The Wander Caravan

The Wander Caravan
Joe, Tee, Top, Hyu



Bab 34


Nama Joe muncul di layar handphonenya. Alex yang melihatnya langsung menjawab telpnya. "Hallo...Joe kamu baik-baik saja?" Sahut Alex setelah menerima panggilan.


"Kak...kakak di mana semuanya baik-baik saja kan?" Jawab Joe tergesa-gesa.


"Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu dan yang lainnya, kalian baik-baik sajakan? Sekarang kamu ada di mana?" Ucap Alex setelah mendengar pertanyaan Joe.


Joe yang mendengar Alex baik-baik saja langsung melepaskan rasa khawatirnya selama ini.


"Kami semua baik-baik saja. Sekarang aku, Tee, Top dan Hyu ada di Apartemenku. Kami tidak tahu apa yang terjadi tiba-tiba kami semua mengalami demam lalu tidak berapa lama kami semua pingsan, karena aku ingat kakak mengatakan kalau demam jangan di rawat di rumah sakit kami semua memutuskan untuk di rumah saja baru tadi pagi kami semua sadar." Kata Joe sambil menjelaskan sama Alex keadaan mereka semua.


Alex yang mendengar semua adik-adik angkatnya kondisi mereka baik-baik saja langsung merasa lega. Tapi masalahnya sekarang adalah apa yang harus di lakukan, Alex sangat ingin membawa serta adik-adik sekaligus teman seperjuangannya.


Tapi Alex khawatir keluarga tidak setuju membawa orang luar masuk apalagi Leana memiliki rahasia yang sangat besar. Yang berisiko kalau sampai rahasia Leana ketahuan. Tetapi kalau hanya mengandalkan kekuatan mereka saja untuk saat ini tidak masalah tapi ke depannya siapa yang tahu.


Alex yang sering mengambil keputusan cepat selama hidupnya mengalami dilema dalam mengambil keputusan saat ini karena mempertimbangkan kedua sisi.


Di mana satu sisi istri dan keluarga tercintanya sedangkan sisi lainnya adalah adik-adik sekaligus teman seperjuangan yang telah mengalami hidup dan mati bersama-sama.


Orang-orang ini merupakan orang terpenting dalam hidup Alex. Dia tidak mau sampai salah langkah sehingga menyesal di kemudian hari. Tetapi kalau di suruh memilih Alex akan memilih istri dan keluarganya.


Tapi, Alex juga ingin mencoba untuk menyelamatkan adik-adiknya. Karena Alex tidak bisa langsung mengambil keputusan hanya bisa mencoba bertanya apa yang ingin Joe lakukan terlebih dahulu karena mungkin saja Joe memiliki rencana lainnya.


Sambil berpikir begitu Alex lalu bertanya sama Joe, "Lalu sekarang apa yang ingin kalian lakukan? Apa kamu ada rencana ke depannya"


Joe yang mendengar pertanyaan tersebut tahu saat ini Alex pasti dalam dilema dalam mengambil keputusan. Joe yang sudah mengenal Alex sejak masa kanak-kanak sangat tahu sifatnya.


Joe tahu Alex tidak akan meninggalkan mereka apa pun yang terjadi tapi dalam kondisi saat ini yang telah berubah Alex harus memilih di antara mereka atau keluarganya sehingga tidak bisa mengambil keputusan langsung.


Joe mengerti bagi Alex keluarga adalah prioritas pertamanya apapun yang terjadi setelah keluarga barulah adik dan rekan-rekan seperjuangannya.


Dan jujur saja Joe merasa keputusan Alex itu sudah benar kalau Joe berada di posisi Alex dia juga akan mengambil keputusan untuk melindungi keluarganya tapi sayang mereka berempat yatim piatu yang di tinggalkan oleh orangtua mereka.


Dan saat ini keluarga mereka hanya ada mereka berempat di tambah Alex sebagai kakak sulung. Sewaktu masa kanak-kanak mereka berempat bersumpah apapun yang terjadi mereka akan selalu mengikuti Alex.


~Flashback~


Joe, Tee, Top, dan Hyu adalah yatim piatu mereka berempat di tinggalkan di panti asuhan Elisabeth sewaktu mereka masih bayi. Mereka di besarkan oleh para suster di panti asuhan sampai mereka berumur 15 tahun.


Karena nasib yang sama dan mereka tinggal di kamar yang sama membuat mereka berempat yang tidak punya keluarga tapi menginginkan keluarga memutuskan untuk menjadi satu keluarga dengan Joe yang paling besar menjadi kakak sulung, Tee sebagai kakak kedua, Top sebagai kakak ketiga, dan Hyu yang paling kecil.


Tapi itu semua berubah ketika mereka bertemu dengan Alex sewaktu mereka TK. Mereka yang yatim piatu selalu di remehin dan di ejek oleh anak-anak lain karena tidak punya orang tua telah mengubah sifat mereka menjadi mudah marah dan selalu bertengkar dengan anak-anak lain. Sehingga mereka berempat di cap sebagai anak nakal.


Sewaktu bertemu dengan Alex mereka berempat sangat membencinya karena dia selalu di antar oleh orangtuanya setiap hari. Sehingga membuat mereka berempat membencinya karena iri dan cemburu.


Karena mereka tidak suka kebersamaan Alex dengan orangtuanya mereka berempat langsung menjaili dan selalu membuat masalah sama Alex agar mereka bisa bertengkar tetapi Alex tidak pernah menggubris mereka sama sekali sehingga membuat mereka bosan hingga akhirnya tidak peduli lagi sama Alex.


Mereka juga berpikir Alex tidak menggubris mereka karena Alex menganggap remeh mereka sama seperti anak yang lain ternyata mereka salah.


Mereka tahu anggapan mereka salah karena pada saat mereka hendak pulang sekolah Hyu yang terkecil tidak sengaja hampir tertabrak mobil yang melaju kencang di jalan Joe, Tee, dan Top yang ada di depan Hyu tidak menyadarinya hanya Alex yang ada di belakang Hyu yang tahu.


Alex yang melihat Hyu akan di tabrak mobil langsung berlari kencang memeluk Hyu untuk melindunginya. Karena Alex yang bertindak cepat Hyu tidak terluka akibat kecelakaan tersebut tetapi Alex mengalami cedera ringan di tangan kanannya.


Alex yang mengalami cedera ekspresi wajahnya sama sekali tidak berubah ataupun merasa takut. Setelah kejadian tanpa bilang apa-apa Alex lalu pergi meninggalkan mereka.


Tetapi semenjak itu prasangka buruk mereka pada Alex berubah. Meski tidak berbicara sama sekali tapi mereka mulai mengikuti Alex kemanapun.


Alex yang di ikuti sama sekali tidak menggubris mereka dan tidak berbicara sama sekali tapi meskipun begitu mereka berempat merasa senang karena merasa ada orang lain yang bisa menerima mereka. Karena itu mereka selalu bersama-sama tidak berpisah lagi di manapun Alex bersekolah mereka juga sekolah di sana.


Meski tidak berbicara mereka tahu Alex telah menerima mereka karena Alex selalu memberikan petunjuk kepada mereka seperti di mana dia akan bersekolah, setiap ada piknik Alex selalu membawa 5 bekal meskipun bekal tersebut hanya di letakkan di atas meja mereka.


Mereka juga tahu Alex diam-diam bertanya dengan guru tentang di mana mereka tinggal, dll.


Hubungan ini berlanjut sampai mereka SMP, karena mereka berempat yang sudah terbiasa berkelahi tanpa sengaja mereka menyinggung preman setempat.


Karena perbedaan usia dan kemampuan mereka berempat di pukuli habis-habisan di saat mereka berempat berpikir mereka akan mati di pukuli Alex muncul membantu mereka.


Setelah Alex berhasil mengatasi para preman dia lalu menelepon rumah sakit dan orangtuanya untuk melaporkan apa yang terjadi.


Pada saat itulah Alex berbicara kepada mereka dan mengenalkan orangtuanya. Dan karena ini juga Joe, Tee, Top, dan Hyu pertama kali merasakan di rawat oleh orangtua karena Marie dan Paul (Ayah Alex) merawat mereka seperti anak sendiri.


Marie juga bercerita dan membagi pengalamannya yang juga seorang yatim piatu pada mereka. Yang akhirnya membuat mereka berempat menjadi sadar. Tidak masalah mereka yatim piatu.


Tidak punya orangtua bukan berarti mereka harus malu ataupun membenci orang dengan sekelilingnya tapi justru mereka harus berusaha untuk menjadi orang berguna untuk diri sendiri dan juga bagi masyarakat sehingga tidak ada seorangpun yang akan menghakimi anak yatim piatu.


Dan karena melihat seragam yang di pakai Paul dan tahu cita-cita Alex mereka juga memutuskan untuk menjadi perwira khusus dengan niat untuk menjadi pelindung Alex.


Mereka harus di rawat karena luka-luka yang serius dan mereka tidak punya uang sehingga orangtua Alexlah yang membayar biaya rumah sakit mereka.


Dan semenjak itu Alex telah menjadi kakak tertua mereka. Alex juga selalu merawat dan menjaga mereka sama seperti kakak laki-laki pada umumnya.


Bahkan pada saat mereka salah Alex langsung menghukum mereka tanpa ampun meski begitu mereka merasa sangat bahagia karena akhirnya mereka memiliki keluarga lain yang mereka inginkan sejak lama.


~Flashback end~