
Tak lama setelah kakak nya pergi Kanaya menghampiri Diana yang tengah tertidur pulas,Kanaya duduk di kursi dekat dengan tempat tidur Diana.ia memperhatikan sahabatnya itu,Kanaya sangat kasihan dengan Diana,gadis yng slalu ceria sekarang terbaring lemah karna ulah abang nya sendiri
"Hahhhhh,Kakak benar benar keterlaluan,Batin Kanaya
Pukul 03.35
Diana pun membuka mata nya,ia terasa lelah tidur terlalu lama...tubuh nya sudah tidak terlalu lemah,pusing di kepalanya pun sudah sedikit berkurang.
"Di lo udah bangun?",Tanya Kanaya cepat.
"Kanaya,apa lo udah lama disini?",Tanya Diana Balik
"Ya lumayan lama,nunggu anak kucing bangun tu membosankan",Ledek Kanaya
"Siapa juga yang suruh lo sahabatan sama anak kucing",ucap Diana tak mau kalah,walau pun tubuh nya masih sedikit lemah,tapi hanya untuk bicara Diana sudah bisa lebih keras.ia sangat senang Kanaya yang menemani nya.
"Hahaha,cepet sembuh ya anak kucing",ucap Kanaya lgi
Saat kanaya asyik mengobrol ringan dengan Diana,tiba tiba ada keributan di depan ruangan Diana.
"Siapa yang ribut di depan sih,gk tau apa ini rumah sakit",Gerutu Kanaya."Di lo tunggu ya,gue mau liat ke luar bentar",ucap Kanaya cepat.
Kanaya pun berjalan menuju pintu ruangan Diana,setelah sampai di luar ia melihat sahabatnya Kirana yang sedang berdebat dengan seorang dokter tampan,
Kanaya dengan cepat mendekati keduanya."Ki lo ngapain sih debat sama dokter,berisik tau,gk tau ini rumah sakit apa",ucap Kanaya kesal.
Kirana yang melihat sahabatnya itu lngsung menghentikan perdebatan nya."Awas ya lo",ucap kirana kepada sang dokter itu.
"Ehhhh nay,kamar Diana di mana?",Tanya Kirana Cepat
"Lo ngapain debat sama tu dokter?",Tanya Kanaya Lagi
"Nanti gue ceritain",ucap Kirana cepat.
"Hahhhh,ayo ikut gue",Ajak Kanaya sambil berjalan mendahului Kirana.Mereka masuk ke dalam ruangan Diana,Sesampainya di dalam,Kirana begitu heboh,membuat ruangan itu penuh dengan suara Toa Kirana
"Di lo kenapa bisa sampe sakit,lo tau gk gue tu khawatir banget sama lo,pasti lo itu sakit gara gara abang nya cicak ini kan,mending lo pisah aja Di",ucap Kirana tanpa ada jeda.
Plakkkk
Kanaya yang mendengar ucapan kirana langsung menoyor kepala kirana
"Sembarangan lo tokek,ngomong kok gak ada rem nya,udah Di gk usah lo dengerin nich mulut tokek",ucap Kanaya Cepat
Diana Cukup senang melihat kedua sahabat nya ada di sini,walau ia harus selalu melihat pertengkaran kedua sahabatnya itu.
Tak lama kemudian Datang seorang suster untuk mengecek keadaan Diana,dan mengganti Infus nya.
Sejak setibanya Andra di rumah.Andra mencoba menyelesaikan pekerjaan yng dikirim Divo lewat email.ada pekerjaan mendadak yang harus Andra selesaikan secepatnya.
"tok tok tok.
"masuk",ucap Andra cepat
"Nak apa kamu sedang sibuk?",Tanya Bella saat melihat anak nya sedang memangku laptopnya
"Iya Ma,tapi ini sudah mau Selesai".ucap Andra cepat.
"Apa kamu tidak ke rumah sakit nak?",Tanya Bella lagi
"Sebentar lagi Ma,Andra akan ke sana 1 jam lagi.mama tidak usah ikut,ini sudah Sore,besok saja Mama kesana untuk menggantikan Andra"ucap Andra cepat
"Baik lah,titip salam Mama pada Diana ya sayang,Dan jangan lupa bawakan baju ganti untuk istri mu",Ucap Bella lalu pergi dari kamar anak nya itu
satu jam kemudian Andra Sudah menyelesaikan pekerjaan nya,Andra segera membersihkan tubuh nya,setelah mengganti pakaian nya Andra segera menuju ke lantai bawah untuk mencari mama nya
"Mama",panggil Andra
"Kenapa sayang",jawab Bella yang langsung keluar dari arah dapur.
"Ma Andra mau ke rumah sakit dulu,kalo ada apa apa mama telpon andra ya,Andra akan suruh Kanaya cepet pulang",ucap Andra
"Iya sayang,kamu hati2 di jalan ya".ucap sang mama,yang langsung di angguki Andra.
Andra langsung keluar menuju ke dalam garasi mobilnya.ia mengeluarkan mobilnya dan lngsung melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang,di tengah perjalanan Andra melihat toko bunga,ia berfikir untuk mampir dan membelikan Diana bunga.Andra ingin meminta maaf dengan sikap nya yang membuat Diana sampe jatuh sakit
Andra memarkirkan Mobil nya di pinggir jalan,Andra keluar dari dalam mobil dan dengan cepat berjalan ke sebrang untuk membeli bunga,Andra memilih buket bunga yang cukup besar,setelah melakukan pembayaran Andra langsung kembali ke dalan mobil nya.
Andra kembali melajukan mobil nye menuju ke rumah sakit tempat Diana di rawat.Tak lama kemudian Andra pun sampai,Andra segera memikirkan mobil nya.Andra berjalan dengan gontai menuju ruang rawat Diana,dengan membawat sebuah buket bunga di tangan nya.
*RUANGAN DIANA*
Diana sedang berbincang ria dengan kedua sahabatnya,tiba tiba pintu ruangan Diana di buka seseorang,ke tiga nya langsung mengalihkan tatapan mereka ke arah pintu itu.
"Haloo semua,maaf mengganggu perbincangan kalin,kenalkan saya Fiko dokter jaga malam ini",ucap fiko ramah.
Diana yang melihat dokter itu sedikit terkejut,sedangkan Kirana menatap kesal ke orang yang baru memperkenalkan diri nya.Kanaya sendiri hanya biasa saja melihat dokter tersebut.
fiko Berjalan menghampiri Brankar tempat Diana berbaring.karna tubuh Diana tertutupi oleh tubuh ke dua sahabatnya,jadi fiko tidak bisa melihat wajah Diana.setelah sampai di depan Diana fiko begitu terkejut melihat wanita yang terbaring di depan nya saat ini.
"ANYA",Ucap Fiko