
Bab 35
"Saat ini kami belum membuat rencana apapun. Tapi dalam keadaan sekarang kami sangat ingin berada di sisi kakak. Tapi kalau ini membuat kakak kesulitan maka lupakan saja. Yang terpenting bagi kami adalah kakak baik-baik saja. Jaga diri kakak dan keluarga tidak perlu mengkhawatirkan kami. Sekarang kami sudah dewasa jadi kami tidak perlu di jaga oleh kakak." Ujar Joe kepada Alex menyembunyikan perasaan sedih karena mungkin ini adalah saat terakhir buat mereka berdua bicara.
Alex yang mendengar perkataan Joe tahu maksudnya. Joe tidak ingin Alex berada dalam posisi sulit mengambil keputusan. Joe ingin Alex merelakan mereka berempat.
Tapi Alex tidak bisa merelakan mereka apalagi selama ini mereka berempat selalu di sisinya dan melindungi punggung belakangnya. Mereka telah melalui banyak rintangan hidup maupun mati bersama-sama.
Karena memikirkan apa yang telah terjadi dan Alex yakin dengan sifat mereka berempat akhirnya mengambil keputusan.
"Joe berikan aku waktu untuk diskusi dengan keluarga lainnya" Ucap Alex dengan nada tegas.
"Apa kakak yakin? Apa tidak masalah? Aku tidak mau kakak mengalami kesulitan! Kalau kakak khawatir dengan kami kakak tidak perlu melakukan itu. Bagaimanapun kami sudah besar dan bisa melindungi diri sendiri!" Sahut Joe dengan keras kepala karena tidak mau Alex mengalami masalah.
"Tidak apa-apa karena aku percaya kepada keluargaku dan juga pada kalian. Aku hanya perlu berbicara dulu dengan keluarga yang lain. Tapi ada satu hal yang perlu kalian ketahui, apapun yang terjadi kalian tidak boleh mengkhianati kami kalau tidak aku tidak akan segan-segan menghabisi kalian sendiri dan juga kalian harus bekerja keras karena aku tidak mendukung orang malas! Mengerti?" Sahut Alex dengan nada keras.
"Mengerti! Baiklah aku akan menunggu berita dari kakak! Apapun keputusannya kami akan menerimanya!" Ujar Joe pada Alex lalu mematikan handphonenya.
Leana yang sedari tadi ada di pangkuan Alex juga mendengar pembicaraan suaminya dan juga mengetahui dilemanya.
"Alex kalau kamu mau menerima mereka aku tidak masalah dan masalah keluarga lainnya kamu tidak perlu khawatir mereka pasti akan mendukungmu!" Ucap Leana langsung sebelum Alex mengatakan apapun.
Alex yang mendengar ucapan Leana langsung merasa terharu. Karena Leana selalu mempercayainya dan selalu mendukungnya.
Karena kepercayaan dan dukungan inilah yang membuat Alex lebih berhati-hati dalam bertindak karena takut karena kesalahan sendiri akan mengakibatkan kehilangan orang paling penting dalam hidupnya.
"Jujur aku masih bimbang untuk mengambil keputusan karena aku takut dengan rahasia RV dan juga ruang dalam kalungmu Leana. Di masa yang kekurangan dalam segala hal, yang kita miliki hanya akan menarik orang jahat untuk mencari kesempatan merebut milik kita dan juga ada peneliti aku takut kalau mereka tahu tentang sistem mereka akan menculikmu untuk di teliti" ujar Alex dengan nada cemas dan khawatir.
Leana yang mendengar perkataan Alex juga menjadi khawatir tentang apa yang di katakan Alex tapi Leana juga tidak mau Alex meninggalkan adik sekaligus teman seperjuangannya. Di tengah ke khawatiran mereka berdua tiba-tiba Leana mendapat informasi dari sistem.
"Tidak perlu khawatir tentang masalah ruang di dalam kalung karena itu bisa di samarkan menjadi kemampuan ruang dan kalau masih khawatir ruang di dalam kalung akan di temukan, kamu bisa melepas kalung yang di pakai dan sembunyikan di dalam rumah mewah yang ada di dalamnya maka ruang tidak akan terdeteksi lagi. Masalah RV tidak perlu khawatir karena tanpa izin dari pemilik orang luar hanya akan melihatnya seperti RV pada umumnya" Kata sistem langsung.
Leana yang melihat keraguan Alex akhirnya bertanya kembali pada sistem, "Apa itu kemampuan ruang dan bagaimana orang bisa melihat RV seperti RV pada umumnya?"
Sistem yang di tanya lalu mengatakan, "Kemampuan ruang adalah kemampuan kebangkitan yang terjadi akibat transformasi manusia akibat virus. Kemampuan ruang sama seperti kemampuan yang di miliki kalungmu yaitu untuk menyimpan barang-barang perbedaannya kemampuan ruang tidak bisa di tanami, tidak bisa menampung makhluk hidup, dan tidak memiliki fungsi penyegaran, ruang yang di miliki juga kecil."
Sistem juga lanjut menjelaskan kembali, "Sedangkan untuk RV-nya pemilik memiliki pilihan untuk meluncurkan program untuk mengacaukan pikiran manusia ini sama seperti hipnotis untuk membuat manusia itu berpikir RV tidak memiliki perbedaan, sistem juga bisa membantu untuk menghapus memori manusia tentang RV kalau pemilik inginkan. Dan ini bersifat permanen."
Sewaktu Leana mendengar hipnotis dan penghapusan memory dia jadi khawatir apakah itu akan berdampak pada yang lain. Oleh karena itu Leana bertanya kembali perihal masalah ini.
"Tidak ada dampak apapun selain hipnotis dan penghapusan. Manusia yang di hipnotis dan di hapus memorynya tidak akan terpengaruh apapun kecuali melupakan tentang RV!" Kata sistem lagi.
Setelah penjelasan sistem Leana langsung memberitahu Alex apa yang di katakan oleh sistem. Alex yang mendengarnya langsung mengatakan kepada Leana, "Minta untuk sistem mengaktifkan hipnotis dan penghapusan memory pada orang-orang yang berniat jahat kepadamu dan juga pada orang yang mendekati RV-nya! Apakah ini juga membutuhkan inti kristal?"
"Tidak perlu inti kristal karena ini merupakan kewajiban sistem untuk melindungi pemilik" jawab sistem langsung pada saat mendengar pertanyaan Alex.
Leana lalu mengatakan pada Alex, setelah mendengar penuturannya Alex lalu meminta Leana untuk bilang pada sistem untuk mengaktifkan kedua hal ini sepanjang waktu apabila ada orang yang memiliki niat jahat langsung saja bertindak, ini semua di lakukan demi keamanan Leana.
Melihat Alex yang begitu khawatir dengan keselamatannya Leana lalu meminta sistem untuk melakukan apa yang Alex katakan barusan untuk menenangkan suaminya.
"Aku sudah membuat sistem mengaktifkan fungsi hipnotis dan penghapusan memorynya selain keluarga kita ke depannya tidak akan ada orang yang akan tahu tentang fungsi RV-nya! Jadi, sekarang kamu bisa tenang Alex" tutur Leana.
Sebelum Alex sempat menjawab Leana langsung berkata kembali, "Jadi sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi dan bisa menghubungi adik-adikmu agar kalian bisa berkumpul kembali."
Karena Leana telah berkata seperti itu Alex hanya bisa melakukan seperti yang di inginkan oleh Leana lagipula keinginan Leana sama dengan keinginan Alex.
Alex meraih handphonenya lalu menelpon Joe yang saat ini menunggu keputusannya. Tidak berapa lama setelah Alex menelepon Joe langsung menjawab telpnya.
"Kami akan menjemput kalian setelah makan malam. Jadi, kalian segera bersiap-siap! Tunggu kami datang pada kalian! Tetap jaga keselamatan masing-masing! Kalau ada zombie yang incar kalian langsung saja bunuh di tempat jangan ragu karena mereka sudah bukan manusia lagi! Kelemahan mereka ada di kepala jadi potong saja kepala zombie yang mengincar kalian juga jangan lupa gali inti kristal yang ada di kepala zombie karena itu akan sangat di perlukan untuk ke depannya!" Ujar Alex langsung pada Joe.
Joe yang mendengar perkataan Alex langsung berkata, "Baik kak! Kami akan berhati-hati dan juga akan melakukan apa yang kakak perintahkan barusan. Jadi, kakak tidak perlu khawatir dan tidak perlu terburu-buru untuk menjemput kami."