
"Slamat pagi semua",Sapa Fiko yang baru saja masuk dan bergabung di ruangan Diana
"Kau lagi,Untuk apa kau kemari",Ucap Kanaya dengan Nada ketus
"Benar,apa kau ingin membuat masalah lagi?"Tanya Kirana penuh selidik
"Hahahahhaha,Apa kalian fikir aku ini hanya seorang pembuat masalah,Apa kalian lupa,jika aku ini adalah sahabat masa kecil Diana",Ucap Fiko dengan nada sombong
"Apa kalian ingin bertengkar,Jika seperti itu,keluar lah dari sini",Ucap Diana cepat,Ia sangat tidak ingin mendengar pertengkaran kali ini
"Tidak,tidak",Ucap Ke tiganya kompak
"Aku lebih suka jika kalian kompak dan akur",Ucap Diana dengan senyum.
"Bagaimana kabar mu?"Tanya Fino sambil meletakan keranjang buah dan bunga di meja dekat brankar Diana
"Lebih baik,Hanya tidak bisa bergerak banyak",Ucap Diana cepat
"Bisakah kita bicara berdua saja",Ucap Fiko sambil melihat ke arah Kanaya dan Kirana
"Heyyy,Apa kau mengusir kami,Memang apa yang mau kau bicarakan dengan Diana sehingga kami harus keluar",Kesal Kanaya
"Ini hal Pribadi,Hanya 10 Menit",Ucap Fiko cepat
"Baik lah,hanya Sepuluh menit",Ucap Kirana yang langsung menarik tangan Kanaya
Kirana terus menarik Tangan Kanaya sampai ke luar."Lepaskan,kenapa kau membiarkan mereka di dalam,jika Kakak ku sampai melihat nya,dia bisa marah pada ku",Ucap Kanaya dengan wajah yang kesal
"Sudah lah,hanya 10 menit",Jawab Kirana cepat
Saat mereka tengah berdebat tiba tiba Andra Datang dan mengagetkan mereka berdua.
"Sedang Apa kalian di sini,kenapa kalian meninggalkan Diana sendiri",Ucap Andra cepat
"Ahhhh...i...Tu Kak...",
"Suster sedang mengganti perban Diana,jadi kami di suruh keluar",Sela Kirana
"Benarkah,Kakak akan melihat nya",Ucap Andra dan Ingin
"Jangan",Teriak keduanya
Andra menatap keduanya penuh selidik."Apa ada yang kalian sembunyikan?"Tanya Andra menatap curiga dua orang yang ada di depan nya itu
"Bukankah Naya menyuruh Kakak pulang,Badan kakak itu kotor dan bau,suster tidak akan mengijinkan kakak masuk ke dalam,karna kakak membawa banyak kuman,itu bisa membuat luka Diana infeksi,Kami saja yang bersih di suruh keluar",Ucap Kanaya penuh keyakinan
"Benarkah,Baik lah,berikan ini pada Diana,Kakak akan segera kembali",Ucap Andra sambil menyodorkan makanan yang ia bawa.
"Baik lah kak",Ucap Kanaya sambil mengambil makanan yang di berikan sang kakak
Setelah Andra pergi,Kirana dan Kanaya bisa bernafas Lega,mereka sampai mengusap dadanya dan terduduk lemas di kursi yang ada di sana.
"Untung saja kakak mu percaya",Ucap Kirana cepat
"Benar,kakak ku kini benar benar sudah Bucin kepada Diana",Ucap Kanaya sambil menatap punggung kakak nya yang sudah hampir menghilang.
"Itu Benar,Heyyyy ini sudah sepuluh menit,Ayo kita masuk",Ucap Kirana sambil berdiri dan bersiap untuk masuk
Saat Kanaya sudah memang handle pintu dan bersiap untuk membukanya,tiba tiba pintu itu lebih dulu terbuka,itu membuat Kanaya tertarik dan terjatuh di pelukan di orang yang membukanya
"Awww",Triak Kanaya sambil memejamkan Matanya
"Heyyyy buka mata mu,kau tidak jatuh,apa dada ku sangat empuk hingga kau sangat nyaman di sana",Ucap Fiko cepat
Kanaya mengerjapkam matanya,Tangan nya kini meraba dada bidan Fiko."Apa kau mencari kesempatan dalam kesempitan",Ucap Kanaya sambil menjauh dari tubuh Fiko
"Kau sungguh Tidak warah",Ucap Fiko cepat
"Heyy kau bilang apa hahhhh",Triak Kanaya tak terima
"Kecilkan suara mu,apa kau tidak melihat jika ini adalah RUMAH sakit,suara mu bisa membuat semua orang tuli",Ucap Fino cepat
Kanaya sudah bersiap untuk membalas ucapan Fiko,tapi beruntung Kirana cepat melerainya."Sudah Nay,Ayo kita masuk,Biarkan dia pergi,jika Kakak mu sampai melihat nya,maka semua akan sia sia",Ucap Kirana cepat
Kanaya pun mengikuti ucapan Kirana,ia masuk ke dalam dengan wajah di tekuk,Kirana ingin menyusul Kanaya tapi ucapan Fiko membuatnya berhenti seketika."Aku Akan pergi dngan waktu yang cukup lama,Tolong jaga Dia sampai aku kembali",Ucap Fiko lalu pergi dari ruangan itu.
Kirana tidak mengerti dengan ucapan Fiko,Tapi Kirana mengerti Bahwa persahabatan tidak akan putus hanya karna kita sudah menikah."Aku yakin kau pemuda yang baik",Batin Kirana.Kiranan tersenyum lalu masuk ke dalam ruang sahabatnya itu.