True Love Of A Ceo

True Love Of A Ceo
KESEPAKATAN



😊JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA INI,JANGAN LUPA LIKE,COMENT DAN VOTE YANG BANYAK YA


DAN JIKA ADA YANG BELUM PUAS DENGAN CERITANYA KALIAN BISA BACA ULANG,KARNA AUTHOR SUDAH ME REVIEW SETIAP BAB YANG SALAH,DAN ADA YANG SEDIKIT AUTHOR UBAH,SUPAYA CERITANYA NYAMBUNG.


🍃SLAMAT MEMBACA


Diana meronta saat dua pengawal pribadi paman nya membawa paksa diana untuk ikut dengan mereka


"Lepaskan,Kalian mau membawa aku ke mana?",Tanya Diana cepat


"Lebih baik Nona Diam dan dan jangan melawan,ikut saja dengan kami",Ucap salah satu pengawal itu


mereka terus berjalan melewati pintu yang menuju ke ruang bawah tanah.Diana Di masukan ke satu ruangan yang hanya ada sedikit penerangan di sana.


"Heyyyy,lepaskan,Kenapa kalian mengurungku disini",Triak Diana sambil terus menggedor pintu ruangan itu.


Cukup Lama Diana menggedor pintu itu.Diana menyerah,ia tertunduk di lantai ruangan itu,Bahunya terlihat bergetar,Diana terus saja menangis.Ia sungguh takut berada di ruangan itu."Ma,Pa.Diana takut",Ucap Diana di sela tangisan nya.


DI TEMPAT LAIN


Andra dan Divo tengah berusaha mencari informasi tentang rumah tempat Diana di sekap saat ini.Andra begitu khawatir saat mendengar teriakan sang istri tadi.


"Bagaimana Divo?",Tanya Andra cepat saat melihat asisten pribadinya itu masuk ke ruangan nya.


"Penjagaan di sana sangat ketat,Kita harus mengumpulkan bukti yang kuat terlebih dulu,karna Paman Jois sudah merencanakan ini sangat matang",Ucap Divo cepat


"Tapi kita tidak bisa menunggu lebih lama,aku takut Nyawa Diana taruhan nya",Ucap Andra yang penuh kekhawatiran di matanya


"Dia tidak akan melukai Diana,Karna Paman Jois membutuhkan Tanda tangan dari Diana untuk pengalihan seluruh aset milik keluarga Maheswara,Tapi semua itu tidak mudah,Karna pengacara Keluarga Maheswara masih orang yang sama,Jadi tidak mudah badi Pama jois untuk melakukan itu",Ucap Divo cepat


"Masih orang yang sama,Berarti Dia Orang kepercayaan Keluarga Maheswara",Ucap Andra cepat


"Benar,Tapi Dia menghilang Saat Paman Angga meninggal,Seluruh aset yang asli di pegang oleh nya,Aku dengar paman Jois terus mencari keberadaan nya,tapi sampai sekarang Ia harus menelan kekecewaan.",Ucap Divo


"Lalu kenapa Dia menculik Diana jika Aset yang asli tidak Ada",Ucap Andra yang masih bingung dengan semua ini


"Kau ini,Paman Jois menggunakan Diana untuk memancing Pengacara itu keluar,Karna Diana adalah satu satu nya pewaris kluarga Maheswara",Ucap Divo cepat


"Apa kita punya kesempatan menemukan Dia terlebih Dulu",ucap Andra penuh semngat


"Aku sudah mengerahkan Anak Buah kepercayaan Kita,Ada yang Bilang sekarang Paman Candra berada di sebuah desa kecil Di Negara B,Dan aku yakin Paman Candra sudah tau tentang Diana",Ucap Divo lagi


Tokkkk tokk tokk


"Masuk",Ucap Andra cepat


"Permisi pak,Ada orang yang menitip kan surat ini untuk bapak",Ucap Lisa sekertaris Andra


Lisa memberikan surat itu lalu keluar dari ruangan atasan nya dengan cepat.Andra dengan cepat membuka Surat yang di berikan Asistennya itu.


isi surat


Temui saya hari ini jam 02.00 di Kota A.di sebuah gedung jalan Retno no 8


"Siapa yang mengirim ini",Ucap Andra dengan cepat


Divo yang penasaran dengan isi surat itu langsung mengambil dari tangan Andra."Paman Candra",Ucap Divo cepat


Andra dan Divo saling menatap,Saat mereka sadar,dengan cepat Andra dan Divo berlari keluar dari ruangan nya menuju ke lantai bawah.Banyak kariawan nya yang melihat bingung dengan tingkah atasan nya yang berlari seperti anak kecil.


Divo Sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan Cukup tinggi,mereka tidak ingin melewatkan kesempatan ini.Divo sudah menghubungi Pengawal nya untuk menyusul mereka ke tempat itu,karna ia tau akan ada sesuatu yang terjadi.


DI KEDIAMAN MAHESWARA


"Lalu?",Tanya Jois dengan santai


"Ia mengirim surat ini Tuan",Ucap Nya lagi


Jois mengambil Surat itu dan langsung membacanya,Di sudut bibir Jois terlihat senyum yang sangat tipis."Bawa Anak itu ke mari",Ucap Jois cepat


RUANG BAWAH TANAH


Diana melihat pintu kamar terbuka,terlihat dua orang yang menyeretnya tadi kembali lagi."Kalian mau apa?",Tanya Diana dengan suara bergetar


"Ikut lah,kami tidak akan menyakiti mu",Ucap salah satu dari mereka


Takut takut Dian mengikuti mereka dari belakang.Mereka pun tiba di ruang tamu rumah itu."Duduk lah keponakan ku tersayang",Ucap Jois pada Diana


Diana hanya bisa menurut,dengan wajah yang pucat Diana duduk di hadapan paman nya itu.


"Paman tidak akan menyakitimu jika kau menurut,Jadi lah Anak yang baik.Paman anak mengajak mu menemui seseorang",Ucap Jois dengan Nada dingin.


"Se....benarnya Apa yang paman inginkan?",Tanya Diana memberanikan Diri


"Hahahahaha,Kau bertanya apa yang paman ingin kan,Sebenarnya Paman ingin kematian mu,Tapi paman lebih ingin menyiksa mu",Ucap Jois dengan tatapan Tajam


"Kenapa Paman benci pada ku,Sebenarnya apa salah ku,Bukankah Paman adalah satu satunya keluarga Ku",Ucap Diana dengan mata yang sudah berkaca kaca


"Kau ingin tau,Tapi sayang nya aku tidak akan memberi tau mu,Kita buat kesepakan dulu,Bagaimana",Ucap Jois sambil mendekatkan wajah nya mendekat ke Diana


"Apa yang Paman inginkan?",Tanya Diana cepat


"Aku akan melepaskan Mu,jika kau mau membujuk Candra untuk mengalihkan semua aset kekayaan Maheswara atas Nama ku",Ucap Jois dengan seringai licik


"Jadi Paman hanya ingin itu,Paman hanya ingin kekayaan hingga tega menyakiti keponakan paman sendiri",Ucap Diana yang mulai terisak


"Hahahahaha",Jois tertawa mendengar perkataan Keponakan nya itu Tawa yang begitu menakutkan."Jika saja Papa mu masih Hidup,Aku akan menyuruh mu menanyakan kenapa Aku membencimu dan keluarga mu,Tapi sayang nya itu tidak bisa",Ucap Jois


Diana terdiam,ia tidak ingin bertanya lagi.Bagi Diana ini sangat menyakitkan,Slama ini Diana hidup sendiri,Sungguh ia sangat bahagia saat tau ia masih mempunyai seorang paman,Tapi kenyataan nya,Paman nya tidak menginginkan nya sama sekali.


"Bagaimana Diana?",Tanya Jois lagi


"Baik",Ucap Diana sambil mengusap air matanya."Jika Paman menginginkan Harta itu,akan aku berikan.Tapi",Ucapan Diana menggantung


"Tapi Apa Lavana",Tanya Jois santai


"Tapi,Diana ingin Rumah masa kecil Diana bersama Papa tidak Paman Ambil",Ucap Diana cepat,Diana tidak ingin rumah masa kecilnya itu menjadi milik orang lain,sekali pun itu paman nya sendiri,Karna semua kenangan Diana Ada di rumah itu.


"Apa hanya itu Saja?",Tanya Jois cepat


"IYa",Jawab Diana


"Baik Lah,Sekarang Ikut Paman,Jangan pernah Macam macam Jika kau ingin Dua sahabat mu selamat",Ancam Jois


"Tidak,Tunggu.Apa maksud paman dengan Dua sahabat ku?",Tanya Diana cepat


"Kau Akan Tau Nanti,jangan banyak bertanya dan ikut saja",Ucap Jois cepat."Bawa dia ke mobil,dan ikat tangan Nya",Ucap Jois lagi kepada dua Nak buahnya


Kini Mobil yang membawa Diana sedang melaju ke sebuah kota terpencil di Kota A,Tempat Dimana Candra membuat janji dengan Jois dan juga Andra.Perjalanan itu di tempuh dengan waktu 4 Jam dari kota ini.


KOTA .A.


Andra dan Divo yang berangkat lebih dulu pun kini sudah sampai di tempat tujuan.Mereka kini sudah ada Di sebuah gedung yang tertera di surat itu.Tak lama setelah mereka masuk ke dalam,Mereka melihat seorang pria paruh baya yang cukup Tampan bagi seorang yang sudah berumur 50 thn.


Perlahan Pria itu mendekati Andra dan Divo."Kalian sungguh pemuda yang benarni,Anak Dari Alm ALVIAN SANJAYA WIGUNA Ternyata sungguh Tampan",Ucap Pria itu dengan senyum di wajah nya