The Wander Caravan

The Wander Caravan
Menjemput Joe, Tee, Top dan Hyu (3)



Bab 38


Setelah mengambil inti kristal mereka langsung lanjut naik ke lantai 3 di mana apartemen Joe berada.


Setelah mereka sampai di lantai 3 Alex yang masih jalan di depan untuk buka jalan di buat kaget dengan pemandangan di depannya karena ada sekitar 25 zombie berkerumun di depan pintu apartemen Joe.


Melihat pemandangan tersebut Alex lalu memilih mundur ke belakang setelah itu memutuskan berdiskusi dengan David, Leana dan Gery sebentar untuk mengatasi kerumunan zombie di depannya.


"Zombie yang ada di depan terlalu banyak untuk kita hadapi, aku menduga zombie di lantai 3 ini ada sekitar 25-an dengan kita berempat akan sulit untuk menghadapi para zombie." Ucap Gery dengan nada frustrasi setelah melihat situasi yang saat ini mereka hadapi.


"Alex coba pakai kekuatan petirmu untuk membuka jalan tetapi jangan pakai seluruh kekuatanmu. Kamu hanya perlu membubarkan kerumunan zombie agar orang Joe bisa keluar untuk membantu. Aku yakin Joe saat ini pasti sedang menunggu kita di depan pintu masuk kalau mereka tahu kita sudah sampai dan sedang menghadapi kerumunan zombie mereka pasti akan mencoba keluar untuk membantu kita dengan tambahan mereka pasti tidak ada masalah untuk menghadapi para zombie ini" Ujar Leana langsung.


"Iya, kita bisa mencoba saran Leana karena dengan penambahan Joe, Tee, Top dan Hyu untuk mengatasi para zombie ini akan lebih mudah. Aku akan buka jalan ke depan dengan memakai kekuatan petir, kalian semua harus tetap mengikuti di belakangku jangan sampai tertinggal paling terutama kamu Leana" tutur Alex untuk mengingati.


Leana yang mendengar kata-kata Alex menganggukkan kepala tanda setuju. "Leana kamu berjalan di belakang Alex, Gery dan papa akan berjalan di belakangmu untuk jaga-jaga agar kamu tidak tertinggal di belakang kamu harus lari semampumu mengerti!" Tegas David setelah mendengar perkataan menantunya itu.


Leana hanya bisa menganggukkan kepalanya kembali. Setelah sepakat dengan rencana yang di buat Leana mereka langsung menjalankan rencana tersebut.


Alex memberi tanda dengan tangannya bahwasannya dia akan memulai menerobos Alex melakukan itu agar Leana, David dan Gery untuk segera mengikutinya.


Segera Alex berlari ke depan sembari melemparkan kekuatan bola petir di tangan kanannya untuk membubarkan kerumunan para zombie di depannya. Leana, David dan Gery yang ada di belakang Alex juga tidak tinggal diam mereka semua memegang pedang di tangannya lalu berlari ke depan mengikuti Alex sambil menebas ke arah para zombie yang mengerumuni mereka.


Sesampainya di depan pintu apartemennya Joe, Alex mengetuk pintu pelan sebanyak 4 kali. Sesudah itu Alex melawan kembali zombie yang mendatanginya.


...*****...


Sewaktu Leana dan Alex sampai di apartemen Joe. Tee yang dari tadi berdiri di depan jendela melihat kedatangan Alex. Tee langsung bergegas memberitahu Joe, Top dan Hyu.


Mereka ingin segera turun menemui Alex tetapi tidak bisa berhubung di depan pintu apartemen mereka telah berkumpul banyak zombie.


Zombie-zombie ini berkumpul karena suara handphone Joe yang berbunyi pada saat Alex menghubungi Joe. Meskipun mereka ingin langsung keluar tapi mereka tidak berani ambil resiko.


Karena itu mereka hanya bisa menunggu sampai Alex mendatangi mereka. Tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan selain menunggu Alex untuk menyelamatkan mereka. Padahal mereka juga ingin cepat-cepat keluar dari tempat ini dan segera bergabung dengan kakak mereka.


Sewaktu mereka mendengar ketukan pintu sebanyak 4 kali Joe, Tee, Top dan Hyu langsung bersemangat karena ini adalah kode yang di buat oleh mereka yang menandakan Alex sudah sampai untuk menjemput mereka semua.


Joe yang mendengar keributan di depan pintu apartemennya langsung bergegas keluar untuk membantu begitu juga dengan Tee, Top, dan Hyu. Mereka berempat keluar dengan membawa senjata masing-masing.


Setelah 4 orang keluar untuk membantu perlawanan antara manusia melawan zombie yang awalnya tidak seimbang akhirnya menjadi terbalik dengan manusia menjadi pemenangnya.


Segera mereka mengumpulkan 20 inti kristal dari para zombie yang berhasil mereka kalahkan. Semua inti kristal ini di berikan kepada Leana untuk di simpan.


Alex meninggalkan Gery untuk membakar mayat zombie yang mereka kalahkan. Lalu Alex membawa Leana dan David untuk masuk ke apartemen Joe.


"Apakah kalian sudah siapkan semua yang mau kalian bawa punya?" Tanya Alex sambil melihat orang Joe.


"Sudah kami semua sudah mengepak keperluan kami sekarang kita tinggal pergi saja" Sahut Joe dengan nada semangat. Karena akhirnya dia bertemu dengan kakaknya.


"Hem...sayang bangat kalau semua barang ini di buang (sambil melihat sekelilingnya) Leana bagaimana kalau kamu membantu mereka untuk menyimpan barang mereka. Mana tahu mereka masih butuh barang-barang ini untuk ke depannya. Joe, Tee, Top dan Hyu tunjukkan kepada kakak iparmu barang yang ingin kalian simpan." Ucap Alex tanpa melihat ekspresi binggung Joe, Tee, Top dan Hyu.


Meskipun mereka binggung tapi mereka tetap menjalankan apa yang di perintahkan oleh Alex. Segera Joe meminta Leana untuk menyimpan semua yang ada di rumahnya karena bagi Joe semua yang ada di rumah sangat berharga.


Joe hanya meninggalkan furnitur yang tidak bisa di lepaskan karena bagi Joe semua itu dia beli dari hasil jerih payahnya jadi sudah pasti kalau bisa di ambil kenapa harus di buang. Karena Joe menganut prinsip semua yang ada harus di hargai apapun itu.


Awalnya Joe, Tee, Top dan Hyu binggung untuk sesaat sewaktu melihat barang-barang hilang di depan mata mereka setelah di sentuh oleh Leana.


Tapi tidak berapa lama mereka menyadari mungkin ini rahasia yang Alex khawatirkan, yang ingin Alex sembunyikan. Tetapi setelah itu mereka merasa terharu karena dengan Alex menunjukkan ini membuktikan bahwa Alex masih mempercayai mereka.


Karena Alex masih mempercayai mereka. Joe, Tee, Top dan Hyu bersumpah dalam diri masing-masing mereka akan menjaga kepercayaan yang Alex berikan pada mereka selamanya apapun yang terjadi mereka bersumpah tidak akan pernah mengkhianati Alex.


Dan mereka juga bertekat untuk menyimpan rahasia ini selamanya tidak akan pernah membocorkannya juga berjanji dalam hati mereka akan melindungi kakak ipar mereka bersama-sama dengan kakak mereka.


Setelah barang-barang Joe di simpan, Tee lalu membawa Leana ke ruang sebelah yang berada di samping apartemen Joe. Leana yang di seret oleh Tee merasa binggung. Bagaimana ada pintu yang terhubung dengan ruang sebelah.


Tee yang melihat kebingungan Leana lalu menjelaskannya, "Kami memang sengaja menghubungkan apartemen kami semua. Jadi selain akses pintu utama kita juga bisa mengakses dari dalam ruangan. Apartemen Joe, Aku, dan Top bersebelahan kami bisa saling mengaksesnya dari dalam ruangan."


"Maksudmu apartemen kalian semua saling terhubung hanya di pisahkan oleh satu pintu gitu?" Tanya Leana dengan heran.


"Iya, karena kami sudah terbiasa bersama dari sejak kecil makanya sewaktu kami ingin membeli apartemen kami sepakat untuk membeli apartemen yang saling berdekatan lalu kami ketemu 3 apartemen ini yang saling bersebelahan tanpa pertimbangan kami langsung membeli 3 apartemen ini lalu merancang pintu yang bisa di akses dari dalam" jelas Tee.


"Lalu bagaimana dengan Hyu karena cuma ada 3 apartemenkan? Di mana Hyu tinggal?" Tanya Leana dengan nada penasaran karena Leana tahu mereka berempat selalu bersama tidak terpisahkan.


"Hyu tinggal bersama dengan Top. Joe suka dengan kebebasan juga suka membeli barang-barang jadi kami memutuskan apartemen Joe sebagai rumah induk dan tempat kami berkumpul. Joe juga yang selalu memasak buat kami, sedangkan aku lebih suka dengan ketenangan jadi aku meminta apartemen tersendiri karena cuma ada 3 apartemen akhirnya Top dan Hyu mengalah untuk tinggal bersama" Jelas Tee kembali.


"Kenapa?" Leana masih sangat penasaran.


"Karena kami yatim piatu dan kami tidak mau kehilangan kebersamaan yang kami dapatkan tapi meskipun begitu setelah dewasa kami butuh privasi juga. Setelah memikirkan dengan matang kami memutuskan begini. Saat butuh privasi kami punya tempat tersendiri tapi kami juga bisa mempertahankan hubungan yang ada." Jawab Joe sewaktu mendengar pertanyaan Leana.


"Tapi menurutku ini tidak ada privasi apalagi bagi Top dan Hyu!" Ucap Leana langsung karena tidak setuju dengan penjelasan Joe.


"Hahaha...sebenarnya di antara kami berempat memang tidak pernah memikirkan privasi karena di bandingkan privasi kami lebih memilih kebersamaan kecuali Tee ya... karena dia lebih suka ketenangan tidak begitu suka ribut-ribut. Tapi meskipun begitu Tee masih suka berkumpul dengan kami karena dia hobi makan tapi tidak bisa masak jadinya Joe yang harus memasak buat Tee. Yah...bisa di bilang Joe itu seperti ibu kami dan Alex seperti ayah kami." Kata Top dengan nada bercanda.


"Jangan percaya kakak ipar, Top berbohong meskipun apartemen kami bisa diakses dari dalam kami hanya memakai ini pada saat-saat tertentu saja seperti saat ini. Kebanyakan kami memakai pintu utama. Jadi selain Joe yang tidak peduli privasi yang lainnya punya privasi masing-masing bahkan meski aku berbagi apartemen dengan Top kami tidak akan memasuki kamar yang lain tanpa izin" Jelas Hyu.


"Benar, Top berbohong kami memang memilih untuk bersama tapi kami juga punya privasi masing-masing cuma privasi masing-masing orang berbeda. Aku tidak peduli dengan privasi karena aku suka keramaian jadi tidak masalah tempatku jadi tempat untuk berkumpul cuma aku butuh tempat yang luas makanya aku punya satu apartemen sedangkan Tee sangat butuh privasi karena dia butuh ketenangan jadi dia dapat satu apartemen sedangkan untuk Top dan Hyu mereka berbagi apartemen karena sifat mereka yang hampir mirip. Mereka hanya butuh kamar masing-masing sebagai privasi mereka" jelas Joe kembali.


"Lalu apa kalian tidak masalah kalau tinggal bersama di RV?" Tanya Leana gelisah karena kamar RV kecil dan juga tidak banyak sehingga kemungkinan mereka harus berbagi kamar.


"Tidak masalah karena dalam situasi saat ini lebih penting bersama-sama daripada privasi untuk lebih amannya." Tegas Joe yang langsung di setujui oleh Tee, Top dan Hyu.


"Baiklah kalau kalian tidak masalah. Selamat bergabung dalam keluarga kami. Ke depannya kita akan menjadi satu keluarga. Jadi mohon kerjasamanya ya..." kata Leana sambil tersenyum manis.


"Terima kasih, mohon kerjasamanya juga kakak ipar" jawab Joe, Tee, Top dan Hyu dengan kompak.


Leana dengan cepat memasukkan semua barang Tee, Top dan Hyu ke dalam ruangan selain Joe yang memiliki banyak barang.


Tee hanya meminta Leana menyimpan tempat tidur, lemari pakaian, dan perlengkapan hikingnya selebihnya Tee tidak mempedulikannya. Tapi Tee mengizinkan Leana mengambil barang lainnya kalau menurut Leana di butuhkan.


Leana tidak segan-segan memasukkan semua barang lainnya ke dalam ruangan. Lalu mereka lanjut ke apartemen Top dan Hyu.


Untuk Top dia hanya meminta Leana memasukkan tempat tidurnya, lemari pakaiannya dan perlengkapan balapnya.


Untuk Hyu dia meminta Leana untuk memasukkan tempat tidur, lemari pakaian, semua perlengkapan pertukangan, beberapa suku cadang, serta beberapa jenis kunci-kunci yang Leana tidak ketahui. Dan sama seperti apartemen Tee, Leana juga memasukkan semua barang ke dalam ruangnya, yang di anggap Leana akan di pakai untuk ke depannya.