
Bab 59
Joe, Tee, Top, Hyu, dan David yang berjalan untuk berkumpul dengan yang lainnya mendengar suara tembakan 2 kali. Hal ini membuat mereka berjalan semakin cepat karena khawatir keluarga yang di tinggalkan dalam masalah.
"Top kamu pergi dulu! Lihat apa yang terjadi disana! Tee gantikan Top untuk memapah Gery" ucap Joe dengan nada tegas. Karena mereka semua tidak bisa jalan lebih cepat lagi. Tapi Top berbeda dia bisa jalan lebih cepat daripada mereka semua.
Dan Top bisa membantu orang Leana kalau mereka dalam bahaya. Oleh karena itu Joe mengambil keputusan cepat. Top juga langsung mengerti niat Joe. Karena itu tanpa menunda lagi dia menyerahkan Gery pada Tee setelah itu segera berlari ke tempat Leana.
Begitu Top sampai dia melihat kondisi Luke yang berdarah. Elise, Leana, Mimi, dan Lusy yang membantu untuk mengobati luka dan menghentikan darah Luke. Top juga melihat darah yang banyak di tanah tidak jauh dari tempat Luke di obati. Melihat ini Top langsung kaget karena berpikir darah itu berasal dari Luke.
Karena tidak mau mengganggu proses pengobatan Luke. Top memutuskan menghampiri Marie yang sedang menjaga Alex untuk melihat keadaan mereka juga untuk bertanya apa yang terjadi barusan.
"Ibu angkat apa yang terjadi di sini? Bagaimana kondisi Kak Alex? Bagaimana kakek Luke bisa terluka? Dan darah di tanah itu punya siapa?" Tanya Top tergesa-gesa karena khawatir dengan kondisi semua orang yang ada di sini. Mendengar pertanyaan Top, Marie langsung memberitahu apa yang terjadi barusan saja pada Top.
"Tadi ada harimau bermutasi yang menyerang kami. Leana meminta kakeknya untuk mengalihkan perhatian agar bisa menembaknya. Tapi pada saat melakukannya harimau ingin mencakar Luke dan menggigit Elise. Karena melindungi Elise, Luke digigit lengannya. Leana yang melihat Luke digigit langsung menembak harimau. Darah di tanah adalah darah harimau. Sedangkan kondisi Alex saat ini masih belum sadarkan diri."
Top yang mendengar ada harimau bermutasi sangat kaget. Setelah ular sekarang ada harimau ke depannya ada apa lagi? Jangan-jangan semua binatang di hutan ini perlahan-lahan telah sadar dari komanya seperti yang telah mereka duga sebelumnya.
Kalau ini terjadi maka hutan ini akan jauh berbahaya daripada sekarang. Apalagi Kak Alex yang punya kekuatan lebih hebat dari mereka saat ini sedang tidak sadarkan diri. Dan beberapa orang dalam kelompok mereka juga terluka.
Yang tersisa adalah beberapa orang yang kekuatannya jauh lebih lemah. Top yang menganalisa situasi saat ini menjadi sangat khawatir dan memutuskan untuk segera pergi dari sini secepatnya. Oleh karena itu Top memutuskan untuk menemui Joe dan memberitahu kondisi saat ini kepadanya.
Agar Joe bisa mencari solusi atas masalah saat ini. Karena selain Kak Alex cuma Joe yang punya pengalaman dan kemampuan untuk menganalisa lebih baik sekaligus untuk mencari solusinya.
"Ibu angkat, aku pergi dulu untuk menemui Joe untuk memberitahu situasi sekarang. Karena aku rasa situasi saat ini sudah tidak aman lagi. Aku akan tanya apa yang harus kita lakukan. Ibu angkat dan lainnya tunggu dulu di sini ya..." ucap Top, setelah mengatakan ini langsung bergegas pergi untuk menemui Joe.
Sedangkan di sisi Leana dia melihat luka kakeknya yang parah langsung merasa bersalah, seharusnya dia yang mengalihkan perhatian harimau bukan kakek neneknya. Dengan begitu kakeknya tidak akan terluka parah. Neneknya juga tidak akan sedih.
Elise juga menyalahkan dirinya kalau saja tadi dia tidak memaksa untuk ikut Luke tidak akan terluka untuk melindungi dirinya. Elise yang merupakan wanita paling tegar saat ini menangis dan ketakutan karena melihat lukanya Luke. Karena pada saat ini darah Luke tidak mau berhenti apapun yang Elise coba lakukan darahnya tetap mengalir deras.
Elise tahu kalau tetap seperti ini Luke akan kehilangan banyak darah dan bisa berakibat fatal. Cara satu-satunya hanya bisa menjahit lukanya tapi Luke memiliki alergi obat bius. Luke juga tidak tahan dengan sakit. Elise tidak sampai hati untuk menjahit luka tanpa obat bius karena takut Luke akan kesakitan tapi kalau dibiarkan Luke akan kehilangan banyak darah. Pakai obat bius juga tidak mungkin karena reaksi alerginya.
Elise mengalami dilema, dia ingin luka suaminya cepat sembuh tapi tanpa menjahitnya. Tapi dia tidak tahu apalagi yang bisa dilakukan. Dia telah menekan lukanya dengan harapan darah akan berhenti dengan sendirinya tapi tidak berhasil.
Seandainya dia punya kekuatan yang bisa membantu untuk menyembuhkan luka tanpa perlu operasi seperti yang pernah dia baca dari novel cucunya Gery. Maka luka suaminya bisa segera sembuh pikir Elise menyesal dalam hati karena dia tidak punya kekuatan seperti itu. Pada saat Elise berpikir seperti ini tiba-tiba cahaya putih muncul di tangan Elise yang menekan luka Luke.
Cahaya putih ini langsung masuk ke dalam luka Luke dan secara perlahan-lahan luka Luke mulai menutup. Elise tidak memperhatikan hal ini karena fokus dengan cara untuk mengobati Luke. Tapi Leana yang ada disebelah Elise melihat cahaya ini.
"Nenek!" Jerit Leana sewaktu melihat cahaya yang keluar dari tangan Elise.
"Ada apa? Kenapa menjerit!" Tanya Elise kesal karena merasa Leana mengganggunya sewaktu dia lagi berpikir cara pengobatan yang lain.
"Lihat! Nenek mengeluarkan cahaya putih! Apakah nenek telah membangkitkan kekuatan! Tapi cahaya putih ini punya fungsi apa?" Tanya Leana penasaran karena dia baru melihat hal ini.
"Cahaya apa maksudmu? Sudah jangan aneh-aneh lagi. Kamu tidak tahu saat ini nenek lagi sibuk memikirkan cara untuk mengobati kakekmu!" Jawab Elise masih dengan kesal.
Tetapi meskipun begitu dia tetap melihat dirinya untuk memperhatikan yang di bilang oleh Leana. Begitu Elise melihat ke arah tangannya dia melihat cahaya putih yang keluar. Elise juga melihat cahaya putih itu masuk ke dalam lengan suaminya yang terluka.
Melihat ini Elise punya dugaan kuat dia telah membangkitkan kekuatan penyembuhan yang seperti dia baca. Untuk memastikannya Elise melepaskan tangannya dari lengan suaminya. Setelahnya Elise mengecek lengan suaminya. Pada saat ini Elise menemukan luka suaminya sudah sembuh hanya menyisakan bekas tipis diatas luka yang ada sebelumnya.
Leana juga melihat ini, dia langsung terkejut karena luka kakeknya telah sembuh bahkan seolah-olah luka itu tidak pernah ada. Leana berpikir apakah kekuatan nenek berhubungan dengan pengobatan. Sama seperti profesi nenek sebelumnya yang seorang dokter.