
Bab 26
Pada saat mereka keluar dari kamar Leana. Gery juga keluar dari kamarnya yang berada di dalam RV. Gery memutuskan keluar karena dia mendengar suara tidak jauh dari kamarnya.
Yah...Leana, Alex, dan Gery mereka bertiga memutuskan untuk mengurung diri di dalam kamar yang ada di dalam RV. Di karenakan kamar di rumah kakek tidak cukup buat mereka semua untuk mengurung diri.
Karena mereka bertiga kebetulan bertemu di saat mereka sama-sama keluar dari kamarnya. Mereka semua terkejut karena tidak mengharapkan langsung bertemu satu sama lainnya, tetapi meskipun begitu keterkejutan mereka langsung berubah menjadi suatu kebahagiaan karena melihat mereka semua yang berada di dalam RV berhasil melewati proses transformasi diri masing-masing.
Sekarang mereka hanya bisa berharap keluarga lainnya sama seperti mereka. Gery yang melihat Leana dan Alex langsung datang untuk memeluk Leana sambil berkata, "Leana syukurlah kamu juga berhasil aku dari tadi sudah takut bagaimana kalau kamu tidak berhasil dan berubah menjadi zombie. Karena kalau kamu berubah menjadi zombie maka semua kebahagiaan dan hartaku akan hilang semua."
Leana yang mendengar perkataan Gery itu menepuk dahinya dan menjawab Gery dengan nada kesal "Kamu hanya memikirkan hartamu dan kebahagiaanmu semata saja ya... berarti kamu tidak tulus peduli samaku ya..."
Gery yang mendengar perkataan Leana yang seperti nada kesal itu langsung sadar dia sudah salah berbicara yang membuat Leana menjadi kesal.
Gery tanpa sadar keceplos berbicara hal yang dia pikirkan dan takutkan kalau Leana berubah menjadi zombie maka semua hal yang mereka timbun akan menjadi sia-sia.
Gery yang tahu dia salah berbicara lalu berkata dengan nada meminta maaf, "Leana maaf aku seharusnya tidak berkata seperti itu tapi niatku baik kok...aku hanya takut bagaimana kalau kamu berubah menjadi zombie maka barang-barang yang selama ini kita timbun akan menjadi tidak berguna karena sekarang semua harta keluarga kita kan ada sama kamu semua. Hidup kita semua bergantung sama kamu."
Leana dan Alex yang mendengar penjelasan Gery itu baru sadar tindakan mereka terlalu gegabah dan ceroboh. Karena mereka tidak kepikiran hal yang di katakan Gery barusan karena kalau Leana berubah menjadi zombie kehidupan keluarga yang lain akan menjadi sangat terancam.
Leana lalu menepuk-nepuk dadanya sambil berkata dalam hati untung dia berhasil melalui proses transformasi ini kalau tidak maka dia akan sangat bersalah sama keluarga lainnya.
Alex yang tahu ketakutan Leana itu hanya bisa menghibur Leana dengan cara mengusap rambutnya dengan kasih sayang.
Gery yang melihat Alex dan Leana yang sudah tidak kesal lagi lalu menghembuskan nafas pelan-pelan untuk melepas ketegangan yang di rasakannya.
"Ayo, kita harus segera masuk ke rumah kakek untuk melihat kondisi keluarga lainnya." Ujar Leana tidak sabar.
Karena mereka semua mengkhawatirkan keluarga lainnya. Mereka pun tidak menundanya lagi. Mereka bertiga langsung berjalan ke rumah kakek dengan tergesa-gesa.
Sesampai di depan pintu Leana hendak membuka pintunya langsung tetapi di cegah oleh Alex.
Leana yang melihat Alex mencegahnya membuka pintunya lalu menatap Alex dengan alis naik sebelah sambil membuat ekspresi muka bertanya kepada Alex.
Takut akan di salah pahami oleh Leana. Alex lalu menjelaskan kepada Leana, "hati-hati jangan gegabah karena kita tidak tahu kondisi di dalam bagaimana. Lebih baik aku yang membuka pintu dan berjalan di depan untuk memastikan semuanya baik-baik saja."
Alex yang mendengarnya lalu mengambil pisau yang di berikan Leana. Tanpa menunda lagi dia pun berjalan pelan-pelan sambil melihat kondisi sekitarnya. Tidak lupa Alex memberikan tanda agar Leana dan Gery mengikutinya.
Alex memutuskan untuk pergi ke kamar kakek dan nenek yang ada di bawah. Pertama-tama Alex mengetuk kamar kakek berulang kali sambil mendengar suara di dalam.
Di dalam kamar kakek yang masih lemah bangun pelan-pelan karena mendengar ada seseorang yang mengetuk kamarnya.
Sambil berjalan tertatih-tatih kakek menuju pintu kamarnya lalu pelan-pelan memutar kunci pintu kamarnya. Setelah itu kakek membuka pintu kamarnya.
Leana, Alex, dan Gery mereka bertiga menunggu di depan pintu dengan harap-harap cemas. Setelah melihat pintu kamar di buka mereka bertiga langsung merasa lega.
Leana yang melihat kondisi kakek yang lemah dan lemas itu langsung membantu memapah kakek ke tempat tidur.
"Kakek, bagaimana keadaannya? Apakah ada yang sakit? Ada yang bisa Leana lakukan untuk membantu kakek?" Ucap Leana dengan nada cemas.
Alex yang masuk ke kamar kakek langsung menuju meja samping tempat tidur lalu menuangkan segelas air untuk kakek minum.
Setelah menuangkan segelas air Alex lalu menuju ke tempat kakek duduk lalu berkata, "kakek minum dulu, apa kakek sudah makan?" Sambil mengulurkan gelas yang berisi air.
Kakek yang melihat gelas yang di ulurkan itu, dengan pelan-pelan kakek mengambilnya lalu menyesap air di dalamnya. Setelah kakek selesai minum semua air yang ada di dalam gelas.
Kakek lalu bertanya, "Bagaimana dengan yang lainnya? Kenapa cuma ada kalian bertiga? Apakah yang lainnya tidak berhasil?" Ucap kakek dengan nada sedih karena berpikir yang lainnya tidak bisa melewati proses transformasi yang terjadi.
Lalu kakek mau tidak mau mengingat pertemuannya dengan Elise dari awal sampai mereka menikah dan akhirnya memiliki anak maupun cucu.
Berpikir istrinya telah meninggalkannya sendiri. Dan dia harus melanjutkan hidupnya tanpa istri yang selama ini mendampinginya membuat kakek merasa sedih dan tidak tahu apa yang harus di lakukan ke depannya. Kakek lalu merasa tidak berdaya dan hidupnya sudah tidak bermakna lagi.
Gery yang tidak tahan melihat kakek yang selama ini kuat menjadi lemah seperti itu lalu berkata, "Kakek telah salah paham! Nenek dan lainnya saat ini baik-baik saja! Cuma kami belum tahu bagaimana keadaan lainnya karena begitu kami masuk kami langsung ke kamar kakek jadi kami tidak tahu kondisi lainnya. Tapi harusnya tidak ada masalah karena kami tidak ada mendengar suara aneh jadi kakek harus optimis keluarga kita akan baik-baik saja dan mereka akan seperti kita berhasil melewati semua ini!" Ujar Gery dengan nada menyemangati agar kakek tidak sedih lagi.
Kakek yang mendengar perkataan Gery tidak terlalu percaya kepadanya untuk memastikan kata-kata Gery, Kakek lalu menatap Alex dengan raut wajah bertanya.
Alex yang di tatap Kakek lalu menjawab pertanyaan diam yang di tanyakan oleh kakek, "Yang Gery katakan benar Kek...kami tidak tahu bagaimana keadaan lainnya karena begitu kami keluar dari RV kami langsung datang menemui kakek. Tetapi seperti yang Gery bilang sepanjang kami menuju kamar kakek kami tidak mendengar suara aneh harusnya saat ini kondisi nenek dan lainnya lagi lemah seperti kondisi kakek tadi, Jadi mereka belum bisa keluar untuk menemui kita."
Kakek yang mendengar penjelasan Alex lalu merasa lega karena setidaknya masih ada setitik harapan untuk kakek bahwasannya istri, anak dan menantunya akan baik-baik saja. Lalu kakek berdoa dalam hati semoga keluarga mereka semua bisa melewati cobaan ini. Agar semua keluarga bisa berkumpul bersama seperti sebelumnya.