The Wander Caravan

The Wander Caravan
SPBU (3)



Bab 42


Setelah pemikiran Alex yang tidak di sengaja tersebut, Alex merasa di dalam tubuhnya ada energi yang aneh. Alex merasa kenal dengan energinya.


Ini mirip seperti energi petirnya tapi di saat bersamaan juga Alex merasa energi ini jauh lebih lemah dari energi yang dia rasakan waktu pertama kalinya. Oleh karena itu Alex merasa energi yang dia rasakan ini terasa aneh.


Alex merasa energi tersebut sama seperti energi petirnya tapi energinya jauh lebih lemah dibandingkan dengan energi petirnya. Dan dia merasa energi ini kayak memaksa untuk keluar dari tubuhnya.


Di dorong dengan rasa penasaran Alex membiarkan energi itu keluar dari tubuhnya. Dan pada saat energi tersebut keluar tangan kiri Alex di liputi dengan api.


Api yang dipancarkan tersebut berwarna biru. Tapi anehnya adalah tangan Alex yang di liputi oleh api tidak terbakar dan Alex juga tidak merasakan panasnya api.


Melihat api yang terkumpul di tangan kirinya itu, Alex memutuskan untuk langsung melemparkannya ke arah kerumunan zombie yang datang menghampiri mereka.


Api yang terlempar itu langsung membakar zombie yang menghampiri, setelah Alex melempar apinya dia merasa antara api yang di lempar dengan dirinya memiliki hubungan erat.


Alex merasa dia bisa mengontrol api yang di lemparkan tersebut. Dengan sifat coba-coba Alex memutuskan untuk mengontrol besar api yang di keluarkan.


Alex langsung memutuskan memperbesar api yang di lempar pada zombie. Lalu Alex melihat api tersebut langsung berkobar secara tiba-tiba.


Api yang berkobar langsung membakar zombie lainnya yang berada di dekat zombie yang terbakar untuk pertama kalinya.


Setelah sekitar 10 menit sekitar 5 zombie terbakar habis tanpa ada tulang yang tersisa hanya menyisakan inti kristal zombie.


Tapi Alex kembali melihat keanehan apinya yang telah membakar zombie sampai tidak bersisa tersebut, apinya tidak mati tetapi juga tidak membakar daerah di sekitar api. Padahal zombienya sudah habis terbakar.


Alex juga tidak merasa sakit ataupun menjadi lemah setelah memakai kekuatannya seperti pada saat dia memakai kekuatan petirnya.


Karena melihat apinya tidak mati Alex mencoba lagi untuk memanggil api yang di lepaskan untuk kembali ke dirinya sendiri di dalam benaknya.


Setelah melakukan ini tiba-tiba api yang ada di tanah langsung melesat ke arahnya. Leana yang ada di belakang Alex melihat api yang menghampiri Alex secara tiba-tiba menjadi sangat kaget dan tanpa sadar ingin menghalangi api yang datang tersebut.


Leana lalu memeluk Alex untuk menghalangi api yang datang, Alex yang di peluk oleh Leana secara tiba-tiba menjadi terkejut sejenak.


Tapi meski terkejut Alex juga bereaksi secara cepat, Alex yang di peluk oleh Leana langsung membalikkan tubuhnya sehingga Alex yang berada di belakang menjadi di depan.


Sewaktu Alex melakukan ini api yang datang menghampirinya langsung masuk ke dalam tubuhnya. Leana yang melihat ini menjadi kaget lalu menangis karena berpikir Alex terluka.


Leana merasa dia gagal lagi untuk melindungi Alex. Leana lalu menangis di pelukan Alex.


Alex yang melihat ini menjadi merasa bersalah lalu menjelaskan, "Sayang, jangan menangis aku baik-baik saja. Api itu adalah kekuatan keduaku, jadi api itu tidak akan melukaiku. Dan aku juga yang memanggil apinya untuk menghampiriku. Aku akan menjelaskannya nanti padamu. Sekarang sebaiknya kita mengatasi zombie lainnya lalu mengambil semua persediaan minyak yang ada disini."


Leana yang mendengar Alex baik-baik saja walau tidak mengerti tapi dia tetap menurut apa yang di katakan oleh Alex. Leana hanya memastikan secara sekilas bahwasannya Alex memang tidak terluka.


Untuk menghemat waktu mereka membagi tugas. Gery mengumpulkan semua mayat zombie yang mereka bunuh untuk dibakar.


Dave dan David mengisi minyak yang ada di tangki SPBU ke dalam drum-drum yang ada. Marie, Mimi, Elise dan Lusy menggali serta mengumpulkan inti kristal zombie.


Alex dan Leana mengumpulkan barang-barang yang ada di SPBU, pada saat pengumpulan barang Hyu memanggil Leana.


"Kakak ipar mobil pengangkut minyak ini masih penuh, isinya sama sekali tidak berkurang. Aku sudah mengeceknya tadi. Kakak bisa langsung menyimpannya." Ujar Hyu dengan nada bersemangat.


Alex dan Leana yang mendengarnya juga senang, tanpa menunda lagi Leana langsung menyingkirkan mobil pengangkut minyak tersebut ke dalam ruangnya.


"Kerja bagus!" Alex memuji Hyu atas kerja kerasnya. Hyu yang dipuji langsung tersenyum bodoh sambil menggaruk kepalanya seperti anak kecil.


Leana yang melihat tingkah Hyu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Hyu yang baru di puji lalu teringat dengan inti kristal yang dia ambil dari anjing zombie.


Karena itu Hyu segera mengeluarkan inti kristal tersebut lalu menunjukkan pada Alex. "Kak, aku mendapatkan inti kristal ini dari anjing zombie yang aku lawan. Aku tidak tahu apakah inti kristal ini berguna atau tidak. Meskipun begitu aku tetap menggalinya, dari 6 anjing zombie aku mendapatkan 3 inti kristal. Aku juga melihat inti kristalnya berbeda dari inti kristal manusia zombie."


Alex dan Leana yang mendengar itu adalah inti kristal anjing zombie langsung melihat inti kristalnya dengan penasaran untuk melihat perbedaannya.


Benar saja setelah mereka melihatnya inti kristal tersebut memang jauh berbeda. Inti kristal manusia zombie berukuran sebesar kacang tanah dan berwarna abu-abu sedangkan inti kristal anjing zombie berukuran sebesar kelereng dan berwarna putih susu.


Alex dan Leana saling memandang karena mereka tidak tahu fungsi masing-masing inti kristal ini dan pengaruhnya apa pada kemampuan manusia. Saat ini yang mereka ketahui fungsi inti kristal untuk RV.


"Leana simpan saja dulu mana tahu ke depannya akan terpakai!" Ujar Alex. "Ehm...baiklah" sahut Leana lalu mengambil inti kristal anjing zombie untuk di simpan.


"Joe dan Hyu kalian ikut aku untuk memeriksa bagian dalam. Tee dan Top kalian jaga di luar kalau ada yang datang panggil kami. Kalau ada zombie langsung habisi saja. Kalau perlu Tee kamu boleh pakai pistolmu" Ucap Alex memberikan perintah kepada mereka berempat.


"Siap laksanakan." Jawab mereka berempat. Lalu Joe dan Hyu segera mengikuti Alex untuk mengecek di dalam bangunan SPBU sedangkan Tee dan Top tetap di luar untuk menjaga.


Sesampainya di dalam Leana melihat ada mini market lalu bertanya kepada mereka bertiga, "mau masuk?"


"Masuk lihat keadaan di dalam." Ujar Alex lalu memutuskan untuk masuk ke dalam di ikuti oleh Joe dan Hyu.


Mereka juga berjaga-jaga dan waspada kalau-kalau di dalam ada zombie atau manusia yang punya niat buruk.


Setelah mereka bertiga mengecek keadaan di dalam aman. Alex lalu memanggil Leana untuk masuk ke dalam.


Setelah masuk ke dalam Leana melihat barang-barang di dalamnya, "Apa kita perlu menyimpan ini?"


"Tinggalkan makanan dan minuman, makanan beku, es krim, dan barang lainnya di simpan" Tegas Alex langsung.


Karena Alex berkata begitu Leana langsung memasukkan semua barang kecuali makanan dan minuman.