
rembulan yang indah memancarkan sinarnya di malam yang sunyi dan sekarang rembulan itu telah kembali menyembunyikan sinarnya,karna kini waktunya sang mentari yang menampakan sinarnya.pagi itu Andra terbangun dari,Dengan Mata yang masih berat Andra bergegas Untuk membersihkan badan ya,ia bersiap untuk pergi ke kantor,pagi ini Andra sengaja menyuruh Divo untuk menjemput diri nya,karna Andra malas mengendarai mobil sendiri.
Divo sudah sampai di kediaman Wiguna,setelah selesai sarapan Andra dan Divo langsung berangkat ke kantor.tanpa terasa mobil yang di kendarai Divo sudah tiba di Prusahaan,loby sudah terlihat sepi dari para karyawan.karna jam kerja sudah di mulai.
Dua orang penting di perusahaan itu berjalan menuju ke arah lift kusus Presdir,dalam beberapa detik mereka pun sampai di lantai 15 tempat ruangan mereka.Andra langsung menuju ke ruangan nya,dan Divo juga menuju ruangannya.
*****
"RUMAH KEDIAMAN WIGUNA"
Kanaya meregangkan otot otot nya yang terasa kaku,Kanaya menoleh ke arah sahabatnya yang masih tertidur pulas,tanpa menatap curiga Kanaya pergi meninggalkan Diana sendiri,kanaya tidak mau mengganggu sahabat nya itu,mengingat perlakuan abang nya membuat Kanaya merasa kasian ke pada sahabatnya itu.
Pagi itu Kanaya pergi ke kampus mengendarai mobil milik nya,ia berpamitan kepada mama nya,sekaligus memberi tau bahwa Diana masih tidur.
"Ma,Kanaya berangkat ya,Diana masih tidur,Mungkin dia lelah",Ucap Kanaya cepat
"Hati hati di jalan Nay,Mama juga mau pergi keluar sebentar",Ucap Bella cepat
Setelah kepergian Kanaya,Bella segera pergi Ke rumah Teman nya yang tengah sakit,ia juga berpesan ke Art nya jika Ada yang mencari nya bilang saja untuk kembali sore nanti
"Bik asihhh",pagil Bella
"Iya nyonya panggil saya,"ucap asih
"Tolong ya bik,jika Diana sudah bangun siapkan makanan untuk nya",ucap Bella lagi
"Baik nya",ucap asihh
Setelah memberi tau art nya,Bella segera pergi Dengan supir Pribadinya.
"PERUSAHAAN WIGUNA GROUP*
pagi telah berganti siang,Andra melihat ke arah jam yang melingkar di tangannya,terlihat di sana jam menunjukkan pukul 11.30.
"Masih ada waktu setengah jam lagi sebelum jam makan siang",Gumam Andra.
Tokkkk tokkkk tokkkk
"Masuk".ucap Andra.
"Halo bos,mau makan siang bersama?"Tanya Divo yang baru masuk ke ruangan Andra,
"Gue akan makam di rumah" ,ucap Andra cepat
"Tumben lo mau makan di rumah",ucap Divo cepat.
"Ntah lah prasaan gue gk tenang sejak tadi",ucap Andra lagi
"Baik lah,berhubung kerjaan qta udah slesai,gue juga mau pulng lebih awal",Ucap Andra
mereka berdua keluar dari gedung Wiguna grouf,Divo mengantar Andra pulang lebih dulu sebelum menyelesaikan urusan nyasampai di rumah nya,Andra segera masuk ke dalam rumah nya itu,sesampainya di dalam Andra tidak menemukan siapa pun di rumah itu,Andra menuju ke arah dapur.terlihat bik asihh yang sedang mencuci sayur yang akan di masak untuk makan siang.
"bik asihh, kemana semua orang?",Tanya Andra
"Ehhhh aden,tumben sudah pulang,Non Kanaya sudah berangkat ke kampus pagi tadi,sedangkan nyonya ada urusan di luar",kata bik asihh Cepat
"Lalu Diana kemana bik?",tanya Andra lagi.
" Ahhhh ia bibik sampe lupa Den,tadi pagi nyonya berpesan jika Non Diana bangun saya di suruh menyiapkan makanan,tapi sejak pagi non Diana belum bangun juga Den",ucap bik asih cepat.
Andra merasa ad yang aneh dengan ucapan art nya itu,Andra meninggalkan bik asih tanpa mengucapkan apa apa lagi,ia segera menuju ke kamar adik nya,karna semalam Diana tidur di kamar itu.
Andra masuk ke dalam kamar adik nya itu,ia melihat istri nya tengah tertidur pulas di sana,Perlahan Andra pun mendekati Diana,dan duduk di sebelah tubuh Diana,Andra sangat kaget melihat wajah istrinya sangat pucat,Andra langsung memegang dahi istri nya,Andra semakin di buat kaget setelah memegang dahi istrinya itu,suhu tubuh Diana sangat tinggi,Andra mulai panik ia mencoba mengguncang tubuh Diana,mencoba membangunkan gadis itu,tapi nihil,gadis itu tidak mau membuka matanya.
Andra Segera menggendong tubuh Diana,berlari keluar rumah nya dengan panik,menuju ke arah mobil nya,Andra langsung mendudukan tubuh Diana di belakang,ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke arah rumah sakit terdekat,sesampainya Andra di loby rumah sakit,Andra berteriak memanggil suster untuk membantunya membawa tubuh istrinya yang sudah sangat lemah.
brangkar rumah sakit di dorang menuju ke ruang IGD,Andra hanya bisa menunggu di luar ruangan tersebut.wajah Andra terlihat jelas kekhawatiran di sana.ia menghubungi ibunya untuk segera ke rumah sakit.
15 menit berlalu,dokter yang menangani Diana belum juga keluar,Andra mendengar langkah kaki dari arah lorong,Andra melihat ibunya berlari ke arah nya.
"Bagaimana ke adaan Diana nak,kenapa bisa seperti ini?"Tanya Bella dengan wajah panik
Andra pun menceritakan kejadian yang sampai membawa Diana ke rumah sakit ini.Tak lama setelah Bella datang dokter pun akhirnya keluar dari ruangan IGD.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?",Tanya Andra cepat.
dokter pun menjelaskan keadaan Diana.
"Demam istri anda sangat tinggi,tubuh nya kekurangan cairan, telat sedikit saja anda membawa istri anda,mungkin nyawanya tidak tertolong,karna saat anda membawa istri anda kemari ia dalam ke adaan tidak sadarkan diri, apa sejak semalam istri anda tidak menyentuh makanan atau minuman sedikit pun pak?",Tanya Dokter itu
Andra mengingat kejadian malam kemarin,ia sangat menyesali perbuatannya.
"Lalu bagaimana keadaan menantu saya sekarang dok?",Tanya Bella lagi
"Ma'af bu,menantu anda belum sadarkan diri,qta tunggu sampai demam nya turun dulu",ucap sang dokter lagi
"Apa Kami bisa melihat nya dok",Ucap Andra cepat
"Kami akan memindahkan istri anda terlebih dulu,Setelah itu kalian bisa melihat nya",Ucap Dokter itu
Setelah dokter itu pergi Andra Dan Mama nya Masih menunggu Diana sampai di pindahkan ke ruang perawatan.