
Suara tembakan bergema di ruangan itu,Beberapa anak buah Jois yang berbeda di belakangnya pun sudah tumbang.Anak Buah Divo melakukan tugas nya dengan baik,Sepertinya Anak buah Jois yang ada di bawah sudah di singkirkan semua.
Jois yang melihat Anak buahnya tumbang pun langsung mencekik leher Diana dengan tangan kirinya."Bedebah,kau sengaja menjebak ku",Ucap Jois dengan wajah menegang
"Menyerahlah Jo,Kau sudah tidak bisa apa apa lagi,Semua ank buah mu sudah kami lumpuhkan",Ucap Candra cepat
"Hahahahahaha,Kau fikir aku akan menyerah begitu saja.Kau akan menyesal karna melakukan ini",Ucap Jois yang langsung menancapkan pisau yang dia pegang ke perut Diana.
TIDAKKKK
Dengan cepat Andra berlari dan langsung menghajarnya dengan membabi buta.
"Andra hentikan,Apa kau tidak melihat Diana sedang terluka",Ucap Divo sambil menarik dan menyadarkan Sahabatnya itu."******** Tua ini biar aku yang mengurus",Ucap Divo lagi
Andra tersadar dan langsung menghampiri Diana,Andra dengan cepat membuka tali yang mengikat tangan Diana."Sayang Bangun lah,Kau tidak akan meninggalkan ku kan",Ucap Andra sambil menangis
"Nak,cepat bawa Lavana ke rumah sakit",Ucap Candra cepat
Andra langsung menggendong tubuh Diana membawanya menuju ke mobil."Temani Diana di belakang,jangan sampai dia pinsan,Biar paman yang membawa mobil nya",Ucap Candra cepat
"Kak,Sa....kit",Ucap Diana dengan suara berat
"Hikss....Bertahan lah,Jangan banyak bicara,tetaplah sadar",Ucap Andra
"Kakak,jangan me...na..ngis,Aku tidak suka melihatnya",Ucap Diana sambil tersenyum kecil
Candra melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.Tak alam kemudian mereka sampai di rumah sakit.Andra langsung turun dan menyuruh Suster untuk segera membawa Diana.Dokter yang melihat kondisi Diana langsung memutuskan untuk melakukan tindakan oprasi.Andra pun segera mengurus semua berkas yang di perlukan.
Tak lama setelah Diana masuk ke dalam ruang operasi Divo datang dengan Kanaya dan Kirana.
"Kak,bagaimana Diana?",Tanya Kanaya cepat saat melihat Kakak nya tengah berjongkok di depan kamar ruang operasi
"Lebih baik kita duduk dan menunggu",Ucap Divo cepat.Ia tau bagaimana sekarang prasaan Sahabatnya itu.
Kanaya dan Kirana pun menuruti ucapan Divo dan tidak banyak bertanya lagi.
"Bagaimana dengan Jois?"Tanya Candra cepat
"Paman Jois dan orang orang nya sudah di bawa ke kantor polisi,Saya akan memastikan Mereka di penjara dengan waktu lama",Ucap Divo cepat
Andra hanya mendengarkan pembicaraan mereka berdua tanpa bereaksi apa apa,Fikiran nya masih ada du dalam.bagaimana Diana berjuang antara hidup dan mati.
"Kak,minum lah dulu,aki yakin Diana akan selamat,dia itu gadis yang kuat",Ucap Kanaya sambil berjongkok dan menyodorkan Botol air mineral di tangan nya
"Kakak harus percaya,Aku,Kirana dan Diana sudah bersahabat lama,Jadi kami tau bagaimana Diana.Kakak harus kuat,jika kakak Sampai sakit,siapa yang akan merawat Diana jika nanti dia keluar dari rumah sakit ini,apa kakak akan menyuruh kak Divo",Ucap Kanaya cepat
Sejenak Andra memikirkan Ucapan adiknya,lalu dengan cepat mengambil botol air yang ada di tangan sng adik.hanya dengan sekali tegukan air yang ada di dalam botol itu ludes.
"Apa Kakak lapar?",Tanya Kanaya lagi
"Tidak",Jawab Andra cepat
"Kalau begitu Kanaya dan Kiran ingin ke kanting,di sekap seharian membuat kami lapar",Ucap Kanaya sambil tertawa kecil
"Kau di sekap,******** tua itu juga menyekap mu,Mana yang terluka,kamu tidak apa apa kan Na",Tanya Andra dengan panik
"Hehehehe,Tidak apa apa kak,Kak Divo sangat cekatan menyelamatkan kami,hanya pergelangan tangan saja yang sakit karna di ikat tali",Ucap Kanaya sambil tertawa
"Hahhhh syukurlah,Pergi lah makan bersama Kirana",Ucap Andra sambil mengelus lembut kepala sang adik."Divo temanai Adik ku,Aku tidak mau terjadi apa apa padanya",Ucap Andra cepat
"Ok",Ucap Divo
Mereka bertiga pergi menuju kantin rumah sakit.Kini tinggal Andra dan Candra,Mereka Duduk bersebelahan."Apa kau sudah mencintai Diana?"Tanya Candra cepat,Pandangan nya lurus ke depan
"Maksud Paman?",Tanya Andra
"Paman Tau jika kau menikahi Diana hanya karna ingin balas budi kepada ayah nya,Dan Paman hanya ingin memastikan saja,Jika kau tidak mencintai nya Paman akan membawa Diana pergi,Paman ingin menepati janji Paman kepada Sahabat Paman yaitu Ayah Diana",Ucap Candra
"Maaf Paman tapi sepertinya Paman tidak akan pernah bisa menepati janji itu,Entah sejak kapan,Tapi Aku sudah mencintai istri ku,Aku bahkan sangat mencintai nya",Ucap Andra sambil ikut menatap lurus ke depan
Candra menatap pemuda yang sedang duduk di sebelah nya,Ia mengangkat tangan nya lalu menepuk pundak Andra."Cintai lah Diana Nak,setidak nya Paman yang mewakili Anggara menyerahkan Diana Pada mu,Jangan sampai kau menyakitinya,dan jika itu terjadi maka Paman akan Datang untuk mengambil nya dari mu",Ucap Candra dengan Nada suara tegas
"Tentu,Apa rencana paman setelah ini?"Tanya Andra cepat
"Paman Akan membantu Diana mengurus prusahaan nya,Lagi pula Paman masih pengacara kluarga Maheswara",Ucap Candra
*******
Empat jam berlalu,Kanya,Kirana dan Divo pun sudah kembali dari kantin,Akhirnya operasi selesai Dokter yang menangani operasi Diana pun keluar dari dalam ruang operasi."Bagaimana Dok?"Tanya Andra cepat sambil mendekati dokter itu
"Operasi nya berjalan lancar,Sebentar lagi pasien Akan kami pindahkan ke ruang perawatan",Ucap Dokter itu lalu pergi meninggalkan Andra dan yang lain nya
Andra dan yang lain nya sangat beryukur dengan itu,Tak lama Brankar yang membawa dia keluar dari ruang operasi dan di bawa ke ruang perawatan.Andra menyuruh Divo mengantarkan Paman Candra,Kanaya dan Kirana pulang,Karna Hari sudah semakin larut.Sedangkan Andra yang akan menunggu Diana di ruang perawatab.