True Love Of A Ceo

True Love Of A Ceo
RENCANA PENCULIKAN



Diana melakukan pekerjaan nya dengan malas,ia tidak menyangka jika pekerjaan nya hari ini akan sebanyak ini,Dengan malas Diana mempelajari Semua Dokumen itu satu per satu.


"Pa,Diana rindu papa."Gumam Diana di sela sela pekerjaan nya yang melelah kan.


Tanpa terasa air mata Diana meleh di pipi nya,ia begitu merindukan sang papa.Diana tidak ingin harta,bagi nya hidup sederhana tanpa ada yang mengganggu sudah lebih dari cukup.Tapi apa ini,ia harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya sekarang telah menjadi incaran pembunuh.


Cukup lam Diana menangis dalam diam,hingga Diana tidak menyadari ada sosok yang sudah berdiri di depannya,memandang wajah yang tengah tertunduk dan sesekali terlihat mengusap air mata nya.


"Apa kau ingin menangis seharian di sini?"Tanya Andra membuka suara


Diana mendongakan kepalanya,menatap ke arah orang yang sedang menatapnya dengan wajah yang sulit di artikan.


"Maaf,aku tidak bermaksud untuk tidak mengerjakan tugas ini."Ucap Diana sambil mengusap sisa air mata nya.


Andra mendekat ke arah Diana,ia berjongkok di depan Diana yang tengah duduk sambil menundukkan kepalanya.Andra memegang tangan Diana dan berkata.


"Kuatkan hati mu,jangan biarkan ketakutan itu menghampiri dirimu,ingatlah perjuangan papa mu lebih dari segala nya."Ucap Andra sambil tersenyum lembut menatap gadis yang


mulai ia cintai


Diana langsung menghambur ke pelukan Andra,ia kembali terisak di dada bidang suaminya itu.Diana merasa nyaman bersandar di sana.


Andra mengelus lembut rambut panjang diana yang terikat rapi.Sekarang Andra baru menyadari jika perasan nya tidak salah,ia mencintai gadis yang tengah terisak di dadanya.


"I LOVE YOU LAVANYA AYUNDA MAHESWARA."Ucap Andra lagi


Diana yang mendengar kata kata Andra langsung terdiam.Perlahan ia melepaskan pelukan dari tubuh suaminya itu.Diana menatap wajah Andra dengan tatapan sendu.


"Dari mana kakak tau nama kecil ku?"Tanya Diana dengan mode penasaran


"Kenpa aku harus tidak tau,latar kluarga mua saja aku tau."Ucap Andra cepat


Cupp


Andra mengecup bibir Diana dengan lembut dan cukup lama,hingga membuat Diana hampir kehabisan nafas di buatnya.


Andra pun melepas ciuman nya,"Apa kau masih tidak percaya?"Bisik Andra


Pipi Diana kembali merona.Ia tidak menyangka jika hari ini akan terjadi.


"Lakukan pekerjaan dengan baik,Setelah ini Kakak akan mengajak mu makan siang "Ucap Andra sambil mengelus lembut pipi Diana.


Diana hanya tersenyum.setelah Andra pergi Diana kembali memikirkan perkataan Andra."Hahhh,Lalu Bagaimana dengan kak Jesi jika dia tau tentang ini",Ucap Diana lemas.


Diana pun melanjutkan pekerjaan nya,kali ini ia sangat serius,ia tidak ingin mengecewakan sang papa yang sudah berjuang membangun perusahaan yang sangat besar.walau diana harus mengorbankan nyawa sekali pun.


*****


PERUSAHAAN MAHESWARA


Jois,paman dari Diana sudah mengetahui keberadaan keponakan nya itu.


"Hahahahaha,bagus.lanjutkan pekerjaan mu Bawa anak itu ke mari secepat nya ."Ucap Jois kepada anak buah nya.


"Baik tuan."Ucap Anak buah suruhan jois.


Seringai licik muncul di wajah Jois,ia sangat tau siapa lawan nya kali ini,tapi itu tidak membuat laki laki tampan yang sudah mulai menua itu kehilangan cara.


"Kau ingin bermain main dengan ku bocah tengik,Tunggu saja permainan ku."Sinis Jois