True Love Of A Ceo

True Love Of A Ceo
DIVO DAN KIRANA



Waktu sangat cepat berlalu,tak terasa jam sudah menunjukan Pukul 04.30 Sore hari.Kini waktunya Bella,Kirana dan Kanaya untuk pulang ke rumah nya.


"Ma,Sepertinya akan turun hujan",Ucap Diana saat melihat Awan berwarna hitam


"Tidak apa apa,Rumah Mama khan tidak jauh dan yang harus di khawatirkan itu adalah Kirana",Ucap Bella sambil nenatap ke arah Kirana


"Ahhhh Benar juga,Ki Apa kamu tidak menginap Saja,Sepertinya akan turun hujan",Ucap Diana


"Tidak bisa Diana,Besok aku harus menemani ibu pergi ke kampungnya,Karna Nenek ku sedang sakit,Kalian tidak usah khawatir,Di dalam Motor ku ada jas hujan kok",Ucap Kirana cepat


"Kau ini benar benar keras kepala",Ucap Kanaya


"Ya Sudah,Kamu Hati hati di jalan ya Nak",Ucap Bella kepada sahabat Anak nya itu


Kirana pun mengambil motor matik nya lalu melajukan nya keluar dari rumah Diana.begitu pun dengan Kanaya dan Mama nya,mereka pun sudah pulang ke rumah mereka


Tidak lama kemudian Hujan turun dengan deras nya.Kanaya yang baru sampai di pertengahan jalan harus berhenti sembentar untuk mengambil jas hujan yang ada di sadel motor nya.


"Sial,kenapa jas hujan nya tidak ada",Ucap Kirana Kesal


Kirana terpaksa berteduh di depan sebuah mini market,Ia menatap langit yang terlihat semakin gelap.Tubuh Kirana sedikir bergetar menahan dingin udara malam bercampur angin yang berhembus di iringi hujan yang semakin deras.


"Hahhhh,Apa aku akan terus terjebak di sini,ahhh bagaimana ini",Ucap Kirana sambil menyilangkan tangan nya ke Dada


Banyak orang yang mengikuti jejak Kirana yang ikut berteduh di depan mini market itu.Kirana melihat sebuah mobil mewah berhenti di depan mini market."Aku seperti pernah melihat mobil itu,Batin Kirana.Tapi kirana tidak perduli ia kembali melihat ke arah Lain


Orng yang membawa mobil itu sudah turun dari dalam mobil,ia berjalan ke arah pintu mini market,Sekilas ia melihat ke arah Kirana lalu masuk ke dalam minimarket itu.


Sekitar Dua puluh menit kemudian pria pemilik mobil itu kembali ke luar,Ia berhenti tepat di hadapan Kirana."Apa kau ini Sabahatnya Diana?"Tanya Divo.Ya laki laki yang turun dari mobil mewah itu adalah Divo


Kirana Yang sejak tadi melamun sedikit tersentak saat mendengat pertanyaan laki laki yang sekarang tengah berdiri di depan nya."Apa saya mengenal anda Tuan?"Tanya Balik Kirana


"Bisakah sebelum Anda menanyakan sesuatu anda terlebih dulu menjawab pertangaan saya",Ucap Divo cepat


"Ahhhh,Iya Saya sahabat Diana",Jawab Kiara cuek


"Jadi benar,apa anda lupa kita pernah bertemu di rumah Diana saat Andra melamar Diana",Ucap Divo sambil duduk di kursi sebelah Kirana


"Benarkah,kenapa aku lupa ya",Ucap Kirana yang terlihat tak mau tau


"Sedang apa Anda di sini malam malam begini?"Tanya Divo lagi


"Apa Anda Tidak bisa melihat hujan itu Tuan",Ucap Kirana sambil menatap hujan yang begitu deras di depan nya


"Ahhhh ya saya lupa,bukan kah Tuan ini orang kaya yang kemana mana slalu menggunakan mobil,jadi Bagaimana Tuan Bisa tau rasa nya menjadi orang kecil yang kemana mana hanya menggunakan Motor",Ucap Kirana penuh sindiran


Kalian pasti tau jika Kirana tidak suda dekat dekat dengan laki laki Bukan😅


"Hahahahha",Divo tertawa saat mendengar ucapan Gadis di sebelah nya itu."Maaf Nona bisakah Anda tidak memanggil saya dengan sebutan Tuan,Nama Saya Divo",Ucap Divo sambil mengulurkan Tangan nya


Kirana hanya melirik tangan Divo yang terulur lalu memalingnkan wajah nya lagi.Divo yanga melihat tingkah gadis di depan nya itu pun kembali menarik tangan nya.


"Maaf jika Nona tersinggung dengan ucapan Saya,Tapi Saya tidak tau jika Nona Membawa Motor,dan Saya juga tidak pernah mengukur sesuatu dengan Uang atau pun kekayaan",Ucap Divo lalu bangkit dari duduknya dan berlalu meninggalkan Kirana yang masih diduk mematung


Kirana menatap punggung laki laki yang bernama Divo itu sampai menghilang di balik pintu mobil itu."Apa aku terlalu keterlaluan,ahhhb masa bodo dengan nya,aku juga tidak ingin mengenalnya,Batin Kirana


Hampir Satu Jam Kirana menunggu di sana,Akhirnya hujan pun perlahan berhenti,Kirana bergegas mengambil motornya lalu melajukan nya kembali menuju ke ruamah nya.Di perjalana Kirana masih memikirkan ucapan Divo.Sampai Kirana tidak menyadari jika ada mobil yang mengikuti nya dari arah belakang.


Setengah jam Kemudian Kirana sampai di rumah nya.Dan Mobil yang mengikutinya itu juga langsung pergi setelah melihat Kirana masuk ke dalam rumah nya.


flashback On


Divo masuk ke dalam mobil nya lalu melajukan mobil itu ke arah Rumah nya.tapi baru 20 meter jarak dari mini market Divo malah memberhentikan Mobil nya,ia masih penasaran dengan gadis yang berada di mini market itu.Divo pun memutuskan untuk menunggu nya di sana,Setelah lama menunggu Divo melihat Gadis itu melintas di sebelah Mobil nya


Dengan cepat Divo menyalakan mesin mobil nya lalu melajukan mobil nya memgikuti Kirana dari belakan.Tidak lama kemudian Motor gadis itu berhenti di sebuah rumah Berukuran sedang.Divo melihat Kirana memasukan motornya ke dalam.Setelah Kirana menghilang dari tatapan nya Divo langsung melajukan mobil nya kembali ke rumah nya.


flashback off


RUMAH DIVO


"Kenapa Kakak lama Sekali",Ucap Divia adik dari Divo


"Maaf,tadi kakak terkena macet",Ucap Divo sambil menyodorkan barang yang di beli nya di mini market tadi


"Kakak tidak usah bogong,Mana mungkin dalam keadaan hujan ada macet",Ucap Divia lalu berlalu ke dalam dapur


Divo tidak menghirukan ucapan sang Adik,ia lebih memilih masuk ke dalam kamarnya.


Divo adalah anak yatim piatu,ia hanya hidup berdua dengan adik perempuan nya,Sebenarnya Divo bukan dari orang tua yang berada,Tapi Ia bisa menjadi seperti ini karna bantuan dari Andra.


Divo merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur berukuran besar nya.Divo menatap langit langit kamarnya ia kembali mengingat pertemuan nya dengan Kirana tadi."Ada apa dengan ku,kenapa aku jadi penasaran dengan nya,ahhhhh kenapa aku juga sampai mengikuti nya tadi,Ucap Divo sambil mengusap kasar wajah nya.


Divo dengan cepat bangkit dari tampat tidur nya lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi,Ia melepas semua pakaian yang melekat di tubuhnya lalu dengan cepat menyalakan sower.Divo mengguyur tubuhnya di bawah air hangat.


Cukup Lama Divo berada di kamar mandi,setelah merasa cukup Divo menghentikan acara mandi nya.Divo keluar dari dalam kamar mandi lalu berjalan menuju ke arah lemari,ia mengambil pakain santai lalu mengenakan nya.