The Wander Caravan

The Wander Caravan
Mengenalkan RV kepada kakek nenek



Bab 22


Leana yang mendengar nasehat kakek pun merasa hatinya menjadi hangat karena kasih sayang yang ditunjukkan kakeknya.


"Baiklah kakek Leana janji tidak akan terburu-buru dan tidak akan stress untuk memikirkan masalah energi untuk RV. Semalam kakek kan mengatakan ingin melihat RV nya. Bagaimana kalau sekarang kita pergi melihat RV nya" kata Leana.


Kakek yang mendengar perkataan Leana pun menjadi semangat untuk melihat RV yang dibilang memiliki teknologi dari dimensi lain itu. Kakek juga sudah lama penasaran tentang RV semenjak Alex membahas RV. Karena itu kakek sudah tidak sabar untuk segera pergi melihatnya.


Leana yang melihat kakek begitu bersemangat pun tidak menunda waktu lagi untuk melihat RV nya. Segera Leana mengambil kunci RV nya lalu membawa kakek neneknya ke garasi rumah untuk melihat RV tersebut.


Karena garasi rumah sempit dan gelap, Leana pun meminta kakek untuk memindahkan RV ke halaman rumah. Kakek pun menghidupkan RV dan memindahkan RV nya ke halaman rumah.


Setelah RV nya dipindahkan keluar. Leana dan nenek pun langsung masuk ke dalam RV. Begitu masuk nenek pun melihat interior dalam yang mewah beda jauh dengan interior luarnya yang nampak biasa saja.


"Bagaimana nenek interior dalamnya bagus kan?" tanya Leana. Nenek yang mendengar pertanyaan Leana itu pun menjawab iya.


Nenek tidak menyangka didalam RV akan sebagus ini. Lalu Leana pun membawa nenek dan kakek yang baru saja datang menghampirinya untuk mengenalkan isi didalamya.


Leana pun pertama-tama membawa kakek neneknya untuk mengenal lantai 1 RV yang terdiri dari ruang tamu, dapur, ruang makan, toilet, dan 2 kamar tidur yang kecil.


Setelah itu Leana pun membawa kakek nenek ke lantai 2, Leana pun menjelaskan untuk lantai 2 isinya kamar semua. Di lantai 2 terdapat 8 kamar, 1 kamar master bedroom selebihnya kamar kecil dengan tempat tidur susun.


Sesudah itu Leana membawa kakek nenek ke atap RV. Leana pun menjelaskan di atap RV kita bisa duduk berjemur dan juga Leana berencana untuk memasang solar panel sehingga mereka tidak perlu khawatir dengan listrik di dalam RV kedepannya.


Setelah membawa kakek nenek melihat atap RV Leana pun membawa kakek nenek kembali ke lantai 1. Sesampai lantai 1 nenek pun menuju ke dapur dan melihat di dapur terdapat kulkas 2 pintu dan juga ada microwave.


Nenek puas dengan adanya kulkas 2 pintu berarti mereka bisa menyimpan lebih banyak makanan. Nenek pun melihat di ruang tamu RV terdapat rak-rak yang bisa digunakan untuk menyimpan barang-barang.


Nenek pun bertanya apakah Leana punya rencana untuk merombak lantai 1. Leana yang mendengar pertanyaan nenek pun mengatakan dia tidak berencana merombak yang sudah ada tetapi Leana akan menambahkan beberapa hal seperti oven, mengganti kompornya menjadi kompor tanam dengan 3 tungku api, penyedot asap untuk dapur, dan ac yang bisa panas maupun dingin. Jadi mereka tidak perlu takut panas maupun dingin apabila kelak cuacanya tidak menentu.


Leana juga akan meminta Alex untuk memasang kaca dengan kaca antipeluru. Leana mengatakan rencananya itu saja. Kakek neneknya pun setuju dengan rencana Leana.


Lalu nenek bertanya bagaimana dengan pembagian kamarnya. Leana pun mengatakan terserah keluarga mau pilih yang mana saja. Pastinya kakek dan nenek 1 kamar, papa dan mama 1 kamar, mama mertua 1 kamar, paman dan bibinya 1 kamar, dia dan Alex 1 kamar, dan Gery 1 kamar sisa kamarnya dibiarkan begitu saja.


Kakek pun menanyakan kepastian dengan Leana, "apa kamu yakin akan memakai RV ini sebagai transportasi keluarga untuk kedepannya? Apakah kamu tidak berencana untuk menyiapkan beberapa mobil cadangan lagi? Dan apakah kita tidak perlu menyiapkan beberapa sepeda motor? Bagaimana kalau RV ini tidak bisa lewat karena body mobil yang terlalu panjang dan besar?"


Leana yang mendengar perkataan kakek pun menjadi gelisah karena dia belum kepikiran sampai kesana.


Kakek yang mendengarnya pun puas dengan keputusan Leana tetapi tidak dengan nenek karena nenek kepikiran dengan dana mereka.


"Leana apa tidak masalah kalau kita membeli mobil dan sepeda motor lagi?apa dana kita cukup?" tanya nenek dengan nada cemas.


Leana yang mendengarnya hanya bisa menjawab "aku tidak tahu nenek dananya cukup atau tidak tapi kita akan mengusahakan semampu kita apalagi Alex, papa, dan paman telah memutuskan untuk menjual rumah harusnya dana itu cukup untuk membeli beberapa mobil dan sepeda motor. Tapi untuk kedepannya kita tidak tahu apakah kita perlu membeli yang lainnya tidak karena seperti yang diketahui list yang dibuat awal sudah direvisi dan ditambah berulang kali jadi hal ini tidak bisa kita pastikan punya" kata Leana dengan nada ragu-ragu.


Kakek dan nenek yang mendengarnya pun hanya bisa terdiam karena apa yang dibilang Leana itu memang benar mereka selalu menambah list barang yang mau dibeli.


Baru kali ini aku merasa barang-barang yang perlu dibeli sangat banyak dan tidak ada habisnya mau punya banyak dana ditangan pasti tidak akan cukup untuk digunakan batin nenek dalam hati.


Sedangkan kakek berpikir yang mereka kumpulkan sekarang masih jauh dari kata cukup. Kelihatannya masih banyak yang mereka butuhkan tapi belum terpikirkan oleh mereka, karena itu mulai sekarang harus dipikirkan baik-baik apalagi yang mereka butuhkan lagi.


Leana yang melihat kakek neneknya termenung itu merasa sedih dalam hati. Sebenarnya dia sangat berharap mimpinya tentang kiamat tidak akan terjadi karena Leana khawatir dengan kakek neneknya yang sudah tua.


Apakah kakek neneknya bisa melewati kiamat ini dengan baik itu yang selalu dipikirkannya. Dia juga khawatir apakah dia bisa melindungi keluarganya dengan kemampuannya sekarang?


Leana juga sering berpikir apalagi yang harus dilakukannya untuk memastikan keluarganya akan baik-baik saja dan bisa melewati semua cobaan ini.


Karena selalu memikirkan ini Leana pun bertekad dia harus menjadi lebih kuat agar bisa melindungi orang-orang yang disayanginya.


Karena itu Leana akan menganjurkan keluarganya untuk berlatih keras agar kalau kiamat benaran terjadi keluarganya memiliki kekuatan melawan ataupun melarikan diri pada saat terdesak.


Lagipula berlatih juga baik untuk kesehatan memikirkan ini Leana pun memutuskan akan membujuk keluarganya untuk berlatih bagaimanapun caranya tekad Leana dalam hati.


Setelah bertekad dan memutuskan untuk berlatih Leana langsung mengatakan pemikirannya kepada kakek neneknya.



...RV yang luarnya biasa saja...



...Interior dalam RV...