The Wander Caravan

The Wander Caravan
Situasi aneh



Bab 52


Sepanjang jalan yang di lewati, mereka tidak menemukan ataupun melihat satu binatang pun. Hal ini membuat semua keluarga menjadi waspada karena tidak mungkin di hutan tidak ada binatangnya.


Tapi yang mereka rasakan sekarang adalah betapa sunyinya hutan yang mereka masuki. Sunyi yang sampai membuat orang mencekam.


"Apakah ini perasaanku saja ataukah memang suasananya yang mencekam?" Ucap Gery sambil mengusap lengannya bolak balik. Gery mengusap lengannya bukan karena kedinginan tapi karena dia merasa takut dengan suasana yang tidak wajar yang ada di sekitarnya.


"Bukan kamu saja yang merasa aneh tapi kita semuanya. Meskipun saat ini tenang tapi kita tetap harus hati-hati karena kita tidak tahu apa yang akan muncul nantinya dan apakah kita akan di serang." Kata Top dengan nada sarkastik.


Bagi Top kondisi yang di temuinya saat ini sangat tidak wajar. Karena ketidak wajaran inilah yang membuat Top merasa harus waspada karena dia tidak tahu hantu apa yang akan keluar untuk menemuinya.


Mendengar perkataan Gery dan Top, Alex juga menilai kondisi yang mereka hadapi saat ini memang sangat tidak wajar. Alex takut saat ini merupakan periode kedamaian sebelum terjadinya bencana.


Semakin Alex memikirkannya dia semakin merasa pemikirannya benar meskipun tidak 100 persen tetapi setidaknya ada 50 persen. Setelah melihat kondisi sekitarnya dan menganalisis secara kasar.


Alex tiba-tiba merasakan bahaya yang tidak di ketahuinya. Oleh karena itu Alex segera memberitahu semuanya untuk hati-hati.


"Seperti yang di katakan oleh Gery dan Top situasi saat ini sangat tidak wajar oleh karena itu sebaiknya kita segera mencari gua penyimpanan senjatanya untuk mengambil semua senjata yang ada setelah itu segera pergi meninggalkan tempat hantu ini. Karena aku merasa kalau sesuatu akan terjadi pada kita kalau kita tidak segera pergi dari tempat ini." Jelas Alex agar keluarga bisa bergerak lebih cepat dan juga supaya keluarga bisa lebih hati-hati lagi.


Leana yang mendengar Alex dapat firasat buruk tentang tempat ini menjadi lebih waspada lagi karena dia sendiri juga merasa hutan ini sangat aneh karena dari tadi mereka belum ketemu binatang sama sekali.


"Kakek, nenek apakah kalian capek?" Tanya Leana pada kakek dan neneknya karena takut kakek neneknya merasa capek.


"Tidak apa-apa kami masih sanggup. Ayo lebih cepat jalannya. Karena nenek juga merasa tempat ini aneh! Lebih baik kita lebih waspada." Ucap Elise agar keluarganya tidak khawatirkan dia serta suaminya. Juga Elise minta agar keluarganya jalan lebih cepat.


Elise berharap agar firasat Alex salah tapi meskipun begitu dia sendiri juga sangat gelisah semenjak masuk ke dalam hutan. Elise tahu keluarganya tanpa dia dan suaminya mereka bisa jalan lebih cepat tapi karena dia dan suaminya yang sudah tua semua keluarga menyesuaikan langkah mereka dengannya.


Karena kondisi hutan yang mencekam Elise membuat keputusan diam-diam kalau terjadi sesuatu dia akan mengorbankan diri agar seluruh keluarganya bisa melarikan diri.


Luke yang telah hidup bersama dengan Elise begitu lama sangat tahu pemikiran dan ekspresi istrinya, seperti sekarang Luke tahu niat istrinya yang ingin mengorbankan diri kalau terjadi sesuatu. Oleh karena itu Luke juga telah mengambil keputusan untuk melindungi istrinya, anaknya, beserta cucunya.


Tanpa terasa mereka telah berjalan selama 5 jam tapi mereka masih belum ketemu gua yang mereka tuju. Sekarang semua orang telah lelah dan juga kelaparan. Alex yang melihat semua keluarganya telah lelah segera meminta mereka untuk istirahat selama 1 jam sebelum lanjut untuk berjalan lagi.


Melihat ada pohon kayu panjang yang telah tumbang Alex segera menuju ke sana bersama seluruh keluarganya. Lalu meminta kakek,nenek, ayah dan ibu mertua, serta ibunya Marie untuk segera duduk di pohon kayu yang telah tumbang. Lalu Alex meminta Leana mengeluarkan satu tikar yang panjang dan juga lebar untuk mereka semua duduki.


Leana lalu mengeluarkan tikar yang diminta oleh Alex. Setelah tikar di keluarkan, Joe dan Hyu segera mengambil tikarnya lalu menggelar tikarnya di samping pohon yang telah tumbang.


Setelah Joe dan Hyu selesai menggelar tikarnya semuanya langsung duduk dan mengeluarkan kotak makanan yang berisi sandwich lalu segera mulai makan. Tidak lupa Leana juga mengeluarkan minuman untuk semua orang.


Setelah sekitar 30 menit semua orang telah selesai makan tetapi mereka masih belum lanjut jalan tapi masih istirahat 30 menit lagi sesuai dengan perkataan Alex mereka istirahat selama 1 jam untuk mengistirahatkan kaki mereka yang pegal-pegal akibat dari jalan jauh.


Pada saat semua orang masih istirahat, Alex, Top, Tee, Hyu, dan Joe melakukan diskusi dan juga mempelajari peta untuk memastikan arah mereka berjalan tidak salah. Juga mereka berbagi informasi yang mereka perhatikan dan yang mereka dapatkan disepanjang jalan.


"Kak Alex aku merasa hewan-hewan ini bukannya menghilang tapi kemungkinan mereka bersembunyi karena sesuatu hal karena pada saat berjalan aku melihat ada bekas cakaran di batang pohon. Setelah aku check bekas cakaran ini masih terbilang baru di buat punya." Ucap Joe untuk berbagi informasi yang dia dapatkan kepada saudaranya.


"Aku juga menemukan perbedaan rumput yang ada di sini. Pada saat aku membuka jalan dan memotong rumput liar aku melihat tinggi rumput jauh lebih tinggi dari rumput yang biasa kita temui. Apakah Kak Alex ada memperhatikan ini juga?" Kata Hyu untuk mengkonfirmasi dugaannya.


Mendengar pertanyaan Hyu, Alex hanya bisa menganggukkan kepala sebagai tanda dia juga melihat perbedaan rumput yang ada di sini. Sambil mendengar informasi dari saudara-saudaranya Alex juga melakukan analisis situasi mereka saat ini di dalam otaknya.


Pada saat orang Joe melihat Alex menganggukkan kepala mereka juga menjadi waspada apakah keanehan tinggi rumput yang mereka temui adalah akar masalah dari menghilangnya para binatang yang ada di hutan ini.


Karena masalah ini orang Joe menjadi bertanya-tanya dalam hati sendiri. Begitu juga dengan Alex dia curiga dengan rumput yang mereka temui sepanjang jalan.


Pada saat semua orang sedang kalut dengan pikiran masing-masing. Tee yang sedari tadi diam karena tidak tahu harus mengatakan informasi yang dia ketahui atau tidak.


Karena dia masih belum tahu apakah yang dia lihat itu benar atau tidaknya. Tiba-tiba berbicara setelah memutuskan untuk berbagi informasi yang dia ketahui. Dan informasi yang dia ketahui membuat yang lainnya menjadi terkejut.


"Sebenarnya aku tidak begitu mengerti kenapa aku bisa melihat ini makanya aku menjadi ragu-ragu untuk mengatakannya. Tapi setelah aku memikirkannya lagi aku memutuskan untuk mengatakannya kepada kalian." Tegas Tee yang merupakan orang paling pendiam dalam kelompok mereka.