The Wander Caravan

The Wander Caravan
Menjemput Joe, Tee, Top dan Hyu (2)



Bab 37


Setelah membawa semua keluarga masuk ke dalam ruang Leana lalu pergi menemui Alex yang saat itu sedang mengendarai RV.


Sesampai di ruang kemudi Leana lalu duduk di samping Alex. Sambil melihat Alex yang sedang mengemudi Leana mengeluarkan beberapa snack dan coklat sebagai cemilan.


Alex yang melihat kelakuan Leana hanya bisa tersenyum melihatnya. Leana lalu membuka sebungkus coklat batangan lalu mengupas sepotong untuk di kasih ke Alex.


Alex yang melihat Leana menyuapinya sepotong coklat langsung membuka mulut untuk memakan coklatnya. Setelah itu Alex mengangkat tangan kirinya lalu mengusap kepala Leana dengan sayang.


"Jangan makan terlalu banyak karena tadi kita habis makan malam lo...awas nanti jadi gemuk" ucap Alex dengan nada memanjakan sembari tersenyum karena melihat Leana yang begitu menikmati coklatnya.


"Memang kenapa kalau gemuk apa kamu tidak akan mencintaiku dan akan meninggalkanku?" Hardik Leana sembari membuat ancaman mata agar Alex tidak sembarangan menjawab kalau masih sayang nyawanya.


Alex yang merasa kritis lalu cepat-cepat menggelengkan kepala sembari menjawab, "Mana mungkin biarpun gemuk tetap suka kok...kan kita sudah berjanji akan tetap bersama-sama sampai maut memisahkan!"


Leana yang mendengar jawaban Alex hanya mendengus huh...tapi dalam hati Leana tetap saja merasa puas dengan jawaban Alex karena suaminya masih ingat dengan ucapan janji pada saat pernikahan mereka.


"Aku tidak masalah kamu menjadi gemuk sayang tapi aku khawatir kalau kamu kebanyakan makan perutmu akan sakit. Dalam kondisi sekarang kita harus lebih menjaga kesehatan." Bujuk Alex agar Leana tidak terlalu banyak makan cemilan.


Leana yang mendengar perkataan Alex lalu melihat ke tumpukan cemilan yang baru saja dia keluarkan. Leana hanya tertawa karena memang terlalu banyak lalu Leana memasukkan kembali semua snacknya hanya menyisakan satu bungkus snack kentang.


"Sekarang sudah bolehkan?" Tunjuk Leana ke arah snacknya. Alex melirik ke arah yang di tunjuk Leana lalu menjawab, "Iya."


Sepanjang jalan Leana menemani sembari menyuapi Alex cemilan dan air untuk minum. Leana juga ada menemani Alex mengobrol agar Alex tidak merasa suntuk pada saat menyetir.


"Alex menurutmu ke depannya akan bagaimana? Apakah kita akan mendapatkan tempat yang aman untuk menetap? Atau menurutmu kita akan seperti sekarang tetap berada di jalan tanpa arah tujuan?" Kata Leana dengan mimik wajah sendu.


"Aku juga tidak tahu ke depannya akan bagaimana tapi yang pasti kita akan selalu bersama-sama aku berjanji akan selalu melindungi dan menjagamu apa pun yang terjadi oleh karena itu kamu tidak perlu khawatir. Mengenai apakah akan menemukan tempat atau seperti sekarang selalu di jalan aku tidak peduli asalkan kamu dan keluarga baik-baik saja! Asalkan kita bersama-sama kita pasti bisa melewati dan mengatasi apapun yang terjadi karena bagiku kamu dan keluarga adalah semangat dan nyawaku! Yang paling terutama adalah kamu Leana. Kamu adalah penyemangatku oleh karena itu kamu harus menjaga dirimu baik-baik" tutur Alex untuk menjawab Leana.


Leana yang mendengar perkataan Alex langsung merasa terharu lalu mencium pipi kiri Alex sembari berkata, "Apa yang kamu katakan itu benar! Asalkan ada kamu dan keluarga kita di sisiku maka di manapun itu akan selalu menjadi rumah bagiku. Jangan khawatir aku akan lebih berhati-hati dalam bertindak kamu juga harus begitu hati-hati dalam bertindak."


"Iya, aku akan berhati-hati ke depannya. Leana kalau nanti kamu ketemu orang Joe bilang saja kamu punya kekuatan super berupa ruang yang entah kenapa memiliki keunikannya seperti bisa mempertahankan kesegaran dan ruangnya tidak terbatas. Ini di lakukan agar kita masih bisa menyimpan barang-barang yang telah kita geledah dan supaya mereka juga tidak curiga barang-barang yang kamu keluarkan nantinya." Jelas Alex apa yang akan di katakan Leana nantinya.


"Baiklah aku tahu! Apakah kita sudah mau sampai? Karena kalau sudah mau sampai aku harus meminta keluarga kita untuk keluar!" Ucap Leana sambil melihat jalan di depannya.


Tidak berapa lama semua keluarga di bawa keluar cuma kakek yang masih tinggal di dalam. "Kakek mengatakan dia akan tetap di dalam untuk memasak makanan. Jadi kakek tidak mau ikut kita untuk menjemput orang Joe. Karena RV akan tinggal di luar paman akan tetap di dalam RV buat menjaga RV. Tidak masalahkan?" Tanya Leana pada Alex setelah keluar bersama keluarga lainnya.


"Aku rasa sebaiknya tidak semua ikut masuk ke dalam agar tidak terlalu ribut. Sebaiknya yang masuk hanya aku, kamu, papa, dan Gery agar cepat karena setelah dari sini kita akan menuju ke beberapa SPBU untuk simpan minyak! Sebenarnya kalau tidak mengingat kemungkinan orang Joe akan menyimpan barang mereka aku tidak akan mau membawamu Leana" Kata Alex langsung.


Keluarga yang mendengar rencana Alex juga berunding sebentar sebelum akhirnya sepakat dengan rencana Alex. Tidak berapa lama mereka pun sampai di apartemen milik Joe.


Setelah memarkir RV di dekat pintu masuk Alex, Leana, David dan Gery bergegas turun tidak lupa membawa senjata mereka masing-masing berupa pedang dan pistol untuk berjaga-jaga.


Di depan pintu Alex memasukkan sidik jarinya lalu membuka pintu apartemen Leana yang melihatnya binggung kenapa Alex punya hak akses untuk masuk padahal bukan salah satu pemilik apartemen. Tapi Leana tetap diam karena mereka perlu cepat-cepat untuk menjemput orang.


"Alex temanmu tinggal di lantai berapa?" Tanya Gery pelan pada Alex sambil berjalan masuk dengan hati-hati. "Joe tinggal di lantai 3. Kita naik tangga aja meskipun listrik masih hidup tapi lebih aman pakai tangga menghindari agar kita tidak terjebak di dalam lift." Jawab Alex sambil menunjuk ke tangga.


David, Leana dan Gery mengangguk tanda setuju. Lalu perlahan-lahan mereka naik tangga ke lantai 2. Sesampai di lantai 2 tiba-tiba muncul zombie laki-laki di depan tangga.


Alex yang berada di depan yang dari awal telah mempersiapkan diri langsung menebas di daerah dada zombie yang muncul tiba-tiba di depannya tetapi karena Alex bukan menebas kepalanya zombie tersebut tidak mati malahan tetap maju sambil berusaha untuk menggigit Alex.


Alex lalu menendang perut zombie yang ada di depannya. Tetapi zombie yang di tendang tidak seperti zombie sebelumnya yang langsung jatuh setelah di tendang zombie yang di lawan Alex masih berdiri teguh sambil menjulurkan tangan untuk mencengkram leher Alex.


Melihat zombie ingin meraih lehernya Alex langsung mengelak ke samping, sambil menunduk Alex menjegal kaki zombie untuk menjatuhkan zombie yang di lawannya. Setelah zombie jatuh Alex langsung menancapkan pedang ke kepala zombie tidak lupa Alex mengeluarkan inti kristalnya.


Pada saat Alex berkelahi dengan zombie laki-laki, 3 zombie lainnya yang ada di lantai 2 juga segera mendatangi mereka karena suara yang di buat dari perkelahian Alex dengan zombie barusan telah menarik zombie yang lainnya.


Segera David, Gery dan Leana memulai pertarungan mereka masing-masing untuk melawan zombie yang mendatangi mereka.


Tapi tidak seperti pertarungan sebelumnya, zombie yang mereka hadapi sekarang gerakan mereka lebih lincah daripada sebelumnya.


Walaupun masih agak kaku tetapi tidak sekaku sebelumnya dan zombie seperti punya kesadaran untuk melindungi kepala mereka. Alex yang telah selesai membunuh dan mengambil inti kristal zombie langsung berdiri, melihat Leana yang melawan zombie di depannya.


Alex lalu mendatangi Leana untuk membantunya. Setelah 5 menit kemudian mereka semua telah berhasil membunuh zombie yang mereka lawan.


Mereka juga mendapatkan 4 inti kristal tambahan yang telah mereka ambil dari zombie yang mereka bunuh.