
Bab 41
Sewaktu mendengar jeritan Joe dan Alex yang tiba-tiba Hyu terkejut dan langsung melihat situasi didepannya. Di depan Hyu nampak 6 anjing yang berlari mendatanginya.
Hal ini langsung membuatnya waspada. Karena situasi malam hari membuat Hyu tidak bisa melihat dengan jelas anjing-anjing itu tetapi meskipun begitu Hyu merasa aneh dengan kondisi anjing tersebut.
Anjing yang mendatanginya gerakannya sangat agresif tetapi tidak ada suara gonggongan yang terdengar sama sekali.
Karena situasinya aneh dan karena saat ini juga ada zombie membuat Hyu langsung waspada! Hyu tidak berani menganggap sepele anjing-anjing yang mendatanginya.
Oleh karena itu Hyu langsung mengeluarkan pedangnya siap-siap untuk membunuh anjingnya. Dalam sekejap mata anjing-anjing itu sudah menghampiri Hyu.
Begitu Hyu berhadapan mata dengan anjing-anjingnya dia melihat anjing itu memiliki mata putih dan dari mulut anjing mengeluarkan air liur berwarna kuning.
Hyu juga menyadari anjing itu tidak menggonggong tetapi anjingnya mengerang. Begitu tiba anjing itu langsung menyerang Hyu.
Hyu yang di kelilingi oleh para anjing zombie (ya...anjing-anjing yang mendatangi Hyu adalah anjing zombie) langsung merasa ngeri.
Hyu takut kalau di gigit dia akan menjadi zombie juga. Lalu Hyu berpikir alangkah bagusnya kalau dia punya perisai tubuh sehingga dia tidak perlu takut digigit.
Tiba-tiba saja tubuh Hyu segera di selimuti logam yang berwarna emas ini membuat Hyu merasa aneh tetapi Hyu tidak bisa mencari tahu keanehan yang dia lihat karena anjing telah menyerangnya.
Untuk melindungi diri agar tidak digigit, Hyu langsung mengulurkan tangan kanannya yang telah di selimuti logam sepanjang lengannya.
Anjing itu langsung menggigit lengan Hyu. Begitu anjing menggigit lengannya Hyu juga menemukan keanehan lainnya. Kuku anjing menjadi lebih hitam dan panjang. Hyu juga menemukan bulu anjing telah rontok semua dia juga melihat luka di anjing telah membusuk.
Setelah melihat ini dugaan Hyu sebelumnya telah terbukti anjing yang menyerangnya adalah anjing yang telah berubah menjadi zombie.
Sewaktu anjing menggigitnya Hyu mengambil kesempatan untuk menusuk kepala anjing dengan pedang yang di pegangnya.
Belum menyelesaikan anjing yang menggigitnya Hyu juga di serang anjing lainnya. Hyu hanya bisa menendang anjing yang menghampirinya dan berlari untuk menghindari anjing lainnya. Hyu berusaha agar dia tidak terkepung anjing-anjing tersebut.
Karena Hyu sadar kalau dia sampai terkepung anjing zombie akan sangat berakibat fatal. Oleh karena itu Hyu memikirkan strategi berlari menghindari kepungan anjing sambil membunuh anjing itu satu demi satu.
Karena SPBU yang luas memungkinkan Hyu untuk bergerak bebas. Setelah berhasil membunuh anjing yang menggigitnya Hyu langsung berurusan dengan anjing lainnya.
Hyu yang melihat lengan yang digigit tidak terluka dan logam emas di tangannya hanya tergores dia membiarkan satu anjing untuk menggigit lengan yang di selimuti logam emas tersebut lalu membunuh anjing zombie itu langsung.
Sambil menghindar Hyu mengulangi ini beberapa kali sampai semua anjing itu berhasil dibunuhnya semua.
Pada saat Hyu mengatasi para anjing zombie. Leana dan yang lainnya juga telah dikerumuni zombie-zombie yang ada di SPBU.
Tapi di tengah jalan kemungkinan mobil kehabisan bahan bakar atau untuk jaga-jaga karena perjalanan jauh jadi mereka ke SPBU untuk mengambil maupun mengisi minyak.
Tapi karena tidak hati-hati mereka semua digigit zombie. Tapi Alex binggung kenapa bisa sampai begitu banyak zombie di sini.
Tapi kemudian kebinggungan Alex terjawab di samping SPBU Alex melihat tenda-tenda berbaris. Melihat ini Alex menduga pada saat bencana terjadi kemungkinan SPBU sedang membuat suatu bazar.
Zombie-zombie yang mengelilingi mereka mungkin saja adalah tamu yang datang ke bazar tersebut. Karena ada bazar pasti ada banyak manusia yang berkerumun inilah yang membuat fenomena mereka di kerumuni para zombie-zombie ini.
Dengan 12 orang mereka harus menghadapi 100 zombie yang ada di lapangan. Di mana 4 orang yaitu Elise, Lusy, Mimi dan Marie adalah wanita paruh baya dengan kekuatan tempur terlemah dalam tim.
Alex harus berpikir cepat untuk bisa mengatasi semua zombie yang mengerumuni mereka. Kalau tidak kekuatan mereka akan segera melemah karena selain membunuh zombie mereka juga harus menjaga 4 orang yang kekuatannya lemah di tim mereka agar tidak terluka.
Setelah berpikir Alex memutuskan untuk mengumpulkan zombie ke suatu tempat dan langsung membakar zombie tersebut.
Sambil bertarung saling membelakangi dengan Leana, Alex menjelaskan rencananya pada istrinya. "Leana apakah kamu punya jam weker atau kotak musik di dalam ruangan?"
"Ada beberapa jam weker, ini kami simpan sewaktu menjarah supermarket. Memang kamu perlu untuk apa Alex?" Leana kebinggungan karena tiba-tiba Alex bertanya hal ini di saat mereka lagi bertarung dengan zombie.
"Aku berencana menarik perhatian zombie dengan suara setelah itu kita akan membakarnya langsung, ini akan lebih menghemat waktu dan kekuatan kita. Tapi aku butuh jam weker, bensin yang telah kita simpan dan mancis." Ujar Alex sambil membelah kepala zombie di depannya.
"Baiklah aku mengerti! Aku harus berikan barangnya sama siapa?" Jawab Leana sambil menghindari cakar zombie yang menghampirinya.
Alex melihat Joe yang berada tidak jauh darinya. Lalu Alex memanggilnya, "Joe datang bantu aku, ambil jam weker dari Leana atur waktunya 5 menit kedepan untuk berbunyi lalu lemparkan ke arah rumput yang ada di depanmu!"
Joe yang mendengar panggilan Alex lalu menghampiri Leana. Setelah melihat Joe berhasil mendatanginya Leana langsung memberikan jam weker. Setelah itu Leana juga segera mengeluarkan 10 liter bensin serta beberapa mancis dari dalam ruangnya.
Tee dan Top yang mendengar panggilan Alex pada Joe langsung tahu apa yang akan Alex lakukan. Mereka juga segera menghampiri Alex untuk membantu.
Pada saat Leana mengeluarkan barang-barang, Tee dan Top melindungi Leana bersama-sama dengan Alex. Setelah Leana mengeluarkan bensin dan mancis Tee dan Top langsung mengambilnya bertepatan dengan jam weker yang berbunyi.
Melihat perhatian sebagian zombie telah teralihkan mereka langsung menghampiri untuk menyiram bensin pada zombie yang menghampiri jam weker tersebut. Top yang menyiramkan bensin dan Tee yang melemparkan mancis. Mereka berdua bekerjasama dengan kompak.
Segera mereka melihat api langsung tersulut dengan cepat. Api yang tersulut tersebut langsung membakar zombie yang di siram dengan bensin.
Alex melihat zombie yang terbakar dan merasa taktik ini bekerja dengan baik dia meminta Leana untuk mengeluarkan lagi barang yang tadi dia minta.
Joe, Tee, dan Top juga kembali ke sisi Leana dan mengulangi yang tadi barusan mereka lakukan. Segera gelombang kedua zombie yang tertarik dengan jam weker juga terbakar oleh api.
Dengan taktik ini beban mereka segera berkurang drastis. Alex yang melihat zombie yang di bakar dia tanpa sengaja berpikir seandainya dia punya kekuatan api dia juga bisa membakar zombie sisanya.