The Wander Caravan

The Wander Caravan
Pertarungan dengan ular



Bab 57


Setelah selesai diskusi David, Dave, dan Gery langsung pergi ke tempat orang Joe lagi bertarung dengan ular. Situasi orang Joe saat ini sudah sangat kelelahan.


Karena mereka tidak tahu kelemahan ular. Senjata yang mereka pakai juga tidak mempan terhadap ular yang memiliki sisik yang keras. Orang Joe juga harus hati-hati dengan semburan bisa dari ular dan ekor ular yang memiliki serangan yang kuat. Ini yang membuat pertarungan berlanjut sampai sekarang.


David, Dave, dan Gery yang telah sampai melihat pertarungan sengit antara orang Joe dengan ular. David juga kaget karena melihat pedang maupun pistol yang dipakai untuk menyerang sama sekali tidak bisa melukai ular mutasi tersebut.


Dave yang juga melihat pertarungan itu segera memperhatikan ular mutasi dengan harapan bisa menemukan kelemahan ular. Sedangkan Gery yang berpikir dia juga manusia yang mengalami mutasi dan punya kemampuan peningkatan kekuatan. Gery merasa mungkin dengan kekuatan yang di tingkatkan bisa melukai si ular. Apalagi kalau dia menyerang secara diam-diam sewaktu si ular tidak waspada.


Oleh karena itu tanpa bilang apa-apa Gery maju untuk menyerang si ular secara diam-diam berharap bisa memukul ular dengan kepalan tangannya. Tapi yang Gery tidak tahu adalah si ular telah melihat kedatangan David, Dave, dan Gery. Meskipun si ular lagi bertarung dengan orang Joe. Tapi si ular yang telah memiliki kecerdasan seperti manusia. Selalu waspada dengan lingkungan sekitarnya.


Makanya sewaktu Gery ingin menyerang ular bermutasi secara diam-diam dia langsung ketahuan. Si ular yang tahu Gery akan menyerangnya langsung mengangkat ekornya tinggi-tinggi langsung menyerang Gery yang menghampirinya. Gery yang tidak menyangka akan diserang oleh si ular karena berpikir ular lagi sibuk bertarung dengan orang Joe langsung terkena hantaman keras dari ekor ular.


Akibat hantaman dari ekor, tubuh Gery langsung melayang lalu menghantam pohon yang ada dibelakangnya. Gery yang menghantam pohon langsung keluar darah dari mulutnya karena luka dalam. Setelahnya Gery langsung pingsan.


Dave yang melihat putranya terluka karena hantaman ekor ular langsung kaget. Setelah kaget Dave langsung berlari ingin menghampiri putranya untuk melihat keadaan Gery. Tapi sebelum dia bisa pergi ekor ular langsung menuju ke arahnya.


Dave yang melihat ini langsung menghindari ekor ular, David yang melihat ular menyerang Gery dan Dave tidak bisa tinggal diam lagi. David segera maju untuk bergabung dengan orang Joe.


Joe, Tee, Top dan Hyu yang melihat fokus si ular lagi teralihkan oleh Dave, hendak menyerang ular bersama-sama dengan harapan kalau menyerang secara bersama-sama bisa melukai si ular. Tapi ular yang tahu niat orang Joe untuk menyerangnya secara bersama-sama langsung menyemburkan racun bisanya kepada orang Joe.


Melihat semburan yang dikeluarkan oleh ular, orang Joe hanya bisa mundur kembali dari jangkauan semburan ular agar tidak terkena semburannya. Pada saat orang Joe mundur, David dan Dave langsung maju menyerang ular dengan pedang di tangan masing-masing.


Berpikir mereka telah berhasil menyerang ularnya membuat David dan Dave menjadi kurang waspada. Hal ini langsung dimanfaatkan oleh ular untuk menyerang kembali memakai ekornya dengan ayunan kuat ekor ular langsung menghantam Dave dan David. Dave langsung terkena hantaman ular. Tapi David berhasil menghindarinya.


Tapi masalahnya sisik ular menghalanginya sehingga upaya yang dilakukan sama sekali tidak berhasil. Dan hanya membuat Top merasa lelah dan kekuatannya terkuras. Tapi Top tetap berjuang agar bisa melukai sisik ular.


Top yang berlari menghampiri si ular secara tidak sengaja menemukan luka di bagian kepalanya si ular. Melihat ini Top memutuskan untuk lebih dekat lagi ke ularnya. Pada saat jaraknya lebih dekat, Top bisa melihat luka kecil di dekat kepalanya si ular berukuran kecil dan luka itu memiliki warna hitam seperti tersambar petir.


Melihat ini Top langsung gembira karena luka ini pasti dibuat oleh Alex dengan kemampuan petirnya. Top langsung memberitahu penemuannya pada yang lainnya, "Semuanya, serang kepalanya! Kak Alex telah meninggalkan luka kecil di kepala si ular dengan kemampuan petirnya! Kalau kita menyerangnya disana kemungkinan lukanya akan bertambah luas. Dengan begitu kemungkinan kita untuk membunuh ular ini lebih besar!"


David, Joe, Tee, dan Hyu yang mendengar perkataan Top gerakannya menjadi lebih gesit dan semua orang menargetkan luka yang ada di kepala seperti dibilang oleh Top barusan. Tee juga menggunakan kemampuan penglihatan jauhnya untuk melihat luka yang ada di kepala. Setelah melihat luka tersebut Tee juga mengarahkan ujung pistolnya ke lukanya.


Ular yang melihat semua orang fokus dengan kepalanya menjadi ketakutan, meskipun si ular tidak mengerti apa yang di katakan oleh para manusia yang ada di depannya. Tetapi dia bisa menebak kemungkinan cederanya telah di temukan. Ini membuat ular merasa nyawanya dalam bahaya.


Sehingga si ular memutuskan untuk mencari peluang untuk melarikan diri sambil menyerang semua manusia yang ada di depannya. Joe yang melihat gerakan ular seperti ingin melarikan diri memutuskan akan melempar bom ke arah pelarian ular.


"Semuanya menghindar aku akan mencoba melempar bom ke arah kepala si ular." Teriak Joe sambil melemparkan bom ke arah ular.


Sewaktu semua orang mendengar teriakkan Joe mereka langsung mundur untuk menghindari bom yang di lempar oleh Joe. Tapi mereka juga berjaga-jaga agar si ular tidak bisa melarikan diri. Ular yang melihat ada sesuatu yang dilempar ke arahnya, merasa barang yang di lemparkan itu tidak baik untuk dirinya melalui instingnya untuk bertahan hidup.


Karena instingnya merasa barang itu tidak baik, si ular memakai ekornya untuk melemparkan bom ke tempat lainnya. Orang Joe yang melihat tindakan si ular langsung menjadi kaget dibuatnya. Tetapi sebelum kaget mereka menghilang bom yang di lemparkan akhirnya meledak.


Ular yang mendengarkan suara ledakan juga kaget. Dan si ular merasa bersyukur karena mengikuti naluri instingnya untuk melemparkan barang itu jauh darinya kalau tidak sekarang kemungkinan dia bisa saja terluka ataupun mati akibat ledakan yang terjadi. Tee yang melihat gerakan ular tidak begitu gesit lagi langsung memutuskan untuk menembak ular memakai pistol yang diberikan oleh Leana.


Tee membidik si ular dengan cepat lalu melepaskan tembakan ke arah si ular. Karena si ular masih kaget dengan apa yang barusan terjadi kewaspadaannya menjadi berkurang. Dan tembakan Tee tepat sasaran yang dia tuju.