
Bab 46
"Alex apa benar kamu membangunkan kekuatan api?" Marie bertanya dengan nada heran karena dia tahu anaknya telah mempunyai kekuatan petir tapi sekarang dia juga punya kekuatan api.
Marie khawatir dengan tubuh Alex apakah bisa menanggung dua kekuatan yang begitu kuat.
"Iya, mama tidak perlu khawatir aku baik-baik saja. Meskipun aku juga tidak begitu mengerti bagaimana ini bisa terjadi tapi yang pasti saat ini aku merasa baik-baik saja. Kalau aku merasa aneh pasti akan segera bilang sama mama dan Leana. Jadi, mama tenang saja ya." Jawab Alex langsung karena tidak mau membuat ibunya khawatir.
"Marie jangan khawatir Alex pasti baik-baik saja. Alex kan anak yang kuat dan bertanggung jawab dia pasti tidak akan meninggalkan dirimu dan Leana. Tenang saja." Mimi menghibur besannya karena tahu kalau terjadi sesuatu lagi Marie tidak akan bisa bertahan.
Marie telah kehilangan suami kalau dia juga kehilangan Alex maka dia akan kehilangan keluarga satu-satunya, keluarga yang sangat di impikannya. Oleh karena itu Mimi sebagai sahabat terbaik dia tidak mau sahabatnya terpuruk lagi.
Apalagi kalau Alex ada apa-apa putri semata wayangnya juga pasti akan sangat sedih oleh karena itu Mimi juga tidak mau Alex sampai celaka.
"Mama jangan khawatir ya Alex baik-baik saja kok. Justru mama harus gembira Alex punya 2 kekuatan karena dengan begitu Alex punya kemampuan yang lebih untuk menjaga dirinya." Kata Leana sambil merangkul tangan Marie.
Marie yang diyakinkan oleh besan sama menantunya jadi lebih tenang dan tidak begitu khawatir lagi tapi dia tetap berpesan kepada Alex, "Nak...mama harap kamu harus menjaga dirimu dengan baik-baik kalau ada masalah kamu harus mengatakannya kepada kami jangan sembunyikan apapun dari kami. Kamu tahu kan kalau terjadi sesuatu pada dirimu mama tidak akan sanggup untuk bertahan hidup di dunia ini."
Top yang melihat kesedihan Ibu angkatnya langsung berkata dengan nada bergurau, "Ibu angkat jangan khawatir Kak Alex adalah orang hebat tidak ada yang bisa mengalahkannya bahkan mautpun tidak. Selama bertugas saja sudah berapa kali bertemu dengan maut tapi Kak Alex bisa bertahan bahkan menyeret kami semua keluar dari lubang maut jadi ibu angkat tidak perlu khawatir."
Gery yang mendengarnya langsung menjawab Top, "Siapa bilang tidak ada yang bisa mengalahkan Alex?"
"Aku yang bilang memang kenapa?" Tanya Top.
"No...no...kamu salah Top ada yang bisa mengalahkan Alex. Kamu mau tahu tidak?" Tanya Gery dengan senyum iblisnya.
"Siapa? Aku tidak percaya ada yang bisa mengalahkan Kak Alex" seru Top pada Gery.
"Kalau ada kamu mau kasih apa?" Jawab Gery dengan nada menghasut agar Top terpancing untuk bertaruh dengannya.
"Aku akan kasih apapun yang kamu mau. Aku tidak percaya ada yang bisa menang melawan Kak Alex karena bagiku Kak Alex yang paling hebat." Kata Top dengan nada penuh kebanggaan pada Alex.
Keluarga yang mendengar ada yang bisa mengalahkan Alex langsung menjadi penasaran karena mereka semua tahu kepintaran dan kekuatan Alex. Kalau ada yang bisa mengalahkannya maka mereka harus berhati-hati dengan orang itu.
"Siapa Gery yang bisa mengalahkan Alex?" Tanya Dave yang juga penasaran.
"Uhm...aku akan mengatakannya tapi Top kalau kamu kalah taruhan maka kamu harus menjadi teman yang menemaniku bermain game, kamu tidak bisa menolak kalau aku mengajakmu untuk bermain game!" Ujar Gery dengan nada bersemangat.
Semua orang yang mendengarnya berpikir dalam hati anak ini hanya tahu main game saja bahkan dalam situasi genting dia cuma tahu main-main saja.
"Baiklah aku setuju kalau aku kalah aku akan menemanimu main game kapanpun itu karena aku percaya tidak akan kalah. Jadi, sekarang kasih tahu siapa yang bisa mengalahkan Kak Alexku yang begitu hebat ini." Desak Top yang sangat penasaran.
"Tentu saja orang itu adalah Leana istri Alex. Apa kamu tidak tahu Alex itu kan suami-suami takut istri punya. Kalau Leana marah Alex langsung menjadi takut, kalau Leana memukul Alex dia akan diam saja malahan Alex akan tertawa melihat tingkah Leana yang dia anggap lucu. Jadi, dibandingkan Kak Alexmu Leanaku lebih hebat. Top kamu kalah!" Kata Gery dengan nada sombong.
"Ini sama sekali tidak bisa di hitung ini tidak sah sama sekali. Dari segi kekuatan Kak Alex lebih kuat. Jadi ini tidak di hitung" kata Top dengan nada kesal.
Keluarga yang mendengar perkataan Gery juga hanya menepuk jidat mereka dengan frustrasi karena setelah mendengar dengan serius ujung-ujungnya jawaban yang di dapat tidak jelas punya.
Mereka ingin meneriaki Gery tapi berpikir kembali cara berpikirnya Gery memang begini punya tidak pernah serius. Hanya bisa menyalahkan diri sendiri karena terlalu mendengar perkataannya dan terlalu berharap.
Sedangkan Gery yang mendengar Top mengatakan tidak sah juga tidak menerima pendapat Top. Gery langsung beragumen dengan Top.
"Bagaimana tidak sah apa yang aku katakan itu benar Alex tidak bisa mengalahkan Leana. Meskipun Alex kuat dia tetap tidak bisa mengalahkan Leana. Alex bisa berkelahi maupun memukul wanita lain tapi dia tidak akan berani memukul Leana karena kalau melakukannya dia tidak akan dapat jatahnya dari Leana. Bisa-bisa Alex akan di larang masuk ke kamar oleh Leana. Karena itu Alex takut dan dia dikalahkan oleh Leana. Tidak percaya tanya saja sendiri kepada Alex." Kata Gery penuh keyakinan dia akan menang.
"Kak Alex...." ucap Top dengan nada penuh kesedihan.
Alex yang di tatap oleh semua orang merasa gelisah. Dia ingin membantu Top tapi tidak berani membantah ucapan Gery. Karena seperti yang di bilang dia takut dengan kemarahan istrinya dan takut jatahnya terancam.
Karena bagi Alex jatahnya dari Leana sangat penting di bandingkan dengan apapun karena itu adalah hidup dan kebahagiaan seumur hidupnya. Kalau sampai kehilangan jatahnya dia tidak akan bisa mentolerirnya apapun yang terjadi.
"Maaf Top kamu kalah!" Kata Alex lalu pergi ke dalam RV untuk melihat apakah sarapan telah selesai dimasak.
Gery yang mendengar jawaban Alex tersenyum lebar karena itu berarti Alex setuju dengannya.
Leana yang setelah mendengar jawaban Alex mukanya menjadi merah karena malu dengan perkataan suaminya yang secara tidak langsung membenarkan dia takut kehilangan jatah darinya.
Mimi, Marie dan David yang mendengar perkataan Alex juga langsung tersenyum dibuat oleh pernyataan tidak langsung Alex. Mereka juga berpikir kemungkinan mereka mendapat cucu tidak akan lama lagi.
Top yang kalah juga merasa tidak adil tapi dia tidak bisa melawan lagi. Dia hanya bisa diam-diam menerima kekalahan. Tapi dia merasa sedih karena merasa di tinggalkan oleh Kakak yang di sayanginya oleh karena itu dia mencari penghiburan dari Tee dan Hyu.
Tidak berapa lama mereka melihat Kakek, Joe dan Alex yang datang membawa sarapan pagi. Mereka langsung berdiri untuk membantu membawa sarapannya. Lalu mereka segera mulai makan sarapan pagi yang dari tadi mereka tunggu.
...*****...
Tidak berapa lama mereka pun selesai memakan sarapannya. Setelah menyimpan semua barang yang di keluarkan. Mereka pun melanjutkan perjalanan untuk kembali ke rumah kakek Leana.
Sekitar jam 08.00 pagi mereka akhirnya sampai di rumah kakek. "Kita akan menginap satu hari atau segera pergi setelah menyimpan semua barang?" Tanya Leana pada keluarganya.
Semua orang saling memandang. Sampai akhirnya semua orang memandang Alex secara serempak memintanya untuk membuat keputusan.
"Simpan semua barang lalu segera pergi dari sini. Karena kalau bisa aku mau secepatnya ke hutan yang di bilang Top selagi kondisinya masih kondusif untuk berjalan di hutan." Alex langsung memutuskan untuk segera pergi dari sini.
Karena Alex mengkhawatirkan mutasi hewan ataupun mutasi tumbuhan untuk ke depannya. Karena dari pengalaman Hyu, bahwasannya melawan hewan zombie lebih susah dari melawan manusia zombie.
Maka kalau sampai hewan dan tumbuhan mengalami mutasi ada kemungkinan akan lebih susah untuk menanganinya di bandingkan manusia zombie. Jadi, Alex memutuskan untuk secepatnya untuk pergi kehutan selagi tumbuhan dan hewan belum mengalami mutasi.
Karena Alex memutuskan untuk segera pergi Leana pun segera bergegas untuk menyimpan semua barang di rumah ke dalam gudang yang ada di dalam ruangnya. Termasuk semua foto kenangan yang di pajang di dinding rumah.
Setelah selesai Leana langsung mengunci pintu rumah dan keluar untuk segera masuk ke dalam mobil RV yang diparkir di luar rumah kakeknya.
Tapi sebelum masuk tangan Leana di tarik oleh tetangga sebelah rumah kakek yang bernama Ria.
"Kamu mau pergi ya? Tolong bawa aku juga! Aku mohon..." ucap Ria.
"Maaf, aku tidak bisa membawamu karena sudah tidak ada tempat lagi." Kata Leana sambil berusaha melepas cengkeraman Ria.
Tapi meski Leana berusaha melepas tangannya dari cengkeramannya. Ria tetap tidak melepaskan tangan Leana, Ria malah menambah kekuatan cengkeramannya.
Ria lalu berkata kepada Leana, "kenapa kamu tidak membawaku? Padahal suamimu adalah seorang prajurit yang bertugas melayani masyarakat oleh karena itu sudah tugasnya untuk melindungiku! Dia harus mendahulukan melindungiku dibandingkan kamu istrinya! Karena aku adalah rakyat yang memberi gaji pada suamimu yang seorang prajurit jadi sudah kewajibannya untuk melayaniku dan juga melindungiku!"
Alex yang melihat tangan istrinya di tarik oleh seseorang memutuskan untuk turun dari RV untuk membantu istrinya. Tetapi begitu turun Alex segera mendengar ucapan Ria.
Alex yang mendengar apa yang Ria katakan langsung merasa marah lalu menjawab Ria dengan nada keras.
"Aku tidak berkewajiban untuk melindungimu karena kamu bukan siapa-siapaku! Mengenai masalah gaji yang aku terima itu juga bukan urusanmu! Meskipun aku dapat gaji dari masyarakat tapi aku juga telah menjalankan tugasku dengan semestinya bahkan mengorbankan waktu dan juga diriku dalam menjalankan tugasku sebagai prajurit. Apa yang aku lakukan dalam bertugas sudah sepadan dengan gaji yang aku terima bahkan aku melakukan tugas secara berlebihan sebagai wujud baktiku pada tanah air."
Alex yang merasa kesal lalu berkata kembali, "Apakah kamu pikir yang kamu berikan itu lalu bisa membuatku untuk melindungimu? Di situasi saat ini uangmu itu hanya akan menjadi sampah kertas yang tidak memiliki nilai guna. Meskipun kamu membayarku dengan apapun aku tetap tidak akan melindungi orang sepertimu yang arogan dan merasa dirinya benar sendiri!"
"Kamu...kamu...beraninya kamu menghinaku aku akan melaporkanmu pada atasanmu!" Kata Ria dengan nada penuh amarah.
"Laporkan saja semoga kamu berhasil! Sekarang lepaskan tangan istriku kalau tidak mau tanganmu terluka." Ucap Alex sambil memegang pisau di tangannya untuk mengancam Ria.
Ria yang melihat pisau ditangan Alex langsung menjadi takut lalu dia cepat-cepat melepaskan tangan Leana. Lalu berlari ke rumahnya yang ada di sebelah rumah kakek.
Leana yang tangannya di lepas langsung di bawa masuk oleh Alex ke dalam mobil RV. Setelah Alex dan Leana masuk Alex lalu meminta ayah mertuanya untuk segera pergi dari sini.