
Bab 66
Mimi yang mendengar nada khawatir putrinya pun merasa tersentuh tapi itu juga yang membuat Mimi lebih bertekad untuk melatih diri agar bisa membantu putrinya dengan cara menjaga dirinya sendiri sehingga putrinya bisa fokus dengan yang lainnya.
"Leana...mama tahu kamu khawatir dengan keselamatan mama, tapi Leana kalau kamu sayang sama mama maka kamu harus mendukung keinginan mama. Karena hanya dengan begitu keselamatan mama bisa lebih terjamin. Coba kamu pikir dengan kondisi saat ini kalau mama tidak bisa bertarung dan selalu mengharapkan perlindungan dari kalian saja? apa yang akan terjadi kalau kalian lagi sibuk bertarung dan tidak bisa melindungi mama?" Jelas Mimi untuk memberikan pengertian pada putrinya.
Leana yang mendengar perkataan ibunya juga jadi berpikir kalau mereka menghadapi situasi seperti itu memang benar keselamatan ibunya akan berbahaya kalau ibunya bisa bertarung keselamatan ibunya akan lebih terjamin tapi Leana juga tidak mau ibunya mengambil risiko seperti itu untuk melatih diri.
"Mama aku mengerti maksud mama tapi tetap saja ada cara untuk melatih diri tanpa mengambil risiko seperti itu. Kalau mama mau melatih diri tunggu papa atau yang lainnya ada waktu untuk menemani baru mama melatih diri."
Meskipun Leana berkata seperti itu Mimi tetap bersikeras untuk melakukannya sendiri tanpa perlindungan orang lain karena menurut Mimi dengan begitu pelatihannya akan lebih efektif. Karena dia hanya akan mengandalkan diri sendiri dia juga bisa sekaligus melatih diri untuk menganalisis situasi yang ada.
"Leana mama juga tahu maksudmu tapi kalau mama melakukan seperti yang kamu katakan maka mama tidak akan bisa mandiri selamanya karena tidak mungkin ada orang yang akan sukses kalau tidak melakukannya sendiri. Kalau mama terus dilindungi maka mama tidak akan belajar untuk menghadapi masalah sendiri karena selalu merasa akan ada orang yang selalu menolong pada saat situasi berbahaya dengan begitu mama tidak akan mengalami kemajuan sama sekali karena selalu bergantung pada orang lain."
Setelah mengatakan ini Mimi melihat putrinya masih tidak mau melepaskannya untuk melatih diri sendiri. Mimi mengerti putrinya melakukan itu karena tidak mau dia terluka tapi kalau tetap begini terus maka kemampuannya untuk bertarung tidak akan meningkat sama sekali.
"Sayang...izinkan mama untuk melatih diri sendiri karena dengan begitu kemampuan mama bisa meningkat. Pada saat kita belajar pasti ada yang harus kita korbankan punya. Mama janji akan menjaga diri dengan sebaik-baiknya kalau mama merasa tidak sanggup maka mama akan melarikan diri. Leana kamu jangan khawatir, seperti anak-anak yang belajar untuk berjalan pasti akan jatuh berkali-kali sebelum mereka bisa jalan dengan baik."
Leana mengerti dan paham keinginan ibunya setelah penjelasan Mimi yang panjang lebar tapi meskipun begitu Leana tetap tidak rela mamanya memaksakan diri seperti itu. Di saat Leana dan Mimi dalam kondisi sama-sama tidak mau mengalah dalam keputusan mereka sendiri. Lusy yang dari tadi mendengar perkataan mereka tiba-tiba mengeluarkan suaranya.
"Uhm...Leana kalau kamu khawatir mamamu sendirian maka bibi bisa menemaninya untuk melatih dirinya. Lagipula setelah berpikir bibi juga memiliki pemikiran yang sama seperti ibumu! Karena dalam keluarga ini kemampuanku, Marie, Elise, dan mamamu yang paling rendah dalam group ini. Oleh karena itu kami memang harus lebih banyak berlatih."
Leana yang mendengar perkataan bibinya mau tidak mau juga merasa terkejut karena tidak berharap pemikiran Lusy sama dengan ibunya. Melihat Leana masih terjerat dalam mengambil keputusan, Lusy dan Mimi saling memandang diam-diam sambil menyusun rencana masing-masing agar Leana mau mengizinkan mereka untuk pergi melatih diri.
Setelah berkomunikasi melalui mata secara diam-diam Lusy dan Mimi tahu Leana tidak akan pernah mengizinkan mereka untuk pergi. Karena secara lembut tidak bisa maka mereka berdua memutuskan untuk bertindak secara keras kepala.
"Meskipun kamu tidak mengizinkan kita untuk pergi, aku dan bibimu akan tetap pergi meski sekarang tidak bisa kami pasti akan mencari waktu yang tepat pada saat kamu tidak memperhatikan, kami akan pergi dengan diam-diam. Jadi, kamu pilih membiarkan kami pergi sekarang atau nanti." Ancam Mimi supaya putrinya mengizinkan dia untuk pergi.
Mendengar perkataan ibunya Leana tahu tekad ibunya dan bibinya sudah tidak bisa diganggu gugat lagi. Setelah menimbang baik buruknya, beberapa saat kemudian Leana memutuskan untuk membiarkan ibu dan bibinya untuk pergi sekarang daripada nanti ibunya pergi sendiri risikonya mungkin lebih parah daripada sekarang setidaknya saat ini risiko belum begitu besar karena binatang yang ada belum begitu banyak setidaknya sejauh mata memandang mereka belum menemukan hewan lain selain harimau yang bermutasi yang baru mereka bunuh.
Setelah menjelaskan kepada ibunya Leana juga segera mengeluarkan White dari dalam ruangnya. Setelah White keluar Leana langsung memberikannya pada ibunya.
White (anak anjing) yang baru keluar merasa bingung sejenak karena perubahan lokasi yang terjadi dengan tiba-tiba tapi sewaktu melihat orang yang memeluknya adalah orang yang dia kenal. White tetap tenang tidak memberontak sama sekali.
Leana yang melihat White begitu tenang dia langsung menghampiri anak anjing tersebut sambil mengelus bulunya yang lebat lalu berkata, "White kamu temani mama dan bibi ya...untuk melihat situasi di daerah sekitar sini. Dan tolong juga jaga mama dan bibi kalau kamu bisa melakukannya aku akan kasih kamu hadiah nanti."
White yang mendengar ada hadiah kalau dia bisa menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik menjadi sangat semangat, dia pun segera mengibaskan ekornya sambil menggonggong untuk memberitahu dia setuju melakukan yang diminta oleh Leana.
Mimi, Lusy dan Leana yang melihat tingkah laku White juga mengerti anak anjing itu setuju dengan permintaan Leana. Karena mereka sudah mendapatkan persetujuan Leana, Mimi dan Lusy juga ingin segera pergi untuk menjelajahi daerah sekitar tempat mereka beristirahat saat ini.
Melihat bibi dan ibunya yang sudah tidak sabaran Leana hanya bisa menggelengkan kepalanya tapi sebelum ibunya pergi Leana mengeluarkan pistol dan juga peluru dari dalam ruangannya. Lalu memberikan pistol dan peluru pada ibunya sambil menjelaskannya, "mama bawa ini untuk jaga-jaga kalau mama menemukan bahaya mama bisa memakai pistol ini untuk menembaknya."
Melihat putrinya mengeluarkan pistol dan peluru untuknya Mimi merasa sangat tersentuh dan didalam hati Mimi lebih bertekad untuk berlatih sehingga dia tidak akan merepotkan putrinya lagi. Berpikir seperti ini Mimi lalu mengambil pistol dan peluru setelah itu Mimi langsung menyimpannya didalam ransel yang disandangnya.
Setelah menyimpan semuanya Lusy, Mimi dan White langsung pergi untuk menjelajah sekaligus untuk melihat situasi disekitar mereka.
...~ kilas balik end ~...
Setelah mendengar penjelasan putrinya David tahu dia telah salah paham. Karena mengetahui istri dan saudara iparnya baik-baik saja David merasa senang rasa khawatirnya pun telah menghilang. Tapi tiba-tiba David ingat tentang info yang dikasih tahu oleh Top mengenai ayahnya yang terluka parah. Padahal saat ini dia melihat ayahnya baik-baik saja sama sekali tidak nampak ayahnya sedang terluka.
Karena dia tidak tahu apa yang terjadi pada ayahnya. David hanya bisa bertanya pada putri semata wayangnya tentang kondisi ayahnya yang sebenarnya.
"Uhm...Nak papa dengar dari Top, kakekmu terluka parah tapi pada saat papa pergi melihat kakekmu barusan saja. Kakekmu terlihat baik-baik saja tidak ada luka sama sekali? Apakah informasi yang diberikan oleh Top salah ya?"
Leana yang ditanya oleh ayahnya langsung memilih untuk menjawab tanpa penundaan lagi agar ayahnya tidak salah paham tentang situasi yang mereka hadapi dan untuk mencegah ayahnya berprasangka buruk pada Top.
"Papa info yang dikasih tahu Top itu memang benar adanya kakek terluka parah oleh harimau yang bermutasi. Sedangkan, untuk kenapa kondisi kakek saat ini telah membaik itu karena nenek telah membangkitkan kekuatan penyembuhan jadi nenek lansung mengobati kakek dengan memakai kekuatan penyembuhan jadi kakek lukanya telah jauh membaik karena kekuatan nenek."