The Wander Caravan

The Wander Caravan
Penjelasan



Bab 44


Setelah meninggalkan gudang, Leana segera bertemu dengan keluarganya yang saat itu masih sibuk dengan kerjaan masing-masing.


Mimi yang melihat Leana telah kembali langsung menghentikan kerjaannya lalu menghampiri Leana. Pada saat sudah dekat Mimi melihat putrinya memegang anak anjing di pelukannya.


"Ketemu di mana anak anjing ini? Lucu sekali! Apa mama boleh memegangnya?" Tanya Mimi pada putrinya.


"Aku menemukan dia di gudang penyimpanan minyak. Mama boleh memegangnya kok kebetulan aku juga harus menyimpan minyak yang telah di pompa keluar." Ujar Leana sambil memberikan anak anjing yang di peluknya kepada ibunya.


Mimi segera menggendong anak anjing yang lucu itu. Sebenarnya dia sudah lama ingin memelihara anjing cuma tidak bisa karena sibuk dengan kerjaan takut tidak bisa mengurus anjing tersebut tapi sekarang bagus dia tidak perlu bekerja jadi dia sudah bisa mengurus anak anjing ini.


"Hai...sikecil mulai sekarang kamu akan menjadi hewan peliharaan kami ya...jangan takut aku akan menjagamu dengan baik." Mimi lalu melihat anak anjing yang masih kecil dan menggemaskan itu.


Langsung merasa jatuh hati di buat anak anjingnya karena kelucuan dan keimutannya. "Uhm...karena sekarang kamu adalah anggota keluarga kami maka kamu harus punya nama. Bagaimana kalau namamu White?"


Anak anjing yang di gendong Mimi hanya melihat dan mendengar omongan Mimi saja tanpa merespon apapun tapi pada saat dia mendengar Mimi memilihkan namanya dia hanya menelengkan kepala lalu menjilat tangan Mimi sambil mengibaskan ekornya.


Mimi yang melihat ini langsung tersenyum dan memutuskan reaksi anak anjing itu sebagai suatu tanda persetujuan lalu berkata sambil mengelus anak anjingnya, "Bagus mulai sekarang namamu akan menjadi White selamat bergabung dengan keluarga kami. Uhm...aku akan membawamu masuk ke dalam RV dulu karena aku harus kembali bekerja lagi."


Mimi lalu berjalan ke RV lalu memasukkan White, "kamu tunggu di sini sebentar setelah kami selesai bekerja kami akan memberikan makanan padamu." Setelah berkata seperti itu Mimi langsung kembali bekerja.


Di sisi Leana setelah dia memberikan anak anjing pada ibunya dia menghampiri ayah dan pamannya. Sedangkan Alex, Joe dan Hyu membantu menggali inti kristal agar cepat selesai.


"Papa apakah sudah selesai mengisi drum minyaknya?" Tanya Leana setelah bertemu dengan papanya.


"Sedikit lagi akan selesai. Tunggu sebentar ya...kamu masukkan aja drum-drum yang sudah di isi" lalu David menunjuk ke drum yang ada di sampingnya.


Melihat ini Leana langsung memasukkan semua drum yang ada di samping ke dalam ruangnya. "Papa kalau sudah selesai panggil aku ya...aku akan ke sana untuk membantu Mama dan yang lainnya." Setelah berkata seperti itu Leana langsung pergi membantu yang lain menggali inti kristal.


Sambil menggali Leana bertanya sama suaminya, "Alex habis ini kita akan pergi ke SPBU lainnya ya?"


"Tidak kita akan kembali ke rumah kakek dulu baru setelah itu kita ke pedalaman hutan yang di bilang oleh Top. Di tengah perjalanan kita akan singgah ke SPBU yang akan kita lewati nantinya." Kata Alex kepada Leana.


"Berarti setelah ini kita tidak akan kembali lagi ke tempat ini ya..." Leana merasa sedih karena harus meninggalkan kampung halamannya karena ini pertama kalinya dia pergi meninggalkan kampung halamannya.


Karena selama ini Leana sekolah, kuliah bahkan menikah di kampung halamannya tapi sekarang dia harus meninggalkan kampungnya untuk selamanya.


Leana yang mendengar hiburan Alex hanya bisa menganggukkan kepalanya. Karena tambahan 4 orang dalam menggali inti kristal akhirnya proses menggali akhirnya selesai. Setelah proses perhitungan mereka akhirnya tahu pendapatan inti kristalnya yaitu berjumlah 80 inti kristal dari 100 zombie yang mereka bunuh.


Keluarga lalu meminta agar Leana segera menyimpan inti kristalnya. Leana pun menyimpannya. Setelah itu Leana mendengar David memanggilnya.


Leana segera ke tempat David lalu menyimpan drum terakhir yang baru di isi oleh David. Setelah itu pekerjaan mereka telah selesai.


Sebelum pergi Alex akhirnya memakai kemampuan apinya untuk membakar zombie yang mereka bunuh karena Alex mau hemat waktu agar bisa segera pulang ke rumah kakek.


Setelah kemampuan apinya keluar segera api biru Alex membakar semua zombie yang telah di tumpuk. Melihat semua zombie telah di bakar habis Alex memanggil apinya kembali pada dirinya.


Setelahnya mereka semua segera naik ke mobil RV. Joe memutuskan untuk mengemudikan mobil RV agar keluarga lainnya bisa istirahat.


Setelah masuk ke dalam mobil RV keluarga diam-diam memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan untuk membersihkan diri mereka meninggalkan Tee, Top, dan Hyu untuk membersihkan di dalam RV.


Setelah masuk ke dalam ruang mereka segera mandi di kamar masing-masing yang ada di dalam villa.


Begitu pula Leana dan Alex mereka memutuskan untuk mandi bersama di bathtub sambil mandi mereka juga ngobrol.


"Alex aku mau tanya kenapa kamu punya hak akses ke apartemen orang Joe? Padahal kamu bukan penghuni apartemen?"


"Pada saat orang Joe membeli apartemen mereka memanggilku untuk datang ke apartemennya. Setelah datang, Joe membawaku ke pengurus apartemen dan mendaftarkanku sebagai keluarganya jadi aku punya hak akses apartemennya" Jelas Alex langsung untuk menjawab penasaran istrinya.


"Pantas kamu punya hak akses ternyata kamu di daftarin oleh Joe. Lalu apa yang terjadi tadi kenapa tiba-tiba ada api biru yang menghampirimu?" Tanya Leana yang penasaran dengan apa yang terjadi barusan.


"Untuk hal ini aku juga tidak tahu harus jelaskan bagaimana cuma tadi sewaktu Tee dan Top membakar zombie aku hanya berpikir prosesnya sangat berbahaya dan perlu 2 orang untuk bekerja sama yang sangat tidak efisien, seandainya saja aku punya kemampuan api aku bisa langsung membakar zombie-zombie itu setelah berpikir begitu tiba-tiba aku merasakan energi aneh yang memaksa keluar dari dalam diriku. Karena penasaran aku membiarkan energinya keluar, pada saat aku melepaskannya semburan api keluar dari tangan kiriku."


Kata Alex yang binggung mau jelaskan bagaimana sehingga memutuskan untuk mengatakan apa yang tadi dia rasakan.


Leana yang mendengarnya juga tidak mengerti apa yang terjadi pada Alex yang dia tahu hanya Alex saat ini memiliki 2 kemampuan yaitu kemampuan petir dan yang lainnya adalah kemampuan jenis api biru.


"Lalu kenapa tadi ada api terbang menuju dirimu?" Leana meminta penjelasan kepada Alex atas kejadian yang membuatnya takut barusan.


"Pada saat api selesai membakar zombie aku menemukan apinya tidak padam sewaktu menyentuh tanah walaupun aku menunggu beberapa saat apinya masih belum padam. Lalu aku merasa ada suatu hubungan yang tidak aku mengerti antara diriku dan apinya. Seolah-olah api dan aku bisa saling mengerti lalu aku seperti merasa aku bisa memanggil apinya untuk kembali padaku jadi aku mencobanya lalu selanjutnya apa yang kamu lihat barusan." Tutur Alex secara singkat dan padat apa yang terjadi barusan.