The Wander Caravan

The Wander Caravan
Krisis (4)



Bab 27


Setelah kondisi kakek lebih membaik. Leana memutuskan untuk melihat kondisi yang lainnya. Kakek yang tahu mereka akan melihat keadaan yang lainnya juga ingin mengikuti tapi Alex dan Leana menolaknya karena kondisi kakek belum begitu pulih benar.


Tapi kakek tetap memaksa sehingga akhirnya mereka mau tidak mau setuju untuk kakek mengikuti mereka. Dengan begitu mereka menuju kamar nenek dan seterusnya. Untuk memastikan keadaan keluarga satu demi satu.


Setelah di lakukan pengecekan keseluruhan mereka menemukan seluruh keluarga berhasil melewati proses transformasi ini. Sehingga seluruh keluarga memutuskan untuk membuat pesta kecil-kecilan untuk merayakan keberhasilan keluarga dengan makan hotpot.


Selagi mereka menyiapkan hotpot seluruh keluarga juga berdiskusi apa yang harus mereka lakukan ke depannya.


Alex langsung berkata kepada semuanya, "Aku rasa yang paling kita butuhkan saat ini mengumpulkan bahan makanan dan juga bahan bakar meskipun kita sudah menimbun banyak tapi kita tidak tahu kondisi ini akan sampai kapan, lagipula semua bahan ini kemungkinan tidak bisa terbarukan. Dengan kondisi sekarang produksi pasti akan berhenti jadi ada baiknya kalau kita mencuri start duluan!"


"Jadi, Alex kamu ingin kita untuk mengumpulkan lebih banyak makanan dan barang-barang? Kita akan memulai menimbun lagi?" Tanya Dave.


Alex lalu menjawab pertanyaan paman, "Benar paman meskipun yang kita miliki lebih dari cukup untuk kita dan kita juga bisa menanam di dalam ruang Leana. Tetapi akan sangat di sayangkan kalau kita membiarkan semuanya begitu saja. Selagi ada kesempatan harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Lagipula dalam kondisi sekarang yang paling kekurangan adalah makanan dan bahan yang habis di pakai. Dengan kita menyimpannya ini bisa membantu yang lain kalau di butuhkan!"


Setelah mendengar penjelasan Alex keluarga merasa apa yang di katakan Alex itu benar adanya. Makanan dan barang-barang ke depannya kemungkinan besar tidak akan di produksi lagi.


Dan tidak semua orang yang punya ruang seperti Leana yang bisa memuat banyak barang akan sangat di sayangkan kalau semua hal ini terbuang sia-sia. Lagipula bagi manusia tidak ada yang katanya mencukupi kalau bisa mendapatkan lebih mengapa tidak!


"Lagipula aku rasa barang-barang ini bisa kita jadikan alat untuk transaksi ke depannya! Jangan lupa dunia sekarang di mana-mana mengalami kekacauan dan uang tidak punya artinya lagi yang paling manusia butuhkan adalah makanan oleh karena itu hal ini bisa kita manfaatkan buat ke depannya!" Ujar nenek.


Keluarga yang mendengarnya pun langsung tersadar dengan perkataan nenek. Benar kita bisa melakukan transaksi dan juga kita juga bisa membantu orang yang perlu di bantu.


Oleh karena itu semua keluarga menjadi sangat bersemangat. Selagi keluarga berdiskusi bahan untuk memasak hotpot sudah selesai di siapkan tinggal di masak saja.


Kakek lalu memanggil semua keluarga untuk datang ke meja makan, "Ayo...makan! Ini aku ada buat bubur sebelum makan hotpot kalian harus makan bubur dulu agar perut tidak sakit karena kita semua sudah beberapa hari belum makan. Kalau langsung makan hotpot takut perut bisa sakit" Kata kakek kepada seluruh keluarga.


Seluruh keluarga yang mendengar panggilan kakek langsung mendatangi ruang makan. Begitu melihat bubur dan hotpot seluruh keluarga tidak sungkan lagi untuk langsung memakannya karena sudah kelaparan.


...*****...


Setelah beberapa saat mereka semua pun selesai makan bubur dan hotpotnya. Setelah selesai makan seluruh keluarga berkumpul di ruang tamu lagi.


"Apa menurut kalian kita harus membunuh zombie?" Tanya David.


Leana yang melihat ke ragu-raguan keluarga itu mau tidak mau berkata, "Aku rasa itu harus di lakukan! Kita harus bunuh zombie kalau tidak kita yang akan di bunuh! Selain itu kita harus memperhatikan gerak gerik zombie untuk tahu kelemahannya dan apa yang membuat zombie tertarik agar ke depannya kita bisa menghindarinya. Kita juga harus tahu gimana cara membunuh zombie!"


"Jadi, besok kita harus berlatih membunuh zombie ya..." Ucap Mimi dengan nada suara enggan.


Leana hanya bisa menganggukkan kepala pada ibunya sebagai jawaban pertanyaan tersebut. Seluruh keluarga hanya bisa menghela nafas karena mereka sudah tidak bisa menghindari hal ini lagi, mereka harus membunuh para zombie kalau mereka tidak mau di bunuh.


Di tengah suasana yang membuat depresi, tiba-tiba terdengar suara barang pecah. Keluarga yang mendengarnya pun menjadi kaget lalu melihat arah suaranya dan melihat Gery yang telah memecahkan meja kecil di ruang tamu.


Gery yang melihat seluruh pandangan keluarga tertuju padanya merasa malu, sambil memegang belakang kepala Gery lalu menjelaskan "Maaf, Aku tidak bermaksud memecahkan mejanya tadi aku terpleset sewaktu mau berdiri lalu untuk menstabilkan diri aku meraih mejanya tapi entah kenapa mejanya langsung pecah" Ujar Gery.


Keluarga yang heran langsung melihat ke meja kecil yang terbuat dari lapisan kaca yang tebal. "Sial, aku di tipu! Sewaktu membeli meja ini sales penjualnya berkata meja ini anti retak kecuali di hantam dengan benda keras meja ini tidak akan retak. Buktinya Gery hanya pegang saja sudah retak!" Kata kakek dengan nada kesal.


Dave yang mendengar perkataan ayahnya itu langsung melihat mejanya dengan teliti. Dave yang sudah lama berkecimpung dalam usaha furnitur itu sangat tahu kualitas meja yang di beli ayahnya.


Seperti yang di katakan sales pada ayahnya kualitas meja ini memang yang seperti di bilang tapi Dave tidak mengerti kenapa Gery bisa memecahkan meja ini.


"Papa...jangan marah dulu karena kualitas meja ini memang seperti yang di bilang oleh salesnya Dave bisa menjamin ini karena Dave juga pernah menjual meja yang sama. Cuma Dave tidak mengerti kenapa Gery bisa memecahkan mejanya!" Kata paman dengan nada heran.


Alex yang mendengar perkataan paman langsung menuju meja tersebut lalu mencoba memecahkan mejanya dengan sepenuh kekuatannya tapi hasilnya meja tersebut tidak pecah keluarga yang melihat itu menjadi tambah heran di buatnya. Leana yang melihat itu awalnya juga heran tapi langsung sadar karena ingat mimpinya.


"Gery jangan-jangan kamu punya kekuatan super yaitu tipe penguatan. Kalian lupa manusia yang terkena hujan darah akan berubah menjadi manusia super, zombie, atau tetap menjadi manusia biasa? Nah...aku rasa Gery telah berubah menjadi manusia super! Gery apakah kamu ada merasa aneh dalam tubuhmu?" Tanya Leana dengan penasaran.


Keluarga yang mendengar perkataan Leana langsung teringat dengan mimpi Leana. Lalu seluruh keluarga melihat ke Gery dengan tatapan semangat.


Gery yang di tanya Leana dan yang di tatap oleh seluruh keluarga hanya bisa menjawab "Tidak, aku tidak merasa ada yang aneh!" Kata Gery sambil menggeleng-gelengkan kepala.


Alex yang merasa perkataan istrinya itu memang benar lalu meminta Gery untuk mencoba memecahkan mejanya kembali.


Gery merasa perkataan Leana pasti salah tetapi karena melihat keluarga yang begitu antusias mau tidak mau dia melakukan sesuai perkataan Alex. Gery yang hanya memegang kaca mejanya dengan ringan itu terkejut karena kacanya pecah lagi.


Melihat kacanya pecah seluruh keluarga langsung gembira karena itu berarti Gery memang telah membangunkan kekuatan super tipe penguatan.


Sedangkan Gery hanya bisa binggung dengan kekuatan yang di perolehnya karena menurutnya kekuatan yang di milikinya lemah tidak keren sama sekali. Gery lalu merasa sedih dengan kekuatan yang dia peroleh.