The Wander Caravan

The Wander Caravan
SPBU (1)



Bab 40


Setelah menyelesaikan masalah kamar untuk Joe, Tee, Top dan Hyu. Leana lalu memberitahu letak kamar mandi yang ada di lantai 2 RV. Setelah itu Leana meninggalkan Tee, Top, dan Hyu untuk membersihkan diri.


Leana lalu turun ke lantai bawah, sesampainya di bawah Leana melihat Alex sedang berbicara dengan Joe yang lagi memasak mie.


Sedangkan keluarga lainnya berkumpul di ruang tamu RV dengan kesibukkan masing-masing. Leana lalu duduk di sofa sambil membuka internet untuk mencari berita kembali.


Begitu Leana masuk internet dia hanya menemui berita orang yang meminta bantuan tetapi tidak menemukan info yang penting. Karena itu Leana lalu mematikan handphonenya kembali.


Tidak selang berapa lama Joe telah selesai masak mienya. Tee, Top dan Hyu juga telah selesai mandi. Berhubung orang Joe akan makan keluarga memutuskan untuk kembali ke kamar masing-masing.


Hanya meninggalkan Alex dan Leana di ruang tamu. Begitu pula Lusy yang menemani suaminya yang sedang mengemudi.


Karena sudah kelaparan orang Joe langsung makan mienya sambil makan Alex juga memberitahu rencananya pada Joe. Setelah pemberitahuan Alex, orang Joe tidak keberatan dengan rencananya.


"Kak Alex apa ada rencana untuk mengumpulkan persenjataan? Kalau ada rencana aku tahu tempat yang ada menyimpan senjata. Sebelum peristiwa zombie terjadi tempat itu merupakan tempat penyimpanan mafia. Aku mengetahui info ini secara tidak sengaja waktu ikut balapan." Top memberitahu sama Alex info yang di ketahuinya.


"Kak, kalau boleh aku ingin menyimpan senjata-senjata yang di bilang Top meskipun tidak bisa untuk menghadapi zombie itu bisa untuk keamanan diri untuk menghadapi sesama manusia" sahut Tee yang merupakan penembak jitu dalam kelompok Alex.


Alex memikirkan apakah perlu bagi mereka untuk mengumpulkan senjata yang di bilang oleh Top. Setelah berpikir Alex memutuskan untuk mengumpulkannya kalau keadaan memungkinkan karena apa yang di bilang Tee senjata di perlukan untuk menghadapi manusia.


"Di mana tempatnya? Apakah ada bahaya?" Tanya Alex karena dia perlu mempertimbangkan resiko yang ada.


"Tempatnya ada di pedalaman hutan yang ada di luar kota ini. Aku mendengar di dalam hutan ada sebuah goa. Senjata ini di simpan dalam goa. Sebelum kiamat ini terjadi aku dengar goa itu di jaga oleh bawahan bos mafia" Jawab Top.


Alex berpikir kalau ada di hutan maka ada banyak bahaya karena dalam mimpi Leana hewan dan tumbuhan juga mengalami mutasi. Cuma mereka tidak tahu apakah saat ini hewan dan tumbuhan telah mengalami mutasi atau belum.


Tapi Alex juga tidak mau menyia-nyiakan senjata yang di bilang oleh Top. Setelah memikirkan semua pro dan kontra yang ada Alex memutuskan untuk mencoba datang ke hutan tersebut sambil melihat situasi.


Kalau keadaan memungkinkan dia akan mengumpulkannya tapi kalau keadaan terlalu bahaya Alex memutuskan untuk merelakan senjatanya.


Alex langsung memberitahu keputusannya pada Leana dan orang Joe. Setelah mendengar pendapat Alex tidak ada yang keberatan.


"Setelah kita mengumpulkan semua minyak yang ada di kota kita akan kembali ke rumah kakek untuk mengumpulkan barang yang ada di rumah setelahnya kita akan langsung menuju ke hutan yang di bilang Top. Bagaimana menurutmu Leana?" Tanya Alex.


"Aku tidak keberatan lakukan saja sesuai rencanamu Alex." Sahut Leana yang sedari tadi mendengar pembicaraan Alex dengan orang Joe.


"Mungkin ini akan menjadi terakhir kalinya kita akan melihat rumah kakek. Karena setelah ini kita akan mencari tempat yang aman untuk di tinggali. Tapi sebelum itu kita mungkin akan terus tinggal di RV sampai ketemu tempat yang cocok." Jelas Alex kembali.


Karena mereka sudah selesai diskusinya makanan mereka juga telah habis. Joe memutuskan untuk mandi.


Leana di ruang tamu RV segera membagikan senjata untuk orang Joe karena menurut Leana senjata orang Joe yang sebelumnya tidak bisa di pakai karena tidak begitu bagus buat keamanan diri.


Leana mengeluarkan 4 pedang dan beberapa pisau lipat militer yang bisa di simpan di kantong baju.


Pada saat Tee, Top dan Hyu melihat senjata yang di bagikan oleh Leana mereka langsung sangat bersemangat. Tee yang melihat pedang langsung mengambilnya.


Hanya saja bagi Tee yang merupakan seorang penembak jitu tidak memiliki pistol sama seperti kehilangan sebagian nyawanya. Karena tanpa pistol Tee merasa tidak lengkap dan tidak aman.


Oleh karena itu Tee mau tidak mau harus bertanya pada Leana langsung, "Apakah ada pistol dan peluru? Lebih bagus lagi kalau ada peredam pistol karena dengan peredam pistol suara tembakan tidak akan menarik perhatian zombie yang ada di sekitarannya."


Mendengar penjelasan dan permintaan Tee, tanpa banyak pertimbangan Leana langsung mengeluarkan satu pistol beserta peredam pistol yang Tee inginkan.


Leana juga mengeluarkan 3 kotak yang di dalamnya berisi peluru, setelah mengeluarkan semua ini Leana langsung memberikannya pada Tee.


Tee yang melihat barang-barang yang akrab baginya langsung merasa semangat kembali. Dia juga langsung mengambil pistol, peredam pistol dan juga peluru.


Setelah mengambil ini semua Tee langsung menyimpannya. Setelah Tee menyimpan pistol dan semua senjatanya dengan aman, dia melihat bahwasannya Joe telah selesai mandinya.


Begitu Joe mendatangi mereka, Hyu langsung memberikan senjata milik Joe yang barusan saja Leana bagi kepada mereka untuk digunakan sebagai pertahanan diri.


Joe yang melihat pedang yang Hyu berikan kepadanya dia hanya memandang secara sekilas pada bilah pedang tersebut lalu menyimpannya tanpa ekspresi maupun komentar apapun.


Tidak berapa lama mereka semua merasa mobil RV-nya telah berhenti dan mereka juga mendengar suara paman Leana yang bernama Dave berkata, "Kita sudah sampai ke SPBU yang Alex tandai di peta."


Setelah mendengar mereka telah sampai. Leana langsung naik ke atas untuk memanggil keluarganya turun buat membantu mereka untuk mengumpulkan minyak yang ada di SPBU.


Mendengar Leana berkata mereka telah sampai di tujuan semua keluarga kecuali kakek yang masih memasak dalam ruang, langsung bergegas turun ke bawah untuk membantu mengumpulkan minyak yang ada di SPBU.


Tanpa basa-basi lagi mereka semua turun dari RV untuk membantu pengumpulan minyak. Begitu turun, mata semua keluarga langsung tertuju pada mobil pengangkut minyak yang di parkir di dalam SPBU.


"Menurut kalian apakah di dalam mobil pengangkut minyak ini masih ada sisa bahan bakar minyak yang kita butuhkan." Tanya Gery dengan penasaran terhadap mobil yang di parkir.


"Biar aku cek dulu mobilnya untuk melihat apakah masih ada isi di dalamnya" Jawab Hyu langsung sambil berlari menuju mobil yang di parkir tersebut.


"Hati-hati!" Kata Joe dan Alex secara berbarengan.