
Bab 28
Lusy yang melihat kesedihan anaknya lalu menghibur dan menasehati Gery dengan berkata, "Nak...jangan sedih dengan kekuatanmu ingat kamu harusnya bersyukur karena dalam kondisi yang kacau Tuhan masih sayang sama kamu lo...buktinya kamu di berikan kekuatan untuk melindungi diri sendiri dan kamu tidak berubah menjadi zombie. Kamu tidak kekurangan apapun dan kamu masih bisa bersenang-senang sedangkan temanmu yang lain kemungkinan mereka kesulitan hanya untuk makan."
Dave juga ikut berkata, "Apa yang di katakan ibumu itu betul Gery kamu harusnya bersyukur bukannya menyesali di berikan kekuatan seperti itu tahu...lagipula untuk saat ini hanya kamu yang telah tahu kekuatanmu seperti apa jadi kamu harus bisa melindungi keluarga yang lainnya!"
Gery yang di omeli papanya dan di nasehati ibunya hanya bisa pasrah dengan keadaannya. Karena memang yang di katakan orangtuanya benar dia harus bersyukur setidaknya dia bisa makan dan tidak berubah menjadi zombie.
"Apakah yang lainnya ada merasa keanehan di dalam tubuh?" Kata Leana dengan penasaran.
Seluruh keluarga saling memandang dan akhirnya menggeleng-gelengkan kepala. Leana yang melihat itu sedikit merasa menyesal tapi meskipun begitu dia masih menghibur keluarganya, "Tidak apa-apa...mungkin kita semua sudah berubah menjadi manusia super cuma belum tahu cara memakainya saja dan kekuatan apa yang telah di bangunkan." Ujar Leana dengan nada optimis.
Alex yang mendengar perkataan istrinya hanya merasa istrinya itu sangat imut lalu dengan mesra mengelus rambut istrinya.
"Karena besok kita akan mencoba membunuh zombie jadi sebaiknya kita istirahat lebih awal agar besok kondisi kita fit untuk membunuh zombie!" Kata David.
Dengan perkataan David semua keluarga juga memutuskan untuk istirahat lebih awal agar besok punya stamina untuk membunuh zombie.
...*****...
Jam 05.30 pagi, seperti biasa Alex bangun terlebih dahulu. Tapi tidak seperti biasanya begitu bangun Alex akan pergi mandi.
Pagi ini begitu Alex bangun dia langsung menuju ke jendela kamarnya untuk melihat jalan di luar rumah.
Alex yang membuka jendela kamar dia langsung di suguhi dengan pemandangan yang membuat iris hati.
Alex melihat tetangga depan rumah kakek memakan anaknya sendiri. Alex ingat setiap kali dia dan Leana berkunjung dia selalu menyapa mereka dengan hangat.
Alex juga ingat Leana pernah berkata tetangga tersebut sangat menyayangi anaknya karena tetangga itu sulit untuk punya anak, mereka telah menunggu selama 10 tahun pernikahan baru di karuniakan satu anak.
Tetapi sekarang anak yang di tunggu dan yang di sayangi tersebut telah di bunuh dan di makan oleh dirinya sendiri.
Alex merasa miris dan tidak sampai hati tetapi meskipun begitu Alex tetap memaksakan diri untuk tetap melihatnya karena Alex ingin cari tahu kelemahan zombie hanya dengan begitu dia bisa melindungi istri dan keluarganya.
Alex yang tetap memperhatikan tetangga memakan anaknya itu di buat terkejut karena anak yang di makan jantungnya itu tiba-tiba berdiri lalu berjalan dengan kaku tanpa arah.
Alex memperhatikan anak tersebut memiliki bola mata putih secara keseluruhan, giginya bertaring, dan kedua tangan yang di angkat memiliki kuku berwarna hitam sama persis dengan deskripsi yang di katakan Leana dalam mimpinya.
Alex yang ingin menutup jendela itu langsung mengurungkan niatnya karena Alex saat itu melihat anak dan ibu yang berjalan tanpa arah itu tiba-tiba mereka menuju ke satu arah yaitu ke arah suara mobil yang lewat.
Hal ini di buktikan dengan suara gonggongan anjing karena ibu dan anak tersebut langsung menuju ke asal suara tersebut.
Alex yang telah mendapatkan hasil dari pengamatan tersebut merasa tidak ada yang bisa di amati lagi memutuskan untuk menutup jendela lalu pergi mandi.
Jam 06.20 pagi Alex selesai mandi melihat istrinya masih tidur nyenyak. Alex langsung menghampiri tempat tidur lalu mencium kening istrinya sambil berkata, "Sayang...bangun sudah pagi. Kalau tidak bangun lagi kamu akan terlambat nanti, ingat hari ini kita akan menggeledah toko dan juga akan berlatih membunuh zombie" Kata Alex dengan nada membujuk.
Leana yang mendengar suara suaminya dan juga ciuman kening suaminya itu lalu bangun. Melihat suaminya ada di sampingnya Leana tersenyum, lalu melingkarkan tangan di leher Alex dan mencium bibir Alex sambil berkata "Pagi sayang♡"
Alex yang di cium itu lalu mengelus rambut istrinya lalu berkata, "Sana pergi mandi! Hari ini kita akan sangat sibuk jadi jangan malas-malasan ya..." dengan nada menggoda.
Leana hanya menggumam tapi meski begitu Leana tetap bangun lalu segera pergi mandi. Setelah Leana selesai mandi mereka langsung turun ke bawah.
Sesampainya di bawah Leana hanya melihat orang tuanya yang lainnya tidak kelihatan langsung saja Leana memeluk ibunya.
"Mama...papa...pagi yang lainnya kemana?" Tanya Leana sambil memeluk mamanya.
Mimi yang di peluk oleh Leana "Pagi juga, kamu ini tidak malu apa sudah besar tapi masih suka manja-manja di depan suamimu pula!" Tegur Mimi sewaktu melihat tingkah anak perempuannya.
Leana yang di tegur ibunya itu lalu menjawab, "Biarin aja lagipula Alex tidak keberatan tuh...iya kan sayang!" Sambil mengedipkan sebelah mata.
Alex yang melihatnya hanya bisa tertawa lalu berkata "Iya, tidak apa-apa kalau sekali-kali tapi tidak boleh terus-terusan kalau tidak aku akan kesepian"
Ayah dan Ibu yang mendengar perkataan Alex menjadi tertawa terbahak-bahak karena jawaban Alex yang terlalu blak-blakan.
"Dengar tuh suamimu sudah kasih tahu tidak boleh sering-sering manja sama mamamu karena sekarang mamamu sudah milik papa sepenuhnya" Kata papa untuk menggoda anak perempuannya.
Leana yang di ledek suami dan ayahnya itu membuat wajahnya jadi semerah tomat karena malu. Tapi Leana tetap tidak mau kalah sama sekali oleh karena itu Leana langsung menjawab, "Siapa bilang mama milik papa? Mama akan selalu menjadi milik Leana kasih sayang mama setengahnya akan tetap menjadi milik Leana! Benarkan mama?" Sambil memandang Mimi dengan ekspresi imutnya.
Mimi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku suami dan anaknya. Tapi dalam hati Mimi dia sangat bersyukur karena mereka masih bisa tetap bersama dan saling bercanda gurau satu sama lainnya.
Di tengah Leana dan ayahnya saling menggoda keluarga turun satu demi satu. Karena semua keluarga sudah berkumpul sarapan paginya langsung saja dimulai tanpa ada penundaan lagi.
Setelah beberapa saat mereka pun selesai makan sarapan pagi yang berupa roti dan sereal. Setelah itu mereka semua memutuskan keluar untuk berlatih membunuh zombie.
Begitu keluar mereka semua di suguhi pemandangan yang di lihat oleh Alex dari jendela atas. Lusy, Leana, dan Marie yang melihat pemandangan di depannya langsung muntah karena melihat organ dalam yang berceceran sedangkan Elise dan Mimi yang pernah bekerja sebagai dokter dan perawat hanya mengernyitkan dahi melihat situasi di depannya.
Untuk para pria di dalam keluarga semuanya diam saja di karenakan mereka sudah mempersiapkan diri untuk melihat situasi ini. Para pria bertekad untuk menjadi kuat agar bisa melindungi para wanita dalam keluarga.