
Divo Menatap wajah yang ada di foto itu."Memang Ada apa dengan bocah ini,Apa dia membuat masalah?"Tanya Divo cepat
"Apa kau tau tentang Anak itu?"Tanya Andra
"Tentu saja Aku tau,Nama nya Kenan Anak Ke dua dari pemilik perusahaan SANJAYA,Kau pasti tau ayahnya",Ucap Divo sambil duduk di depan Andra
"Benarkah,Apa kau tidak salah?"Tanya Andra cepat
"Tentu saja Tidak,",Jawab Divo santai
Andra mengusap wajah nya dengan kasar lalu mengacak rambut.
"Heyy brow,tumben lo bertanya soal Anak itu,memang ada apa?"Tanya Divo penasaran melihat sikap sahabat sekaligus atasan nya itu
"Brapa persen saham mereka di sini?"Tanya Andra tanpa menghiraukan pertanyaan Divo
"40 Persen",Jawab Divo cepat
"Baik lah,kau bisa keluar sekarang",Ucap Andra yang langsung membuka laptop nya tanpa menghiraukan tatapan Divo
"Gue yakin lo sedang ada masalah Dengan Anak itu,Tapi sepertinya kali ini lo harus berhati hati",Ucap Divo serius."Ahhh ya Siang Tadi Paman Candra datang kemari,Ia meminta Lo membawa Diana ke Rumah Besok",Ucap Divo cepat
"Baik lah",Jawab Andra
Divo menghela nafas nya Dengan kasar,Jika Sudah seperti ini Divo hanya bisa Diam,Karna Divo sangat tau watak sahabat nya itu.Divo keluar dari dalam ruangan Andra tanpa bertanya lagi.
*****
Tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 05.00 Kini waktunya Untuk para karyawan Wiguna grup untuk pulang ke rumah masing masing.Begitupun dengan Andra dan Divo
Andra yang baru saja keluar dari ruangan nya menatap pintu ruangan Divo yang ikut terbuka."Apa kau akan langsung pulang?"Tanya Andra pada sahabat nya itu
"Tidak,Aku akan mampir untuk membeli makan malam untuk ku dan Divia",Ucap Divo cepat
"Aku akan ikut dengan mu",Ucap Andra lalu berjalan mendahului Divo
Divo menatap punggung sahabatnya itu dengan dahi berkerut."Apa dia sedang punya masalah dengan Diana,Batin Divo
Kini mereka sudah ada di dalam mobil,Andra sengaja ikut dengan mobil Divo karna ia sedang malas mengemudi.Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah restoran vaforit mereka berdua.
Mereka berdua kini sudah berada di dalam restoran itu.Mereka Duduk di tempat bisa mereka duduki."Kau mau memesan Apa?"Tanya Divo sambil membolak balikan buku menu yang tersedia di meja itu
"Seperti Biasa",Jawab Andra
"Apa Kau masih belum mau cerita?"Tanya Divo cepat
"Hahhhhh",Andra menghela nafasnya yang terasa berat."Apakah menurut lo salah jika gue cemburu",Ucap Andra dngan Nada yang berat
"Tentu saja Tidak,kecuali jika lo cemburu sama gue",Ucap Divo
"Gue mukul wajah Bocah itu siang Tadi",Ucap Andra dengan rahang yang mengeras dan tangan terkepal
"Whattt,Lo serius brow?"Tanya Divo memastikan pendengaran nya
"Bocah itu sangat keterlaluan,Dia sudah berani memegang tangan Diana dan menariknya",Ucap Andra dengan Nada kesal
"Bahahahahaha,Jadi Lo cemburu sama anak ingusan brow",Ucap Divo Dengan tawa yang cukup nyaring,hingga semua pengunjung yang ada di sana menatap mereka dengan dahi berkerut
plakkkk,Andra melempar saputangan tepat ke mulut Divo."Apa Kau ingin Mati Hahhhh",Triak Andra
"Hahahaha Ok ok,woles mas brow",Ucap Divo masih dengan tawanya
Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang,Mereka pun akhirnya menghentikan pembicaraan mereka.
******
SEMENTARA ITU DI KEDIAMAN WIGUNA
Diana terbangun dari tidurnya sekitar pukul 04.30 wib,Ia meregangkan otot otot nya yang terasa kaku,Diana Turun daru tempat tidur sambil terus menguap."Badan Ku kenapa sakit semua",Ucap Diana sambil terus berjalan keluar Kamarnya menuju lantai bawah
"Apa Kak Andra belum pulang",Ucap Diana sambil mengambil Air untuk nua minum.
Setelah minum Diana kembali ke kamar nya untuk Membersikan Badan nya yang terasa lengket.Hampir sekitar setengah jam Diana berkutat dengan kegiatan mandinya.kini ia keluar dengan wajah yang terlihat segar.
Diana berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian santai berupa kaos berkerah v dan celana santai.Setelah selesai Diana pun melanjutkan kegiatan di depan kaca meja rias nya.Diana menyisir rambutnya yang terurai panjang,Ia membiarkan rambut panjang nya itu terurai begitu saja Ya karna Sebenarnya Diana memang tidak suka jika rambutnya terua terikat.
Setelah selesai Diana merasakan perutnya sangat lapar ia pun bergegas turun ke bawah menuju dapur untuk melihat apa ada bahan makanan yang bisa ia masak."Yahhhhh,kenapa tidak ada bahan makanan sama sekali",Kesal Diana saat melihat Isi kulkas nya
Diana berjalan keluar dari dapur menuju ke kamarnya untuk mengambil dompet nya,Ia berencana membeli makanan di mini market depan.Diana berjalan keluar dari Rumah nya menuju ke depan,Dengan langkah santai Diana mengayunkan tangan nya sambil bernyanyi nyanyi ria.Tak berapa lama Diana kini sampai di sebuah mini market,Dengan cepat Diana masuk ke dalam mini market itu.
Sejenak Diana berkeliling di dalam miniarket itu."Kenapa Tidak ada bahan makanan,Kalau begitu aku masak mie instan saja lah",Ucap Diana sambil mengambil beberapa me yang tersedia di sana.Setelah selesai mengambil yang ia perlukan Diana pun langsung menuju ke kasir untuk membayar semua belanjaan nya
"DIANA",Sapa seseorang saat Diana tengah berada di meja kasir.