
Bab 65
"Ayah, ada apa? Kenapa ayah nampak sedih begitu?" Leana langsung bertanya pada ayahnya setelah sampai. Leana melakukan pertanyaan ini karena melihat ayahnya yang termenung dan ekspresi wajahnya yang tidak normal seperti orang yang menahan air mata.
Mendengar suara putri semata wayangnya, David yang sedih karena berpikir istrinya telah meninggalkan dirinya sendiri untuk selamanya tidak bisa lagi menahan rasa kesedihannya lalu memeluk putrinya sambil berkata "Nak...katakan sama papa apa yang terjadi pada ibumu. Jangan sembunyikan lagi pada papa. Sekarang papa cuma punya kamu meskipun berat untuk menerima semua ini tapi papa akan berusaha untuk menerima semua ini. Oleh karena itu katakan pada papa bagaimana ini semua terjadi?"
Leana yang dipeluk oleh ayahnya dan mendengar perkataan ayahnya menjadi bingung karena tidak mengerti maksud dari ayahnya. Dalam hati kecilnya Leana mau tidak mau bertanya pada diri sendiri memang apa yang dia sembunyikan sehingga membuat ayahnya sedih? Lalu apa maksudnya cuma dia seorang yang ayahnya miliki? Memang apa yang terjadi pada ibunya sehingga ayahnya begitu sedih? Bukankah ibu dan bibinya hanya membawa White untuk jalan-jalan di daerah sekitar sini untuk lebih mengenal daerah sekitarnya?
Karena tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh ayahnya membuat Leana meminta penjelasan secara langsung dari David arti pertanyaan yang diucapkan barusan, " ayah! Maksud ayah apa? Memangnya apa yang telah terjadi dan apa yang aku sembunyikan dari ayah? Lalu ibu kenapa? Aku tidak mengerti sama sekali dengan apa yang ayah katakan sama'ku barusan!"
David yang mendengarnya juga bingung sendiri jadinya. David berpikir apakah putrinya tidak berani mengatakan yang sebenarnya karena tidak ingin dia bersedih? Tapi melihat wajah putrinya yang tenang dia merasa bukan seperti itu! Lalu apakah yang dia pikirkan barusan semuanya salah?
Untuk mengkonfirmasi apa yang terjadi, David lalu menjelaskan maksud dari pertanyaannya pada putrinya, setelah beberapa saat mendengar penjelasan ayahnya Leana mengerti ayahnya telah salah paham karena melihat kondisi kakeknya yang baik-baik saja dan sebaliknya ayahnya tidak melihat ibunya serta bibinya sehingga ayahnya berpikir yang terluka adalah ibu sama bibinya.
Juga karena tidak melihat sosok ibu dan bibinya, ayahnya berpikir mereka tidak bisa diselamatkan. Setelah mengetahui kesalah pahaman ayahnya Leana mau tidak mau memegang dahinya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya karena tidak habis pikir bagaimana ayahnya bisa salah paham sebesar itu. Agar ayahnya tidak salah paham lagi Leana pun menjelaskan kepada ayahnya.
...~ kilas balik ~...
Setelah melihat Ibu mertuanya dan Leana selesai mengobati luka Ayah mertuanya, Mimi memutuskan untuk pergi melihat situasi daerah sekitarnya untuk memastikan keamanan mereka saat ini. Keputusan ini Mimi lakukan untuk menghilangkan rasa takutnya dan meningkatkan rasa percaya dirinya juga untuk melatih diri agar bisa lebih kuat lagi.
Karena pada saat mereka menghadapi harimau yang bermutasi Mimi merasa dirinya sangat tidak berguna karena dia tidak bisa melakukan apa-apa malahan dia ketakutan sehingga harus dilindungi oleh putri semata wayangnya padahal dia seorang ibu yang tugasnya melindungi anaknya tapi ini malahan anaknya yang melindunginya.
Karena kejadian ini juga membuat Mimi sadar selama ini dia sangat bergantung pada suami, menantu dan putrinya. Mereka yang selama ini selalu menjaga dirinya dengan baik. Tapi Mimi juga sadar dalam kondisi saat ini kalau dia tidak melatih dirinya lebih kuat lagi dia hanya akan menjadi beban bagi keluarganya.
Meskipun Mimi tahu keluarganya tidak keberatan tapi dia tidak mau menjadi beban keluarganya sehingga dia memutuskan untuk berlatih dengan giat agar tidak menyeret keluarganya setidaknya pada saat keadaan berbahaya, dia bisa melindungi dirinya sendiri sehingga keluarganya tidak perlu mengkhawatirkan keselamatan dirinya lagi dan bisa fokus untuk melawan zombie maupun binatang yang bermutasi.
Leana yang mendengar perkataan ibunya menjadi kaget karena tidak habis pikir. Kenapa ibunya ingin pergi untuk melihat kondisi sekitarnya, tidak masalah kalau saat ini merupakan masa damai. Tapi saat ini mereka sedang menghadapi kiamat yang dimana-mana sangat berbahaya dan kalau tidak hati-hati bisa saja mereka terluka parah ataupun mati kehilangan nyawa mereka sendiri.
Seharusnya Ibunya tenang dan diam saja tidak melakukan apapun dalam kondisi saat ini untuk lebih aman tapi ini ibunya malahan ingin pergi melihat daerah sekitarnya. Leana yang mendengar perkataan Ibunya jadi meragukan dirinya sendiri apakah dia salah dengar barusan. Untuk memastikan apa yang dia dengar barusan benar adanya Leana lalu bertanya pada ibunya lagi.
"Mama...tadi mama bilang ingin pergi kemana barusan?"
Mimi yang ditanyakan pun langsung menjawab, "Mama mau pergi mengecek daerah sekitar sini untuk memastikan apakah aman atau tidaknya kita beristirahat disini!"
"Kenapa? Apa Mama lupa saat ini kita sedang menghadapi situasi apa?" Ucap Leana kesal karena tidak habis pikir bagaimana ibunya bisa berpikir untuk melakukan hal aneh seperti itu.
Mimi yang mendengar perkataan putrinya barusan sadar saat ini putrinya sedang kesal padanya karena ucapannya tapi untuk melatih dirinya sendiri dia harus mengambil resiko karena tidak mungkin dia selalu mengandalkan keluarganya terus menerus. Dia juga mau membantu keluarganya meskipun sedikit kalaupun tidak bisa membantu keluarganya setidaknya dia bukan menjadi beban.
Oleh karena itu meskipun Mimi tahu tingkah lakunya bisa disalah pahami dia tetap teguh dengan keputusan yang dia ambil. "Tentu saja mama tahu kondisi apa yang sedang kita hadapi oleh karena itu mama membuat keputusan seperti ini!" Ucap Mimi dengan keras kepala karena tidak mau mengalah agar tujuannya bisa tercapai.
"Kenapa mama membuat keputusan seperti ini? Apakah mama tahu keputusan mama ini bisa berakibat fatal untuk mama? Apakah mama ada pikirkan papa dan aku sewaktu membuat keputusan itu? Mama juga tahu kondisi kita saat ini sedang tidak baikkan?" Ucap Leana dengan suara keras karena merasa ibunya sangat tidak masuk akal dan hanya cari masalah saja dalam kondisi yang sangat berbahaya ini.
"Justru karena mama memikirkan kamu dan papamu makanya mama melakukan ini! Mama mau melatih diri agar tidak menjadi beban untukmu!" Jawab Mimi dengan nada tegas pada putrinya.
Leana yang mendengar perkataan ibunya merasa tidak bisa percaya karena ibunya bisa punya pikiran seperti itu. Karena bagi Leana ibunya dan keluarganya bukanlah sebuah beban tapi mereka adalah semangat dan dukungannya untuk menghadapi semua ini.
"Ma...mama bukanlah beban bagi Leana. Mama adalah dukungan terbesar bagi Leana agar bisa menghadapi ini semua. Justru Leana merasa beruntung karena masih memiliki mama, papa dan Alex di sisi Leana begitu juga dengan keluarga lainnya. Oleh karena itu Leana tidak pernah berpikir kalian adalah beban tapi kalian adalah dukungan terbesar bagi Leana. Jadi, tolong hilangkan niat mama untuk melatih diri karena itu bisa membahayakan diri mama."