True Love Of A Ceo

True Love Of A Ceo
UNGKAPAN CINTA ANDRA



🍃SELAMAT MEMBACA


Cukup lama Diana termenung di dalam kamar,tapi setelah itu Diana memutuskan untuk turun ke dapur,karn selepas makan malam tadi Diana belum mencuci piring kotor.


DAPUR


Diana mencuci piring dn juga gelas dengan santai nya,setelah selesai membereskan dapur Diana pun kembali ke dalam kmar nya lagi.Di dalam kamar Diana tidak melihat ada suaminya."Mungkin kak Andra sedang di ruang kerjanya,Gumam Diana


Diana pun merebah kan tubuh nya di atas tempat tidur.ia melihat ke arah jam dinding,jam itu menunjukan pukul 10.30 mlm,tapi Diana masih belum bisa memejamkan mata nya.


"Kenapa aku tidak bisa tidur sih,ahhhhhh pasti karna aku ketiduran sore tadi."Ucap Diana.Ia pun bangkit dari tidurnya,Diana berjalan menuju pintu dan turun ke bawah,sesampai nya di bawah,Diana mendekat ke ruang tv,ia menyalakan Tv dan pergi mengambil sedikit camilan di dalam kulkas.Setelah itu Diana pun kembali ke ruang Tv.Diana menonton film kesukaan nya, yang membuat Diana tanpa sadar tertawa sendiri.


Andra yang baru saja menyelesaikan pekerjaan nya pun kembali ke dalam kamar nya,Andra yang sudah berada di kamar tampak sedikit bingun."Kemana perginya anak itu."Gumam Andra


Andra pun mencari keberadaan istrinya yang menghilang tengah malam begini.Andra berjalan menuruni tangga,ia melihat ke arah tv yang menyala,dan terlihat Diana yang tengah tertidur lelap di sofa.Andra berjalan mendekati Diana yang tengah tidur sambil memegang snak di tangan nya.


"Dasar bocak kecil,apa dia se bosan itu,hingga tengah malam masih menonton tv."Gumam Andra


Andra pun mematikan tv dan langsung menggendong tubuh Diana,membawanya kembali ke dalam kamar.Andra merebahkan tubuh Diana di atas ranjang mengelus dan mengecup kilas dahi Diana.Diana menggeliat saat merasakan nyaman empuk nya tempat tidur itu.


Sekilas terlihat senyum mengembang di sudut bibir Andra."Tidur lah yang nyenyak,besok akan menjadi hari yang lebih melelahkan untuk mu Gadis kecil ku."Gumam Andra


Andra pun ikut merebahkan tubuh nya di sebelah tubuh Diana,menatap lekat Wajah Diana yang begitu Cantik menurutnya.Andra mengelus wajah Diana lembut,tanpa terasa Andra pun ikut terlelap.


******


Mentari pagi terbit dari ufuk timur,sinarnya yang hangat masuk ke sela sela jendela rumah baru yang di tempati sepasang suami istri.


Diana mengerjapkan mata nya,ia melihat ke arah laki laki yang sekarang menjadi suaminya,tapi Diana sadar sosok yang ia pandangii sekarang tidak akan lama menjadi suami nya.Setelah Diana berhasil dengan tujuannya yang sama sekali belum dia tau,hubungan yang mengikat nya dengan laki laki di hadapan nya sekarang pasti akan berakhir.


"Apa wajah ku sangat Tampan hingga membuatmu tidak bisa berhenti menatap ku."Ucap Andra saat baru membuka mata nya


"Ahhhhhh sejak kapan kakak bangun."Ucap Diana gugup


"Sejak aku melihat mu menatapku tanpa berkedip."Goda Andra


"Maaa...af."Ucap Diana sambil mengalihkan pandangan nya


Andra yang melihat tingkah Diana pun semakin ingin menggodanya.Andra langsung bangun dan duduk menatap ke arah Diana.


"Kenapa kau minta maaf,Apanya yang salah?"Tanya Andra menatap Diana lembut


"Ahhhhh tidak kak,kakak mandilah dulu,aku akan menyiapkan sarapan untuk qta."Ucap diana cepat.Ia ingin turun dari ranjang itu,tapi tangan kekar Andra dengan sigap menahan lengan Diana.


"Kita Mandi bersama",Bisik Andra di telinga Diana


pipi Diana seketika merona."Kakak bicara apa," Ucap Diana dengan gugup,jantung Diana berdetak sangat kencang,mungkin Andra pun mendengar detak jantung Diana.


"I LOVE YOU MY WIFE",Bisik Andra lagi


Setelah mengucapkan itu Andra langsung berlalu meninggalkan Diana yang masih mematung di atas tempat tidur.Diana memegang jantung nya yang terasa mau melomoat keluar,Diana tidak menyangka jika hari ini ia mendengar pengakuan cinta Suami nya.


Setelah Andra menghilang di balik pintu kamar mandi,Diana langsung menyiapkan pakaian yang akan di gunakan Oleh Andra,setelah itu Diana pun bergegas untuk turun ke bawah,Diana berjalan ke arah dapur,ia membuat Nasi goreng untuk sarapan pagi mereka.


Setelah beberapa menit Nasi goreng itu pun siap dan sudah tersaji di meja makan,terlihat Andra menuruni tangga dengan menggunakan setelan jas yang sudah di siapkan Diana sebelum turun tadi.


"Aku akan mandi terlebih dulu,Kakak sarapan lan duluan."Ucap Diana saat Andra sudah duduk di depan meja makan.


"Aku akan menunggu mu,cepat lah,qta sarapan bersama."Ucap Andra


Diana mengikuti kemauan suaminya,ia bergegas naik ke atas untuk mandi,ia tidak ingin Andra menunggu terlalu lama.


Beberapa menit kemudian Diana sudah siap dan langsung turun ke bawah untuk sarapan,Diana mengambil kan nasi goreng itu untuk Andra baru lah ia mengambil untuk nya.


Seusai sarapan mereka pun langsung berangkat ke perusahaan Sanjaya Grup.Andra melihat sekilas ke arah Diana.Wajah itu masih terlihat merona.


"Kenapa wajah mu masih merah,apa kau memasukan sambal di nasi goreng tadi",Ucap Andra cepat


"Ahhhh tidak,Kak Kapan aku mulai kuliah,"Ucap Diana sedikit takut.


"Apa begitu tidak sabarnya kau untuk Kuliah?"Tanya Andra cepat


"Tidak,Tapi aku rindu sahabat ku."Ucap Diana cepat


"Hmmmm baik lah,minggu ini setelah Divo selesai mengurus berkas berkas yang kau perlukan.mengubah identitas mu itu sangat sulit,jadi bersabarlah sebentar."Ucap Andra cepat.


"Maaf kan aku,aku jadi merepotkan mu kak."Ucap Diana sambil menunduk malu


"Sudah lah,aku hanya ingin kau baik baik saja.Ahhh iya,jika kau merindukan sahabat mu,kau bisa mengundang mereka di hari minggu bukan"Ucap Andra lembut


"Benarkah aku boleh mengundang mereka?"Tanya Diana cepat


"Tentu saja,bukankah Sahabat mu salah satunya adalah Adik ku,sejak kapan kau jadi amnesia",Ucap Andra


Mobil yang di kendarai Andra pun tiba di depan loby Kantor,Andra dan Diana langsung turun dan bergegas masuk,mereka berjalan ke arah lif khusus.selang beberapa menit mereka berdua Sudah tiba di lantai ruangan mereka.


Andra langsung mesuk ke ruangan nya,begitu pun dengan Diana.Di ruangan Diana sudah terlihat tumpukan berkas yang harus Diana pelajari hari ini.


"Huhhhhhh,Apa hari ini pekerjaan ku sebanyak ini."Ucap Diana cepat