
Bab 25
Leana beserta keluarganya mengalami koma selama 3 hari yang di akibatkan dari demam yang tidak kunjung sembuh. Bukan hanya Leana beserta keluarganya saja tetapi seluruh umat manusia di seluruh belahan Bumi juga mengalami kondisi yang sama dengan keluarga Leana.
Setelah 3 hari, para pasien yang mengalami koma itu perlahan-lahan mulai sadar. Tetapi, dengan sadarnya para pasien yang telah mengalami koma itu juga mengantar hal yang tidak bisa di bayangkan oleh umat manusia mana pun.
Karena beberapa pasien yang sudah sadar tersebut melakukan hal yang di luar logika manusia. Pasien yang memiliki mata putih, bau badan yang busuk, dan memiliki kuku panjang berwarna hitam itu.
Tanpa pemberitahuan apa pun mereka tiba-tiba menggigit dan memakan daging orang yang berada di sekitar mereka. Yang mengakibatkan kekacauan dan kepanikan orang-orang di sekitarnya.
Kembali dengan keluarga Leana, setelah 3 hari koma mereka pun kembali sadar di mulai dari Alex, David, Leana, Gery, Dave, Marie, Mimi, Lusy, Luke, dan Elise.
Tidak ada satu pun dari keluarga yang berubah menjadi zombie. Tetapi mereka yang baru sadar dari komanya memiliki kondisi kesehatan yang lemah akibat transformasi dari manusia biasa menjadi manusia yang memiliki kekuatan super dan juga karena mereka telah kelaparan selama 3 hari.
Walau seluruh keluarga sudah sadar tapi karena masih lemah mereka masih tetap berada di kamar masing-masing untuk memulihkan diri.
Selama 2 hari seluruh keluarga memulihkan dirinya. Setelah kesehatan mulai pulih, masing-masing dari mereka mulai bertanya-tanya dalam hati bagaimana keadaan keluarga lainnya.
Semua keluarga cemas dan berharap agar keluarga lainnya juga bisa melewati proses transformasinya karena mereka semua tidak mau membunuh keluarga mereka sendiri.
Karena Alex memiliki kesehatan lebih baik di keluarganya Alex yang pertama kali sadar dan juga pertama kali yang memulihkan kondisi kesehatannya.
Alex yang cemas dengan kondisi keluarga lainnya perlahan-lahan bangkit dari tempat tidurnya untuk melihat dan mempelajari kondisi di sekitarnya.
Sambil fokus mendengar apakah ada suara atau gerakan aneh di sekitarnya. Selama 20 menit Alex melihat kondisi di sekelilingnya, dia tidak menemukan sesuatu yang aneh.
Hanya keheningan yang mencekam di rasakannya. Karena khawatir dengan istrinya, Alex segera pergi menuju kamar tempat Leana berada dengan hati cemas dan berharap agar istrinya baik-baik saja.
Alex yang sedang galau dan khawatir, membayangkan bagaimana kalau istrinya tidak bisa melewati transformasi ini dan berubah menjadi zombie.
Mengingat janji yang mereka sepakati sebelum memutuskan untuk terkena tetesan air hujan darah. Sesuai janji tersebut Alex harus membunuh istrinya sendiri kalau berubah jadi zombie.
Membayangkan dia harus membunuh Leana dengan tangannya sendiri membuat Alex menjadi takut dan perutnya juga menjadi mual karena stres tinggi.
Alex menjadi stres karena membayangkan harus membunuh Leana. Dia tidak mau membunuh istrinya sendiri dan Alex juga merasa dia tidak sanggup.
Sampai akhirnya Alex memutuskan kalau istrinya benar-benar berubah menjadi zombie dia akan mengikat istrinya dan membawanya pergi dari keluarga lainnya.
Dalam hati Alex berdoa dan memohon pada Tuhan agar istrinya bisa melewati transformasi ini sama seperti dia karena dia tidak mau membunuh istri tercintanya.
Setelah terdiam dan berdoa sejenak, Alex pun menguatkan diri sebelum perlahan-lahan mengetuk pintu kamar Leana. Sembari mengetuk Alex juga fokus mendengarkan suara maupun gerakan di dalam kamar.
Di dalam kamar Leana yang masih lemah mendengar pintunya di ketuk beberapa kali. Merasa bahwasannya Alex lah yang sedang mengetuk pintu kamarnya. Leana perlahan-lahan bangkit dari tempat tidurnya lalu menuju pintu untuk membukanya.
Alex yang berada di luar cemas dan khawatir karena belum ada respon dari dalam pintu kecemasannya menjadi lebih tinggi (keringat Alex berjatuhan karena cemas dan gugup, sembari menunggu Leana untuk membuka pintunya).
Setelah penantian yang menurut Alex, panjang ini. Leana pun membuka pintu kamarnya. Alex yang akhirnya bisa melihat istrinya kembali itu menjadi senang karena istrinya baik-baik saja, istrinya tidak menjadi zombie jadi dia tidak perlu membunuhnya.
Alex langsung lega melihat kondisi Leana yang baik-baik saja. Lalu Alex yang tidak bisa menahan dirinya lagi langsung memeluk istrinya ke dalam pelukkan hangat miliknya.
"Sayang, syukurlah kamu baik-baik saja. Kamu tahu tidak dari tadi aku berpikir yang tidak-tidak karena mencemaskan keadaanmu. Aku juga berpikir bagaimana kalau kamu menjadi zombie...sampai aku kepikiran kalau kamu jadi zombie aku memutuskan untuk membawamu lari dari rumah terus aku akan menjagamu selamanya. Aku bertekad akan melakukan apapun untukmu. Syukurlah ternyata kamu baik-baik saja sayang." kata Alex dengan perasaan lega dan nada manja.
Alex bersyukur karena Tuhan menjawab doa-doanya yaitu istrinya berhasil melewati transformasi ini sama sepertinya. Alex juga bahagia karena dia sudah tidak sendiri lagi seperti beberapa saat yang lalu. Walaupun hanya beberapa saat tapi hal ini sudah membuat bayangan besar di dalam hati Alex.
Alex tidak mau lagi merasakan perasaan yang baru di rasakannya dia tidak mau sendirian lagi. Karena hal inilah Alex bersumpah dalam hatinya dia tidak akan meninggalkan Leana lagi apapun yang terjadi. Apalagi dalam kondisi sekarang, di mana-mana ada zombie.
Karena inilah di masa yang akan datang ada fenomena di mana Alex selalu membuntuti Leana ke manapun dia pergi dan Alex menjadi sangat posesif terhadap istrinya.
Sedangkan Leana tidak tahu karena proses transformasi dari manusia biasa menjadi manusia dengan kekuatan super telah membuat bayangan besar dan ketakutan di hati suaminya. Menjadi binggung dan heran dengan perubahan dalam diri suaminya.
Tapi meskipun begitu Leana tidak mempermasalahkannya karena apapun yang terjadi Alex tetaplah suami yang di cintainya baik sekarang maupun di masa yang akan datang.
Leana yang di peluk oleh Alex dengan erat itu merasa bersyukur karena dia masih tetap menjadi manusia tidak berubah menjadi zombie.
Selain itu Leana juga merasa senang karena suaminya sama seperti dia telah melewati cobaan ini. Leana pun menepuk-nepuk bahu Alex untuk menenangkannya.
Setelah lama berpelukkan Leana lalu berkata, "Bagaimana dengan keluarga lainnya?"
Alex yang mendengar pertanyaan Leana itu pun menjawab, "Aku tidak tahu karena begitu aku sadar dan pulih aku langsung pergi menemuimu sayang. Jadi, kondisi keluarga lainnya aku tidak tahu." Ucap Alex dengan nada bersalah karena takut istrinya marah kepadanya.
Leana yang mendengar perkataan suaminya itu berubah menjadi khawatir kembali karena kondisi keluarga lainnya yang masih belum jelas.
"Kalau begitu...ayo kita temui keluarga lainnya. Aku khawatir dan cemas dengan kondisi lainnya." Kata Leana sembari menarik Alex dengan tergesa-gesa untuk segera pergi menemui keluarganya dan sekaligus untuk melihat bagaimana kondisi keluarganya.