaan itu tidak se enak yang di bayang kan."Gumam Diana


*Kamar Utama*


Andra yang sudah sangat tidak nyaman dengan kondisi badan nya yng sudah sangat lengket pun langsung bergegas untuk mandi,Andra mengguyur badan nya dengan air hangat yang turun dari sower.melepas lelah yang ada di tubuh nya selama bekerja seharian ini.


Sekitar Tiga Puluh menit Andra membersihkan badan nya,ia lalu menghentikan aktivitas mandinya itu dan keluar dengan rambut yang basah dan handuk yang melingkar di pinggang nya.Andra berjalan mendekati Almari dan mengambil pakain santai dari dalam Almari itu.


Setelah selesai mengganti baju,Andra langsung turun ke bawah karna Diana yang tidak kunjung menampakan diri.Andra melihat Diana tertidur di sofa ruang tamu,Andra pun bergegas mendekat ke arah Diana.


"Dasar **** kecil.Apa dia sangat lelah sampai tertidur di sini."Gumam Andra


Andra langsung menggendong tubuh Dinana Untuk di pindahkan ke dalam kamar,diana yang merasakan tubuh nya melayang pun mencoba membuka mata.Saat Andra ingin meletakn tubuh Diana di atas Ranjang tiba tiba Diana bangun dan reflek langsung menarik baju Andra.


BUGKKKKKKK


Mereka berdua jatuh di atas ranjang,dengan posisi Andra di atas Diana.sekarang posisi mereka sangat dekat,jantung Diana seakan ingin meledak,deru nafas Andra pun terasa sangat berat.


Andra menatap lekat wajah istrinya itu,membuat Diana sedikit salah tingkah di buat nya,Diana mencoba melepaskan diri,Tapi ntah apa yang ada di fikiran Andra,ia semakin lama menahan tubuh Diana.


"Kau sangat cantik."Ucap Andra lembut.


BLUSSS


"Kak kau sangat berat."Ucap Diana yang sudah sedikir risih.


"Apa kau tidak suka,bukan kah ini wajar karna qta sudah sah di mata agama dan negara."Bisik Andra di telinga Dinana yang membuat tubuh Diana merespon dengan cepat.bulu roma Diana sampai berdiri di buat nya.


"Taa....pi kak."Ucap diana terbata,ia sampai tidak bisa berkata apa apa.


Perlahan Andra mendekatkan bibirnya ke bibir Diana,Awal nya hanya ******* kecil,lama lama menjadi ciuman yang bergairah,Diana tidak menolak sama sekali,karna dia pun menikmati nya.


Sampai nafas keduanya hampir habis,Andra melepaskan ciuman nya dan langsung bangkit dari atas tubuh Diana.diana pun ikut duduk di atas ranjang dengan menundukan kepala nya.


"Maaf kan aku."Ucap Andra cepat.


Diana hanya diam tanpa mengeluarkan kata kata apa pun,ia masih tkut menatap wajah Andra.Andra yang melihat Diana tidak mengeluarkan kata kata sama sekali pun langsung merasa bersalah.


"Maafkan aku Diana,sebaik nya kamu mandi,kakak akan turun ke bawah dan memesan makanan."Ucap Andra cepat


Setelah Andra keluar dari kamar itu,Diana langsung merasa lega,ia memegangi dadanya,jantung Diana msih berdegup sangat kencang,"Kenapa dengan jantungku,kenapa aku tidak menolak ciuman dari kak Andra."Gumam diana


Diana pun bergegas untuk mandi,ia tidak ingin Andra sampai menunggu nya,selang beberapa menit Diana pun selesai dari aktifitas mandi nya.Setelah mengganti pakainan nya,Diana langsung turun ke bawah untuk makan malam.


DI MEJA MAKAN


Mereka berdua hanya diam tanpa ada yang bersuara,Mereka masing canggung setelah apa yang terjadi di kamar tadi.Andra sekilas melihat ke arah Diana.Ia melihat Diana selalu menundukan kepala nya."Jangan terus menunduk seperti itu,lehermu bisa sakit",Ucap Andra sambil terus mengunyah makanannya


Diana mengangkat kepalanya melihat ke arah suaminya.Diana hanya tersenyum tanpa mengeluarkan kata kata apa pun.Setelah makan malam Diana kembali ke kamar nya.sedangkan Andra pergi ke ruang kerja nya.