
Bab 63
Leana yang saat ini sedang memeluk Alex, tiba-tiba merasakan pergelangan tangannya basah. Merasakan ini Leana menundukkan kepalanya, dia langsung melihat Alex yang sedang menangis. Melihat suaminya yang sangat tangguh tiba-tiba menangis karenanya Leana juga merasa sangat berat hati tapi tidak ada yang bisa dia lakukan lagi.
Karena Leana tahu karena masalah ini telah membuat ibu mertuanya menjadi tidak suka padanya. Leana juga tidak mau membuat hubungan ibu dan anak menjadi renggang karena dia. Leana juga tidak mau Alex berada diposisi harus memilih salah satu dari 2 orang yang disayanginya. Oleh karena itu Leana memilih untuk mengalah.
Karena ketidak berdayaan, Leana dan Alex hanya bisa diam-diam menangis bersama. Marie yang sadar dia telah salah paham pada menantunya dan juga melihat putranya yang sangat tegar menjadi menangis karena akan berpisah dari istrinya menjadi merasa sangat bersalah.
"Ehem...kalian berdua jangan menangis lagi. Tidak ada yang suruh kalian berpisah bukan? Dan juga Leana...mama tidak pernah menyalahkanmu atas apa yang Alex alami. Mama hanya sedikit salah paham kepadamu saja." Jelas Marie dengan nada canggung pada menantunya.
Leana yang mendengar penjelasan ibu mertuanya menjadi bingung sehingga tidak langsung merespon Marie. Tapi setelah beberapa saat Leana menjadi senang karena tahu dia tidak perlu berpisah dari suaminya. Meskipun begitu Leana tidak mengerti tentang maksud dari ibu mertua yang salah paham kepadanya.
"Mama salah paham apa kepadaku? Aku tidak mengerti? Memang apa yang aku lakukan atau katakan yang membuat mama salah paham?" Tanya Leana pada ibu mertuanya tentang kesalah pahamannya. Alex yang juga mendengar perkataan Marie juga bingung kenapa mamanya bisa salah paham pada istrinya.
Marie yang melihat mata Alex dan Leana yang bertanya-tanya kepadanya lalu menjelaskan apa yang dia pikirkan selama ini. "Mama pikir karena kondisi Alex saat ini kamu merasa terbebani makanya kamu minta untuk berpisah dari Alex. Meskipun kamu mengatakan ingin berpisah dari Alex karena merasa bersalah tapi mama pikir itu hanya alasanmu saja untuk minta pisah dari Alex. Maaf mama telah salah paham padamu"
Leana yang mendengar itu pun merasa lega hatinya karena ibu mertuanya tidak salah paham lagi. "Mama tidak perlu minta maaf kepadaku. Aku juga tidak menyalahkan mama karena berpikir seperti itu. Karena menurutku wajar untuk seorang ibu untuk mengkhawatirkan dan memikirkan anaknya setiap saat. Apalagi dengan kondisi Alex saat ini pikiran mama menjadi seperti itu pasti karena rasa khawatir mama pada Alex. Jadi aku tidak marah sama mama apapun yang mama pikirkan kok."
Setelah mendengar ini Marie juga merasa lega hatinya karena menantunya tidak menyalahkan dirinya atas apa yang dia pikirkan. Alex juga setelah mendengar semuanya juga menjadi lega dan senang karena tidak perlu berpisah dari istri tercintanya. Elise yang sedari tadi mendengar dan memperhatikan semuanya juga menjadi lega dan bersyukur karena keputusan yang dia buat tidak salah.
Karena kalau dia mengambil tindakan secara tergesa-gesa maka bisa saja masalah menjadi tambah runyam. Kesalahan yang dibuat oleh Marie akan diulangi olehnya. Kesalah pahaman tidak akan teratasi maka akan menjadi besar jadinya.
Melihat kesalah pahaman berhasil diatasi dan hubungan cucunya juga baik-baik saja Elise lalu mendekati Alex untuk mengecek kondisinya. Awalnya Elise mengecek dengan peralatan kesehatan hasilnya tidak ada yang salah pada tubuh Alex. Oleh karena itu Elise juga mengecek dengan kemampuan yang baru dia dapatkan hasilnya juga sama tubuh Alex baik-baik saja.
"Tubuh Alex baik-baik saja, dia hanya butuh beberapa waktu untuk sembuh total. Gejalanya saat ini hanya sementara waktu saja. Aku sudah memeriksa dengan perlengkapan medis dan juga dengan kekuatan. Tidak ditemukan kesalahan pada tubuhnya ataupun luka dalam pada Alex. Jadi kalian tenang saja."
Marie yang mendengar hasil pemeriksaan Alex baik-baik saja juga merasa bahagia. "Benarkah...bagus sekali! Terima kasih Elise karena telah membantu menyembuhkan Alex."
"Tidak masalah. Tidak perlu berterima kasih karena Alexkan juga cucu menantuku jadi sudah sewajarnya aku untuk mengobatinya." Ucap Elise dengan senyum diwajahnya yang telah tua.
Untuk Leana yang mendengar suaminya baik-baik saja dan gejalanya saat ini hanya sementara waktu saja juga merasa sangat bahagia lalu untuk mengungkapkan perasaan senangnya dia mencium suaminya di seluruh wajahnya. Elise dan Marie yang melihat tingkah laku Leana pun menjadi tertawa. Dengan tertawa ini mereka yang selama ini berada dalam tekanan berat akhirnya merasa bebas dari tekanan yang selama ini mereka rasakan.
...*****...
Top yang pergi meninggalkan orang Leana juga langsung pergi menemui orang Joe. Setelah bertemu dia langsung melaporkan kondisi Leana pada Joe dan David.
"Leana dan yang lainnya menghadapi harimau yang bermutasi dalam proses melawan harimau kakek Luke menjadi terluka parah karena melindungi nenek Elise. Harimaunya juga telah dibunuh oleh Leana. Untungnya harimau yang mereka hadapi tidak memiliki kecerdasan dan kulit keras seperti ular jadi gampang dibunuh pakai pistol. Nenek Elise dan yang lainnya baik-baik saja tidak ada luka sama sekali. Sedangkan untuk Alex masih belum sadarkan diri. Aku menduga kemungkinan besar para binatang di hutan ini sudah mulai pada sadar dari komanya. Karena itu aku merasa sebaiknya kita segera pergi dari sini langsung ke goa senjata setelah itu pergi dari hutan ini sebelum kondisinya semakin berbahaya."
David yang mendengar ayahnya terluka parah menjadi kaget lalu khawatir karena ayahnya sudah tua takut tidak bisa bertahan dari luka yang dialaminya. Dia ingin segera pergi menemui ayahnya tapi tidak bisa meninggalkan Dave dan Gery yang juga terluka.
David hanya bisa menghibur dirinya dengan berpikir ibu dan anaknya ada bersama ayahnya jadi mereka pasti bisa menyembuhkan ayahnya. Apalagi ibunya adalah seorang dokter hebat dan putrinya memiliki semua obat-obatan dan perlengkapan kedokteran yang mereka butuhkan jadi ayahnya pasti akan baik-baik saja. Lagipula istrinya dan adik iparnya juga bisa membantu ibunya.
Setelah memikirkan ini David menjadi lebih tenang dan tidak panik lagi. Berbanding terbalik dengan Joe setelah mengetahui situasi saat ini dari Top. Dia merasa situasi sekarang sangat tidak kondusif bagi mereka untuk melanjutkan karena banyak dari tim mereka yang terluka di misi ini.
Joe lalu menimbang untuk melanjutkan atau segera pergi dari hutan ini yang lebih baik sebelum semua binatang di hutan ini sadar dari koma mereka. Joe lalu mengeluarkan peta dari tas ranselnya dan mulai menghitung waktu yang dibutuhkan untuk pergi meninggalkan hutan ini dan juga menghitung dari posisi mereka saat ini menuju ke goa senjata.