True Love Of A Ceo

True Love Of A Ceo
KESEPAKATAN PART 2



Perlahan Pria itu mendekati Andra dan Divo."Kalian sungguh pemuda yang benarni,Anak Dari Alm ALVIAN SANJAYA WIGUNA Ternyata sungguh Tampan",Ucap Pria itu dengan senyum di wajah nya


Andra dan Divo menatap pria paruh baya yang tengah berdiri di depan nya."Paman Siapa?Kenapa Paman tau nama Papa saya?",Tanya Andra cepat.


"Hahahahaha,kau tidak mengingat Aku Andra?",Tanya Candra


"Aku tidak pernah bertemu dengan mu Paman,bagaimana aku bisa mengingat nya",Ucap Andra penuh waspada


"Kau mengingat jika Tuan Anggara pernah membantu perusahaan Ayah mu,Tapi kau malah tidak mengingat Paman",Ucap Candra cepat


"Tidak,aku benar benar tidak mengingat mu",Ucap Andra cepat


"Apa Paman ini paman Candra?",Tanya Divo yang mulai membuka suara


"Kau memang sahabat dan asisten yang pintar",Ucap Candra sambil menatap Divo


"Jika benar,kenapa Wajah Paman sangat berbeda?",Tanya Divo penasaran.karna yang ia tau wajah pengacara pribadi kluarga Maheswara tidak seperti itu


"Hahahahah,tidak kah pertanyaan mu itu lucu.Apa kau tidak berfikir bagaimana aku bisa bersembunyi dari orang yang bernama Jois itu",Ucap Candra sambil duduk di sebuah kursi yang sudah lapuk di dalam gedung Tua itu.


"Ah,jadi seperti itu,pantas saja wajah Paman tidak menunjukan jika umur Paman sudah 50 thn nan",Ucap Andra dengan senyum di wajah nya


"Kemari lah",Ucap Candra sambil melambaikan tangan nya


Andra dan Divo mendekat ke arah Candra secara perlahan."Kalian Tau,Hanya wajah Paman yang terlihat muda,Tapi dalam nya Paman Rapuh",Ucap Candra saat Andra dan Divo sudah berada di depan nya


"Apa Paman Tau kalau Diana sedang dalam genggaman Paman Jois",Tanya Andra cepat


"Memang nya untuk apa Paman memanggil kalian Kesini",Ucap Candra cepat


"Jadi Paman sudah tau?",Tanya Divo cepat


"Tentu saja,Dan sekarang kalian Bersiap lah,sebentar lagi Si Tua itu akan Segera Tiba.Kalian pergi lah ke lantai Atas",Ucap Candra cepat


"Lalu Paman?",Tanya Andra sedikit khawatir


"Paman Tau Divo Bisa di andalkan,Pergi lah",Ucap Candra Lagi


Andra dan Divo pun menuruti permintaan Candra,mereka berdua bersembunyi di lantai atas.Benar saja Tak Lama kemudian mereka melihat Lima Mobil masuk ke dalam aera Gedung.Andra melihat Diana keluar dari salah satu mobil itu.


"Diana",Ucap Andra dengan tatapan yang penuh dengan kekhawatiran


"Tenang saja,Paman Candra pasti bisa mengatasi ini",Ucap Divo cepat


"Apa maksud Paman jika ku bisa di andalkan?",Tanya Andra cepat


"Hahahaha,Itu.Seperti nya Paman Candra Tau jika Aku sudah menghubungi orang orang kita untuk berjaga disini",Ucap Divo dengan tawa kecil.


"Kau ini",Ucap Andra


Sebelum Mereka sampai di sini,Divo sudah menyuruh Anak Buah nya untuk memeriksa keadaan gedung ini terlebih dulu.Mereka berdua masih mengawasi pergerakan Jois dari atas,Sedangkan Candra masih duduk dengan santai di ruangan bawah.


"Kau kira aku akan melewatkan kesempatan ini begitu saja,Kau tau berapa lama aku mencari mu slama ini,Rupanya kau sudah merubah wajah dan status mu.Kau benar benar pintar",Ucap Jois dengan seringai licik


"Hahahaha,Aku hanya ingin bermain petak umpet dengan mu,bukankah senang jika kita bisa mengenang masa kecil kita Jois",Ucap Candra dengan wajah tenang


"Kau tidak perlu mengingat kan aku tentang itu,Aku akui jika aku slalu kalah jika bermain dengan mu",Ucap Jois sambil mengingat bagaiman Candra slalu mengalahkan nya di setiap permainan


"Jangan terlalu di masukan ke hati,Itu hanya sebuah permainan anak anak Jo",Ucap Candra cepat."Ahhhh Ia,Apa Gadis cantik di sebelah mu itu Anak Anggara?",Tanya Candra sambil tersenyum ke arah Diana


Diana menatap wajah Tampan pria paruh baya di depan nya itu dengan seksama."Apa dia benar benar paman Candra,Batin Diana


"Bukankah keponakan ku ini Sangat cantik Candra",Ucap Jois sembari mendekat ke arah Diana lalu merangkul pundak nya."Apa kau tidak tertarik pada nya Candra?",Tanya Jois dengan senyum yang sulit di artikan


Di atas Andra sangat marah melihat kelakuan Paman Diana itu,Andra hampir saja terpancing oleh ucapan Jois barusan,Untungnya Divo bisa menyadarkan Andra.


"Tentu Saja Aku tertarik padanya,Sejak kecil aku sangat menyayanginya",Ucap Candra cepat


"Jika begitu,Kita buat kesepakatan, bagaimana?",Tanya Jois Sambil melepaskan pelukan nya dari tubuh Diana


"Katakan,Jika itu menguntungkan,maka akan aku pertimbangkan",Jawab Candra sembari bangkit dari duduk nya dan berjalan mendekati Jois


"Hahahaha,Kau pasti sudah tau apa mauku Candra,Dan jika kau mau menyerahkan nya,Maka Aku akan memberikan keponakan ku untuk mu",Ucap Jois sambil berjalan membelakangi Candra dan menatap ke arah Diana


"Tapi kali ini aku tidak tertarik dengan gadis itu,Aku ingin yang lain",Ucap Candra sembari kembali ke tempat duduk nya


Jois mendekat ke arah Diana lalu menatap Tajam ke arah candra,Tiba tiba Jois menarik lengan baju Diana hingga Robek.Lengan mulus Diana sangat terlihat jelas."Apa kau masih tidak tertarik",Ucap Jois cepat


"Hikss....Paman Tolong aku",Ucap Diana sambil menangis,Diana tidak bisa berbuat apa apa,tangan nya di ikat kuat oleh paman nya itu


Candra menatap iba melihat kondisi Anak sahabatnya itu,tapi demi mengulur waktu,ia harus rela melihat ini.Sedangkan Andra sudah mulai kehilangan kendali,Ia langsung berlari ke bawah saat melihat istri nya di perlakukan seperti itu.


"Dasar ********,Lepaskan istri ku",Triak Andra saat sudah sampai di bawah,di ikuti Divo di belakang nya


"Kak Andra",Gumam Diana lirih


Sepersekian menit Mata Andra dan Diana bertemu.Sangat terlihat jelas kekhawatiran di mata Andra."Tenang kam Dirimu,biarkan Paman Candra yang menyelesaikan ini",Ucap Divo sambil menenang kan Sahabatnya itu.


Jois yang melihat Ada Andra di sana langsung saja mendorong punggung Diana hingga Diana Berlutut Di depan nya.Sekilas terlihat Diana meringis menahan Sakit Di bagus lutut nya karna berbenturan Dengan lantai."Turuti kemaunku Atau Dia aku bunuh",Ucap Jois sambil menodongkan pisau ke wajah Diana


Andra yang meliahat Diana meringis kesakitan semakin murka,Kemarahan sangat terlihat jelas di wajah nya,sedangkan Candra masih terlihat tenang."Lakukan lah jika kau berani",Ucap Candra santai


"Tapi Paman",Ucap Andra cepat


"Aku sudah bilang tenang lah,Paman tau Apa yang ia perbuat,Tenang lah",Ucap Divo cepat


"Jangan menguji kesabaran ku Candra",Ucap Jois dengan wajah yang sudah mulai memerah


Tiba tiba


DORRRR,Satu tembakan terdengar di ruangan itu